Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 16


__ADS_3

Malam ini, Aulia tidur dengan gelisah dan bahkan terbilang tidak bisa tidur sama sekali. Aulia terus saja bergerak kesana kemari dan hal itu membuat Bisma terbangun dari tidur nya.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Bisma dengan suara khas bangun tidur.


Aulia membuka mata, dia menatap Bisma dengan tatapan sendu nya.


"Loh kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya Bisma kembali dengan gerakan cepat bangun dari tidur nya.


"Enggak Mas, aku aku hanya ingin makan nasi goreng" jawab Aulia dengan lirih.


Hah.


Bisma melotot dengan sempurna saat mendengar penuturan sang Istri, dia lalu mengusap lembut kepala Aulia.


"Mau beli apa buatan Mas?" tanya Bisma dengan lembut dan sabar.


"Mau bikinan Mas" jawab nya dengan menunduk.


"Yasudah ayo bangun, kamu temanin Mas buat nasi goreng nya" ucap Bisma.


Aulia mengangguk, kemudian mereka berdua berlalu ke dapur untuk membuat nasi goreng.


Bisma menyuruh Aulia duduk di kursi makan, sedangkan dia sendiri berlalu mendekayi kompor.


Lama menunggu, akhir nya nasi goreng tersebut pun sudah matang dan Bisma menyajikannya di piring.


"Makanlah selagi hangat, sayang. Maaf jika rasanya tidak enak" ucap Bisma memberikan sepiring nasi goreng pada Aulia.


"Maaf merepotkan mu Mas, aku tak tahu kenapa rasanya ingin makan nasi goreng" lirih Aulia menatap Bisma dengan sendu.


"Tidak apa sayang, lain kali jika ingin sesuatu bangunkan saja, Mas. Makanlah" balas Bisma lembut.


Aulia mengangguk, dia kemudian mulai melahap nasi goreng buatan sang Suami dengan lahap nya. Bisma yang melihat nya hanya tersenyum kecil saja, meski ngantuk dan juga sudah tengah malam dia tetap saja memenuhi keinginan Aulia.


"Ini enak sekali, Mas. Ayo cobain" ucap Aulia menyodorkan sendok yang sudah di isi nasi ke hadapan Bisma.


Dengan senang hati Bisma melahap nya, dia merasakan nasi goreng nya yang memang tidak terlalu buruk meski jauh berbeda dengan buatan sang Istri.


"Enak kan?" tanya Aulia berbinar.


"Enak kok, meski lebih enak buatan kamu" jawab Bisma terkekeh.


Aulia tersipu, dia kembali menikmati nasi goreng nya dan sesekali menyuapi Bisma.


Setelah selesai drama ingin nasi goreng, Aulia langsung terlelap dengan pulas nya di pelukan Bisma saat mereka sudah rebahan di kasur.


"Kenapa akhir-akhir ini kamu aneh sekali sayang, kadang manja dan kadang juga merengek. Ini bukan sifat kamu sekali, biasanya kamu akan langsung meminta tanpa rengekan ataupun di pendam" gumam Bisma dengan mengusap lembut pipi Aulia.


"Ah mungkin kamu memang ingin di manja saja" gumam nya kembali.


**


Pagi hari nya, Bisma di buat terkejut saat mendengar Aulia yang muntah-muntah. Bahkan dia langsung lari ke kamar mandi dan mendapati sang Istri yang sedang muntah di wastafel.

__ADS_1


"Mas, pait" keluh nya saat selesai muntah.


"Ayo kita ke Rumah sakit sayang, kamu pucat sekali" ucap Bisma dengan panik.


Aulia tak menjawab, dia hanya merebahkan kepala nya di pelukan Bisma karena sangat lemah.


Tanpa membuang waktu, Bisma mengganti pakaian Aulia dan dirinya dengan segera, dan setelah nya dia langsung membawa Aulia ke Rumah sakit terdekat.


"Bi, aku mau ke Rumah sakit dulu. Istriku sakit" teriak Bisma pada Bibi yang sedang memasak.


"Iya Tuan" teriak Bibi sambil berlari ke depan dan Bisma sudah melaju dengan mobil nya.


"Padahal sejak kemarin Nyonya baik-baik saja" gumam Bibi dengan cepat menutup pintu dan mengunci nya.


Bibi kembali ke dapur untuk melanjutkan masak, dia juga akan menyusul nanti nya setelah selesai pekerjaan Rumah.


*


Sedangkan Bisma, dia baeu saja menghentikan laju mobil nya di halaman Rumah sakit. Dia juga dengan segera membawa Aulia ke dalam dan beruntung nya dia bertemu dengan seorang perawat.


"Ayo Tuan letakan saja disini, kita langsung saja bawa ke ruang UGD" ucap sang perawat.


Bisma hanya mengangguk saja, dia sangat khawatir apalagi melihat wajah pucat sang Istri.


Hingga tak berselang lama mereka tiba di depan Ruangan tersebut, Bisma menunggu di depan dengan harap cemas. Bahkan dia tidak diam dan terus saja kesana kemari karena merasa takut.


"Aku hampir lupa ngabari Mama" gumam Bisma.


Dengan segera Bisma mengambil ponsel nya, dia menelpon sang mertua dengan gelisah.


"Aulia sakit Ma, aku saat ini sedang di Rumah sakit" jawab Bisma dengan cepat dan sangat terdengar khawatir.


"Loh, bukannya kemarin baik-baik saja. Bahkan semalam Aulia menelpon Mama dan terlihat baik-baik saja, Bisma" ucap Mama dengan cemas.


"Iya Ma, barusan pas bangun tidur dia muntah-muntah" balas Bisma dengan ekor mata tetap menatap ruangan yang masih tertutup.


"*Hah" terdengar suara kaget dari mertua nya.


"Yasudah tidak apa, nanti kamu hubungi Mama lagi ya" ucap Mama dengan terkekeh kecil*.


Tut.


"Loh kenapa malah di matikan dan Mama terlihat malah senyum" gumam Bisma dengan bingung.


Hingga lamunan nya tersadar saat pintu di buka dan keluarlah Dokter.


"Dok, bagaimana Istri saya?" tanya Bisma khawatir.


"Anda tidak perlu khawatir Tuan, Istri anda tidak apa-apa. Bahkan ada kabar baik untuk anda dari nya, masuklah" jawab Dokter tersenyum.


Hah.


Lagi dan lagi Bisma hanya bisa melongo, dia lalu masuk ke dalam setelah mengucapkan terimakasih pada Dokter.

__ADS_1


"Sayang, bagaimana keadaan mu sekarang?" tanya Bisma saat melihat Aulia yang sedang duduk bersandar di ranjang pasien.


"Mas" bukannya menjawab, Aulia malah memanggil nya dengan senyuman namun juga air mata yang jatuh.


"Loh kenapa malah nangis? Apa ada yang sakit? Mas panggilkan Dokter dulu ya" ucap Bisma dengan cepat.


"Aku hamil" ucap Aulia dengan senang.


Hah.


"Aku hamil Mas, kita akan menjadi orangtua" ucap Aulia kembali dengan air mata bahagia.


Grep.


Bisma langsung memeluk Aulia dengan lelehan air mata membasahi kedua pipi nya.


Bahagia? Tentu saja, ini yang di nantikannya sejak lama bersama dengan Aulia.


"Kita akan menjadi orangtua sayang" ucap Aulia kembali.


"Terimakasih sayang, sebentar lagi aku akan menjadi Ayah" balas Bisma dengan terus memeluk Aulia.


"Ya, dan aku akan menjadi Bunda. Kita akan menjaga nya bersama-sama dengan baik" ucap Aulia kembali.


Bisma mengangguk, dia kemudian melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Aulia. Bisma menatap nya penuh dengan bahagia dan cinta di sorot mata nya yang tajam.


"Aku sangat bahagia sayang, setelah penantian 4 tahun akhir nya kita mendapatkan kabar bahagia juga" ucap Bisma dengan lembut.


Cup.


Bisma mengecup kening Aulia lama, bahkan tangannya langsung terlepas dan mengusap lembut perut rata sang Istri.


"Sehat selalu Nak dan juga Bunda, Ayah menantikan kamu disini bersama dengan Bunda" lirih Bisma di hadapan perut Aulia.


Lagi dan lagi Bisma mengecup perut Aulia dengan penuh bahagia. Aulia hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala Bisma.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2