Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 29


__ADS_3

Hari ini, Aulia kedatangan sang Mama, dia merasa bahagia karena akhir nya sang Mama datang kesana setelah sekian lama tak datang.


"Mama kemana aja sih, kenapa baru datang lagi kesini? Padahal Papa sudah sering kesini bersama Mas Bisma" rajuk Aulia saat duduk bersama dengan sang Mama.


Wulan? Dia tersenyum kecil melihat kelakuan sang Ipar pada Mama nya. Dia memilih menjadi penonton saja dan tak mau mengganggu moment keduanya.


"Maafkan Mama ya, Nak. Mama menemani Kakak mu dan baru kemarin-kemarin balik kesini" balas Mama Aulia lembut.


"Tante menginap saja disini, pasti Mbak Aul akan senang" timpal Wulan.


"Bener tuh, Mama nginep ya" pinta Aulia dengan tatapan memohon.


Mama hanya mengangguk, memang dia berencana akan menginap disana satu malam saja. Karena besok nya dia dan sang Suami akan memantau jalannya perusahaan yang ada di Negar x.


Hingga tibalas waktu makan siang, Aulia dan yang lainnya langsung menuju ke ruang makan. Mereka tidak menunggu Papa dan Bisma karena tidak akan pulang.


"Bagaimana kabar kalian, Nak?" tanya Mama pada Wulan.


"Aku dan Bapak baik Tante" jawab Wulan ramah.


"Syukurlah, semoga kalian selalu sehat dan bahagia" ucap Mama tulus.


"Aminn"


Serempak Wulan dan Aulia, kemudian mereka terus saja berbincang selama makan siang. Aulia dan Wulan yang memang cerewet pun membuat suasana sangat hidup.


"Bagaimana kalau setelah makan siang kita jalan-jalan?" usul Mama.

__ADS_1


"Go" balas Aulia dan Wulan dengan semangat.


Mama sontak langsung saja tersenyum dan menggelengkan kepala nya dengan kelakuan keduanya, lalu dia mengangguk.


**


Disini lah mereka berada, di Taman Kota. Banyak sekali aneka jajanan khas Kota disana, Aulia dan Wulan jalan untuk menjelajahi makanan ringan dan minuman.


Mama menunggu Aulia di bawah pohon rindang, dia menggelar tikar yang memang selalu ada di area sana. Hingga tak lama manik mata nya menatap siluet seseorang yang dia kenal.


Deg.


"Jangan sampai dia disini" gumam Mama dengan melotot tak percaya.


Mama terus saja memperhatikan nya dan dia tidak sadar bahwa Aulia dan Wulan sudah ada di samping nya.


"Mama" panggil Wulan dengan menepuk pundak nya.


"Kalian kapan datang?" tanya Mama dengan wajah kaget dan bingung nya.


"Barusan Ma, kenapa Mama bengong sih" gerutu Aulia.


"Tidak apa, Nak. Mana jajanan yang kalian beli?" tanya Mama mengalihkan pembicaraan.


Wulan dan Aulia sontak saja langsung menunjukan jajanan yang ada di tangannya dengan senyuman yang seperti anak kecil baru saja mendapatkan makanan.


"Coba tata, Mama juga ingin mencicipi nya" ucap Mama menunjuk piring kecil di hadapannya.

__ADS_1


"Oke, nanti setelah ini Mama traktir kita shoping" balas Aulia terkekeh.


"Baiklah-baiklah, terserah kalian saja" pasrah Mama dengan wajah lesu nya.


Sedangkan Aulia sudah tertawa kecil, dia ingin sekali jalan-jalan di Mall yang ada di depan Taman itu.


Mama melototkan mata nya ketika semua makanan sudah di tata di hadapannya, bagaimana tidak kaget dengan melihat makanan yang di beli Aulia dan Wulan hampir saja 10 macam.


"Ya Tuhan, apa ini tidak terlalu banyak?" tanya Mama syok.


"Tidak" jawab Wulan dan Aulia serempak.


Mama hanya menghela nafas nya saja, dia lalu mengambil air yang di berikan oleh Wulan.


"Ayo makan" ucap Aulia semangat.


Wulan dan Aulia langsung saja mencicipi salah satu dari makanan itu. Sedangkan Mama, dia memotret hal tersebut dan memberikannya pada Suami dan juga menantu nya.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2