Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 12


__ADS_3

Hari dimana ke pindahan Pak Sofian dan Wulan pun tiba, Bisma hanya bisa pasrah saat kedua nya tidak mau di antarkan sampai ke Jawa.


Setelah selesai semua urusan di sekolah Wulan, Pak Sofian akhir nya memutuskan untuk pergi dengan segera.


"Kalian jaga diri baik-baik. Dan untukmu Bisma, jangan pernah dengarkan apapun cerita dari orang selama hatimu bimbang, Bapak pesan kamu jangan termakan omongan Ibu mu nanti nya yang akan membuatmu menyesal" ucap Pak Sofian sebelum pergi.


"Baik Pak, aku memang sangat menyayangi Ibu, namun aku juga tidak ingin larut membenarkan tingkah Ibu yang salah" balas Bisma tegas.


Pak Sofian mengangguk, dia kemudian memeluk Putra nya dan Aulia. Begitupun dengan Wulan, dia memeluk bergantian Kakak dan Ipar nya.


Setelah itu, Pak Sofian masuk ke dalam taxi yang sudah di pesankan oleh Bisma.


**


Setelah kepergian Pak Sofian, Bisma dan Aulia bersiap untuk menghadiri pesta perayaan kolega bisnis Bisma. Acara nya di mulai siang, namun Bisma dan Aulia akan ke Mall lebih dulu untuk membeli hadiah.


"Mas, bagaimana kabar Ibu ya" ucap Aulia lirih.


"Dia baik-baik saja, kalau dia kekurangan uang ataupun sakit, dia akan mencari kita atau Mira akan menghubungi mu" balas Bisma yang fokus pada jalanan.


Hufh.


"Iya juga ya" gumam Aulia dengan membuang nafas kasar.


Aulia lalu merebahkan tubuh nya pada sandaran kursi mobil, entah kenapa dia gampang lelah hari-hari ini.


"Kamu kenapa sayang? Sakit?" tanya Bisma dengan khawatir.


"Enggak apa Mas, aku hanya merasa lelah saja" jawab Aulia tersenyum kecil.


Bisma memegang tangan Aulia erat, dia merasa bahwa Istri nya sedang sakit namun di sembunyikan dari dirinya.


Hingga tak berselang lama mereka sampai di Mall yang tak jauh dari Hotel tempat acara di selenggarakan, Aulia bergelayut manja di lengan Bisma.


"Kita cari hadiah apa, Mas?" tanya Aulia bingung.


"Hmm bagaimana kalau jam tangan saja? Kata karyawan kantor ada jam tangan model terbaru dan hanya ada beberapa buah saja di Indonesia" usul Bisma.


"Boleh juga, beli nya couple saja agar di pakai sama Istri kolega kamu juga" balas Aulia.


Bisma mengangguk, kemudian mereka menuju ke toko jam tangan yang terkenal di Jakarta. Aulia memilih nya dan Bisma hanya mengikuti saja, tak lupa juga Aulia menyuruh pelayan toko tersebut untuk membungkus nya dengan indah.


Setelah selesai, Bisma membawa Aulia masuk ke toko perhiasan. Aulia nampak bingung namun tetap mengikuti sang Suami.


"Mas, ngapain kesini?" tanya Aulia berbisik.

__ADS_1


"Mas ingin ambil pesanan untuk mu, sayang" jawab Bisma santai.


Bisma berbicara pada seorang pelayan dan tak lama kemudian dia kembali dengan paperbag di tangan nya.


"Ayo kita pergi" ajak Bisma tersenyum.


Aulia hanya mengangguk, namun langkah mereka terhenti saat ada seseorang yang memanggil nama Bisma.


"Kamu beneran Bisma?" tanya seorang wanita dengan senyum mengejek.


"Ya" jawab Bisma cuek.


"Kau masih saja culun dan ternyata masih mi*kin ya, aku kira kamu sudah kaya dan tampan" ledek nya dengan terkekeh.


Ehh.


Kaget Aulia dengan menatap wanita di hadapannya tajam, dia buta atau bagaimana? Memang pakaian Bisma dan dirinya sederhan namun bagi yang tahu fashion mereka tahu harga baju tersebut.


"Maaf, apa anda mengenal Suami saya? Kenapa anda terkesan sangat mengejek nya ya?" tanya Aulia dengan sinis.


"Oh kamu ini Istri nya? Iuw kenapa mau sama dia" kelakar nya tanpa beban.


"Sudahlah sayang, ayo kita pergi" ajak Bisma memegang tangan Aulia.


Sesampai nya di mobil, Aulia langsung menatap Bisma dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Dia kania, wanita yang pernah aku sukai saat jaman sekolah dulu. Namun dia menolak ku dengan mentah-mentah lantaran aku orang miskin dan jauh sebelum saat ini" jelas Bisma lembut.


"Hufh, biarkan saja dia Mas. Aku yakin sekali kalau nanti nya dia akan berbalik mengejar kamu, namun saat itu tiba aku sendiri yang akan menghempaskannya" balas Aulia dengan geram.


Bisma hanya tersenyum, kemudian dia mengusap lembut rambut Aulia.


Setelah nya, Bisma melajukan mobil nya menuju ke lokasi karena acara akan di mulai sebentar lagi.


"Ck, kenapa aku sangat gatal ingin menenggelamkan wanita tadi ya. Awas saja nanti jika kamu menggoda Mas Bisma, aku sendiri akan membuatmu malu dan pergi jauh" batin Aulia menggerutu.


Aulia sangat yakin bahwa wanita seperti Kania pasti akan kembali lagi dengan sejuta rayuan yang mematikan. Namun Aulia juga yakin bahwa Bisma tidak akan mudah tergoda dengan nya.


*


Mobil yang di kendarai Bisma pun sampai, mereka langsung menuju ke Aula Hotel yang ada di lantai 2.


Tak lupa juga Bisma memakaikan perhiasan yang sudah dia siapkan untuk sang Istri.


Kedua nya masuk dengan berjalan sangat elegant dan santai, bahkan tangan Bisma tak pernah turun dari pinggang Aulia.

__ADS_1


Hingga keduanya menyapa yang mempunyai acara tersebut.


"Selamat atas ulang tahun pernikahan kalian ya Tuan, Nyonya" ucap Bisma dengan memberikan bingkisan yang ada di tangannya


"Ahh terimakasih banyak Tuan Bisma, Nona Aulia" balas nya dengan sopan.


Mereka mengobrol sedikit, namun kedatangan seorang wanita membuat mereka terhenti dan menatap nya dengan heran.


Hingga tak lama kemudian, datang juga Tuan Jonas yang langsung merangkul wanita tersebut.


"Perkenal dia Kania, calon Istri saya" ucap Jonas dengan bangga.


"Ahh dan sayang, perkenal dia adalah Tuan muda Bisma dari perusahaan DC Group dan itu Tuan x dari perusahaan x" jelas Jonas yang mana membuat Kania meneguk ludah nya kasar.


Aulia hanya diam dengan tersenyum kecil, terlihat jelas bahwa Kania sangat terkejut akan semua ini.


"Kalau begitu saya permisi dulu Tuan, kami akan kembali pulang karena Istri saya sedang tak enak badan" ucap Bisma yang sangat enggan berada disana, bukan karena ada nya Kania namun dia sangat muak jika berhadapan dengan orang-orang penjilat.


"Ahh baiklah Tuan, semoga anda cepat sembuh Nona" balas Tuan x.


Aulia hanya tersenyum dan mengangguk saja, kemudian keduanya pergi dengan tetap tangan Bisma di pinggang ramping sang Istri.


Sedangkan Kania? Dia terdiam dengan berbagai pertanyaan yang muncul di benak nya. Bahkan ekor mata nya tak berpaling dari Bisma dan Aulia.


"*Berarti sekarang Bisma sudah kaya dong, dia bahkan bisa memegang anak perusahaan DC Group yang ada disini" batin Kania.


"Aku akan mencari tahu nya" batin nya kembali*.


Kania lalu menikmati pesta tersebut dengan Jonas, dia akan mencari tahu semua nya lewat Jonas selepas dari sini.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2