
Sudah satu minggu lebih Aulia dan Bisma pindah dari Indonesia, dan sudah selama itu juga Yona terlunta karena tak ada yang peduli.
Yona mencari Bisma ke perusahaannya 2 hari yang lalu, dan hal mengejutkan dia terima dari sana.
Sepulang dari perusahaan Bisma, Yona mengamuk karena tak terima di bohongi oleh Putra nya.
Hingga saat ini Yona sering mengamuk dan meresahkan warga. Yona sudah seperti wanita gila saja karena sehari-hari hanya dia habiskan dengan mengamuk tak jelas.
Seperti saat ini, Yona mengamuk di warung tetangga nya dan mengacaukan warung tersebut.
Mira yang kebetulan ada di Rumah pun langsung menelpon Pak Sofian.
"Sebelum Pak Sofian datang, ringkus saja dulu takutnya menyakiti warga" ucap Mira pada Bapak-bapak disana.
"Bener tuh, nanti malah menjadi ngamuk nya" timpal Ibu-ibu yang lain.
Lalu mereka menunggu Yona lengah dan saat Yona capek dengan kegilaannya, saat itu juga Bapak-bapak menangkap nya dan mengikat nya di kursi.
Mira kembali menghubungi Pak Sofian, dan untung nya dia sedang di Jakarta dan akan segera sampai di sana.
"Nah itu Pak Sofian datang" ucap Mira menunjuk sebuah motor yang berhenti di depan warung.
Pak Sofian langsungs saja berlari ke arah kerumunan, dia menatap Yona dengan gelengan kepala.
"Sebentar lagi Dokter akan sampai, dia akan di bawa untuk di periksa dan jika dia benar sakit maka akan di tempatkan di RSJ" ucap Pak Sofian.
"Ya Allah"
"Ya ampun"
"Ini mungkin teguran akibat merusak rumah tangga oranglain" celetuk salah satu dari warga.
"Maksud anda?" tanya Pak Sofian pura-pura kaget.
"Yona ini selingkuh dengan Suami saudara saya dan sekarang mereka sudah berpisah sejak satu minggu yang lalu Istri nya memergoki Suami dan Yona sedang bercumbu" jelas nya dengan bergedik ngeri.
"Dan bertambah lagi saat tahu Bisma pindah dari Indonesia mungkin jadi beliau begini" timpal yang lainnya.
"Heiiii lepaskan aku warga miskinnnnnn" teriak Yona dengan terus meronta
Yona terus saja berteriak histeris, dia memaki dan mencaci yang ada disana. Bahkan dia terdengar seperti sedang meracau tak jelas.
__ADS_1
"Teguran ini semoga membuat kamu sadar, Bu" batin Pak Sofian meringis melihat keadaan Yona.
Hingga tak lama kemudian datanglah ambulance, lalu keluar Dokter dan beberapa perawat.
"Suntik penenang dulu saja agar gampang kita membawa nya" ucap Dokter setelah berusaha membuat Yona tenang
"Baik Dok" balas salah satu perawat.
Hingga lama kelamaan Yona tenang dan tak sadarkan diri.
Pak Sofian ikut serta bersama Dokter ke Rsj, dia tak lupa memberitahu pada pemilik warung nanti akan kesana lagi setelah urusannya selesai.
Mira pun memutuskan untuk ikut bersama Pak Sofian kesana, dia akan menemani Ayah mertua dari teman nya.
"Pak Sofian yang sabar, ya" ucap Mira.
"Ya Nak Mira, semoga saja teguran ini akan membuat Yona sadar" balas Pak Sofian dengan helaan nafas kasar.
"Amin" ucap Mira.
Lalu perjalanan mereka kembali hening, baik Pak Sofian dan Mira hanya diam saja tanpa berbicara sepatah kata apapun.
Tak berselang lama, mereka sampai di Rsj dan langsung mengikuti Dokter serta perawat yang membawa Yona.
"Baik" balas Pak Sofian.
Drrrt
Drrrt
"Mira, tunggu dulu disini ya saya mau angkat telepon dulu" ucap Pak Sofian.
"Iya Pak" balas Mira.
Lalu Pak Sofian melangkah agak menjauh dari sana, setelah nya dia mengangkat panggilan dari Bisma.
"Hallo, Nak" ucap Pak Sofian.
"Pak, apa benar Ibu di bawa ke Rsj?" tanya Bisma langsung.
"Iya Nak, Yona sedang di periksa. Dia membuat kekacauan di warung dan juga hampir mencelakai pemilik warung" jelas Pak Sofian.
__ADS_1
"Bagaimana cerita nya Pak? Kenapa Ibu jadi seperti itu?" kali ini bukan Bisma, namun Aulia yang bertanya.
"Seminggu yang lalu dia ketahuan oleh Istri dari Tito, mungkin ini teguran untuk Ibu" jawab Pak Sofian datar.
"Ya Allah, kenapa Ibu masih melakukan hal itu. Yasudah nanti kalau ada apa-apa kabari Bisma Pak" ucap Bisma.
Pak Sofian hanya menjawab iya saja dan memutuskan panggilan tersebut. Lalu dia melangkah kembali ke tempat semula, dan bertepatan dengan Dokter keluar dari ruangan.
"Bagaimana Dok?" tanya Pak Sofian.
"Ibu Yona harus di rawat disini, dia terganggu mental nya dan sangat berbahaya jika di biarkan berkeliaran" jelas Dokter.
"Ya Allah Yona" gumam Pak Sofian.
"Baik Dok, kalau begitu saya permisi dulu" balas Pak Sofian.
Dokter mengangguk, dan setelah nya dia juga pergi dari sana.
Pak Sofian tak lupa mengurus administrasi nya lebih dulu dan setelah itu baru pulang bersama Mira.
"Saking cinta nya kamu pada Tito hingga membuat kamu gila begini setelah berpisah paksa dengannya" batin Pak Sofian.
Sesampai nya di Rumah Yona, Pak Sofian membereskan semua kekacauan di dalam. Baru setelah selesai dia mendatangi warung yang di acak-acak oleh Yona.
Sedangkan Mira, dia langsung berhenti di klinik karena waktu nya bekerja.
Setelah semua nya selesai, Pak Sofian langsung pulang kembali ke Jawa. Dia memang sedang belanjaan kebutuhan Toko kelontongan yang baru saja di buka beberapa hari lalu disana, dan Pak Sofian memilih belanja dari Jakarta agar harga nya terjangkau dan banyak pilihan.
Belanjaan Pak Sofian sudah sejak tadi di kirim oleh mobil, beliau membeli isi Toko nya dari sana dan hampir satu mobil box penuh belanjaan nya.
Pak Sofian tidak meminta modal pada Bisma, padahal kemarin dia sudah menawari nya. Dia masih punya tabungan yang cukup untuk membuka usaha nya, dan Wulan sendiri yang turun langsung membeli perlengkapan di Toko untuk memajang dagangan nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.