Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 34


__ADS_3

1 tahun kemudian.


Sudah 1 tahun ini kehidupan Bisma hanya berdiam diri mengurung di kamar.


Setelah semua nya hancur dan di rampas paksa dari kehidupannya, Yona pun memilih meninggalkan Bisma untuk selamanya.


Ya, Yona meninggal karena kecelakaan maut bersama Tito. Kedua nya akan kabur saat merampok sisa uang milik Bisma, namun sayang kelakuan mereka ketahuan oleh Mira dan langsung di buru warga. Hingga motor yang di kendarai Tito oleng di jalan saat hujan deras mengguyur, di saat itulah kecelakaan menerpa nya dan langsung membuat kedua nya meninggal di tempat.


*


Bisma saat ini di rawat oleh Wulan dan Pak Sofian, mereka menjemput dan membawa nya ke Jawa saat Mira melaporkan semua kejadian yang menimpa Yona.


Sudah 1 tahun sejak berpisah nya dengan Aulia, Bisma hanya diam di kamar dan menatap sekitar nya kosong.


Bahkan, Bisma tak melakukan apapun hanya diam mengurung di kamar.


Wulan dan Pak Sofian sudah mendatangkan Dokter dan spikiater terbaik disana, namun Bisma tak ada perubahan sama sekali dan masih tetap sama.


Mereka juga tidak pernah berkomunikasi dengan Aulia, karena sejak saat itu mereka putus komunikasi dengan Aulia.


"Pak, kasihan sekali ya Bang Bisma" ucap Wulan saat melihat Abang nya sedang melamun di kamar.


"Ya harus bagaimana lagi, itu salah dia sendiri karena tidak bisa tegas pada Ibu nya. Ibu nya juga yang serakah dan memperalat anak demi harta" balas Pak Sofian.

__ADS_1


"Lalu bagaimana keadaan Mbak Aul ya, Pak? Mungkin keponakan Wulan sudah lahir dan juga sudah besar" ucap Wulan kembali dengan helaan nafas kasar.


Pak Sofian diam, dia juga sangat merindukan Aulia dan juga Cucu nya.


"Kita hanya bisa bersabar, Nak. Semoga saja Mbak mu mau mempertemukan kita dengan anak nya, tak apa jika memang dia tak mau pada Bisma yang penting Bapak ingin melihat Cucu Bapak" jelas Pak Sofian.


"Iya Pak, aku juga selalu berharap Mbak Aul akan datang atau gak kasih kabar pada kita ya, Pak" timpal Aulia.


Hening.


Keduanya sama-sama diam dengan pikiran masing-masing, namun pandangan mereka tetap melihat Bisma.


Bisma sendiri pindah duduk ke atas ranjang, dia lalu mengambil poto Aulia yang sedang tersenyum bahagia.


"Aku begitu bodoh, kenapa aku sampai rela melepaskanmu demi Ibu ku yang sama sekali tidak menyayangi ku dengan tulus" gumam Bisma.


Bisma memang tidak gila, namun dia menghukum dirinya sendiri dengan tidak berinteraksi dengan siapapun.


Bahkan dia juga jarang makan karena rasa menyesalnya.


"Jika kamu menemukan lelaki lebih baik dari ku, aku akan ikhlas melepaskanmu dengan nya. Aku akan bahagia jika kalian bahagia" gumam nya dengan tersenyum.


Bisma lalu beranjak dari sana, dia menyimpan kembali poto tersebut dengan rapi dan juga sempat mengecup nya.

__ADS_1


"Pak" panggil Bisma keluar dari kamar.


Deg.


Pak Sofian dan Wulan langsung bangkit dari duduk nya, kedua nya kaget saat Bisma keluar dengan memanggil Bapak nya.


"Ya Allah, Nak" ucap Pak Sofian meneteskan air mata nya.


Grep.


Bisma memeluk Pak Sofian dengan menangis sesegukan, dia menumpahkan semua yang dia pendam selama ini sendirian.


"Maafkan aku, Pak" lirih Bisma dengan terisak.


Wulan ikut memeluk Bapak dan Abang nya, dia ikut menangis haru karena sang Abang mau membuka diri kembali.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2