Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 26


__ADS_3

Sore hari nya, Bisma dan Aulia tidqk langsung pulang melainkan jalan-jalan terlebih dulu ke Mall yang di inginkan oleh Aulia, sedangkan Malik dia sudah di suruh pulang lebih dulu oleh Bisma.


"Mas, kita nonton aja dulu ya" ajak Aulia.


"Yaudah" balas Bisma tersenyum.


Kedua nya masuk ke bioskop setelah membeli tiket dan popcorn nya. Bisma tersenyum kecil saat melihat raut bahagia dari wajah sang Istri.


Setelah puas nonton, jalan-jalan dan belanja, akhir nya Aulia dan Bisma pun pulang dengan banyak belanjaan.


Sepanjang perjalanan pulang, Aulia terlelap di pelukan Bisma karena lelah.


Cup.


"Mana mungkin aku sanggup meninggalkan mu walaupun itu Ibu yang meminta, aku sudah lama mencintaimu dan juga menyayangi mu, Aul. Bukan karena harta ataupun paras, namun murni karena cinta ini tulus" gumam Bisma dengan mengecup pucuk kepala Aulia.


***


-4 Bulan Kemudian.


Sudah 4 bulan lebih Bisma dan Aulia tinggal di Negara M. Mereka belum pernah sama sekali pulang ke Indonesia, Bisma hanya melihat sang Ibu lewat ponsel nya jika Wulan sedang menengok Yona di Rsj.


Bisma bukan tak ingin menengok langsung, namun perjalan udara yang ia takuti akan keselamatan Aulia dan Baby nya. Meski kata Dokter akan baik-baik saja pun dia tetap kekeuh tidak ingin pulang, entah kenapa masih ada ketakutan kalau-kalau sang Ibu menyakiti Istri nya.


"Mas" panggil Aulia dari arah dapur.


"Iya sayang" balas Bisma.


Bisma langsung saja menghampiri Aulia yang sedang berkutat di dapur, pasalnya hari ini Wulan akan datang karena sekolah nya sudah selesai dan akan liburan di Rumah sang Abang.

__ADS_1


"Kenapa sayang?" tanya Bisma setelah dia tiba disana.


"Cepat bersiap, sebentar lagi pesawat yang di tumpangi Wulan akan tiba" jelas Aulia.


"Baiklah" balas Bisma patuh.


Bisma langsung bergegas ke kamar, sedangkan Aulia kembali menata makanan yang sudah selesai dia masak.


"Bi" panggil nya pada sang pelayan.


"Iya Nyonya?" balas sang Bibi.


"Aku dan Suami ku akan menjemput Adik iparku dulu ya, tolong nanti puding dan salad buah nya masukan ke dalam kulkas. Itu yang di wadah biru untuk Bibi dan penjaga" jelas Aulia dengan ramah


"Baik Nyonya, terimakasih" ucap sang Bibi dengan sopan.


Aulia hanya mengangguk, kemudian dia juga ikut serta ke kamar untuk bersiap.


*


Tak berselang lama, mereka tiba juga di Bandara dan sudah terlihat Wulan yang menunggu di tempat yang Aulia katakan.


"Kesana Pak" ucap Bisma menunjuk pada sang Adik.


Mobil berhenti tepat di hadapan Wulan, Bisma dan Aulia pun keluar.


"Abang, Mbak" pekik Wulan bahagia.


Kemudian Wulan memeluk Bisma dan Aulia bergantian, terpancar dari sorot mata nya bahwa dia sangat merindukan keduanya.

__ADS_1


"Wah-wah lihatlah perutmu Mbak, sudah buncit begini" ucap Wulan tersenyum.


"Iyalah, anak abang berkembang dengan baik dan sehat di dalam sana" bangga Bisma dengan merangkul keduanya.


"Ayo ah pulang, udah mau sore" ajak Aulia pada Suami dan Adik ipar nya


"Mbak tau aja kalau perutku sudah keroncongan" kekeh Wulan dengan membantu Aulia masuk ke dalam mobil.


Aulia hanya tertawa kecil saja, kemudian mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju ke Rumah.


"Bagaimana kondisi, Ibu?" tanya Aulia pada Wulan.


"Sudah lebih membaik, Om Tito bersama Ibu" jawab Wulan acuh.


Hah.


Aulia dan Bisma kaget, mereka tidak tahu bahwa Tito dan Yona bersama.


"Kok bisa Om Tito disana, Dek?" tanya Bisma penasaran.


"Ya karena dia menghampiri Ibu dan membuat Ibu lebih tenang. Cinta kedua nya mungkin amat sangat erat" ketus Wulan dengan wajah kesal.


Aulia mengusap lembut pipi Wulan, dia tahu bahwa Adik nya sedang kesal akan kedekatan kedua nya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2