Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 7


__ADS_3

Bisma memeluk Aulia dengan erat setelah keduanya sampai di kamar, kedua nya duduk di sofa yang ada di kamar Aulia.


"Ada apa?" tanya Aul dengan lembut.


Tak ada jawaban sama sekali, hanya terdengar isak lirih yang keluar dari mulut Bisma. Aulia langsung melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Bisma dengan cemas.


"Ada apa, sayang? Kenapa kamu menangis?" tanya nya kembali dengan raut khawatir.


Bisma hanya diam, dia malah membenamkan wajah nya di dada sang Istri.


"Hiks, kenapa semua nya jadi begini. Aku aku tak percaya jika Ibu akan mengkhianati Bapak dalam waktu yang sangat lama" lirih Bisma dengan masih terisak.


"Menangislah, jika sudah tenang bisa kau bicarakan padaku yang sejelas nya" balas Aulia lembut.


Tangan Aulia mengusap lembut punggung kokoh Bisma, baru kali ini dia melihat titik lemah sang Suami. Air mata nya pun ikut serta menetes, dia harus kuat untuk membuat Suami nya kuat.


Setelah beberapa saat, Bisma sudah mulai tenang dan dia juga sudah melepaskan pelukannya dari Aulia.


"Mau minum?" tawar Aulia dengan senyuman.


"Boleh, sayang" balas Bisma.


Aulia beranjak mendekati ranjang, dia mengambil air minum yang ada di nakas pinggir ranjang tersebut.


"Apa ada hal yang terjadi?" tanya Aulia setelah melihat Bisma menghabiskan air nya.

__ADS_1


Bisma menghela nafas, dia mengangguk dan merebahkan tubuh nya di sofa dengan berbantalkan paha Aulia.


"Kemarin Bapak menyusulku ke Yogya, aku sangat kaget saat melihat kehadirannya disana. Namun yang sangat membuatku lebih kaget lagi adalah kenyataan yang di bawa oleh Bapak" jelas Bisma.


Aulia diam, dia akan memberikan waktu untuk Suami nya agar berbicara.


-Flashback.


Bisma memandang Bapak nya dengan wajah kaget, pasalnya dia tahu kapan jadwal kepulangan Bapak nya dari Belanda.


"Apa Bapak mengganggu mu, Nak?" tanya Pak Sofian.


"Tidak Pak, Bisma baru saja menyelesaikan pekerjaan Bisma" jawab Bisma.


"Ayo Bapak ikut saja ke Hotel, sekalian istirahat" ajak Bisma.


Setelah sampai, Bisma dan Pak Sofian duduk di balkon kamar.


"Bukannya kepulangan Bapak masih 1 bulan?" tanya Bisma.


"Ya memang, namun proyek Bapak sudah selesai dan bisa pulang dengan cepat" jawab Pak Sofian.


Bisma mengangguk, dia lalu menatap Bapak nya yang terlihat ada masalah.


"Ada apa, Pak?" tanya Bisma kembali.

__ADS_1


Huh.


"Tadi pagi Bapak sampai di Rumah, namun Ibumu tak ada disana. Jadi Bapak memustuskan untuk pergi ke Rumah makan milik Tito, teman Bapak. Namun disana Bapak mengetahui sesuatu hal yang sangat mengejutkan" jelas Pak Sofian.


"Ternyata selama ini, uang yang selalu Bapak kirim untuk Wulan tidak di berikan dengan semestinya. Dan, Wulan juga bukan anak kandung Bapak, Ibu mu selingkuh dengan Tito sejak lama" lirih Bapak dengan sendu.


"Apaa" teriak Bisma dengan wajah kaget nya.


"Ya, Bapak mendengarkan semua percakapan mereka berdua disana. Bapak tak tahu harus apa, Bisma. Makannya Bapak kemari untuk menemui mu, karena Bapak mencari Aulia pun tak ada di Rumah. Bapak tak mau kalau Wulan mengetahui akan hal ini" ucap Pak Sofian kembali.


Bisma mengusap wajah nya dengan kasar, dia tidak percaya bahwa sang Ibu bisa berbuat hal seperti itu pada Bapak.


"Yasudah, besok kita pulang karena kerjaan juga sudah selesai. Nanti kita pikirkan jalan keluar nya, Pak" balas Bisma.


Pak Sofian mengangguk, dia memejamkan mata nya dengan pikiran yang bercabang. Dia tidak ingin salah langkah hingga membuatnya dalam keadaan rumit nanti nya.


-FlashNow.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2