
Pagi ini, Aulia dan Bisma sudah dalam perjalanan pulang dari Rumah sakit. Senyuman Aulia sangat lebar karena sudah terbebas dari bau Rumah sakit yang membuatnya eneuk.
"Mau beli sesuatu?" tanya Bisma.
"Iya Mas, kita belum beli susu hamil" jawab Aulia menatap Bisma.
"Itu sudah sayang, semua rasa susu Ibu hamil sudah ada di Rumah, buah-buahan juga sudah lengkap" jelas Bisma dengan tersenyum.
Hah
"Kapan kamu beli nya, Mas?" tanya Auli bingung.
"Aku menyuruh Bibi untuk menyiapkannya, dan tadi pagi Bibi belanja bersama dengan sopir" jawab Bisma mengusap lembut kepala Aulia.
Aulia mengangguk dengan senyuman di wajah nya, dia lalu menatap kembali ke luar jendela.
"Sebelum sampai ke Rumah, apa gak ada yang mau di beli?" tanya Bisma kembali.
"Gak ada Mas, aku sedang tak ingin apapun" jawab Aulia lembut.
Bisma mengangguk, kemudian dia berbelok masuk ke komplek perumahan. Aulia menatap ke sekeliling dan netra mata nya menangkap bahwa ada tamu yang datang ke Rumah nya.
"Mas, sepertinya ada tamu" ucap Aulia saat melihat gerbang terbuka.
Hufh.
Bisma menghembuskan nafas kasar, dia sudah bisa menebak siapa yang datang.
__ADS_1
"Paling juga Ibu" ucap Bisma memasukan mobil nya ke halaman Rumah.
Dan benar saja disana Yona sudah menunggu dengan raut wajah yang masam, karena lagi dan lagi tidak di perbolehkan masuk ke dalam Rumah.
"Sayang, Mas mohon jangan beritahu Ibu dulu kalau kamu hamil. Kamu ngerti kan" ucap Bisma menatap Aulia dengan tatapan dalam.
"Iya Mas, aku tenang saja" balas Aulia menganggukan kepala nya seraya tersenyum pada Suami nya.
Bisma mengecup kening Aulia sejenak, lalu setelah nya mereka keluar dari dalam mobil.
"Bagus ya, kalian pergi tidak pernah ngajak Ibu" ucap Yona dengan nada kesal.
"Kami dari Rumah sakit, Aulia di rawat sudah 2 hari dan hari ini pulang" balas Bisma datar.
Bisma merangkul Aulia dan membawa nya masuk, Yona ikut serta meski tidak di suruh masuk.
Aulia memilih duduk terlebih dulu sebelum ke kamar, dia menghargai sang mertua yang datang berkunjung.
Yona tersenyum, dia menyangka bahwa Bisma mengatakan bahwa dia adalah Nyonya di Rumah itu.
"Kamu kenapa Aulia? Sakit biasa mah diem aja di Rumah gak perlu di rawat, buang-buang uang aja" celetuk Yona.
"Bu, kalau Aulia sakit biasa Dokter tidak akan menyarankan untuk di rawat" balas Bisma sengit.
Hingga tatapan Bisma menuju ke arah Bibi dan meminta buah yang sudah di kupas dan di potong.
"Berikan sini, tahu aja kalau Ibu pengen buah" ucap Yona.
__ADS_1
"Maaf Bu, ini untuk Aulia dan saran dari Dokter agar cepat sehat" balas Bisma cuek.
Ck.
Yona menatap Aulia dengan tak suka, dia bahkan mengumpat dengan kesal.
"Kalau Ibu mau silahkan" ucap Aulia tenang.
"Cih, aku tak mau" balas Yona.
"Kalau gak mau kenapa lihat terus?" tanya Aulia dengan terkekeh.
"Kau harus nya sehat, kalau sakitpun jangan manja dan merepotkan anak ku! Mending kalau kau hamil dan kaya, kau pantas untuk di manja, nah ini? Malas itumah bukan sakit" celetuk Yona menatap Aulia sinis.
"Lalu apa kabar jika aku hamil? Apa Ibu akan menerima aku, atau malah berusaha menyakiti aku?" tanya balik Aulia dengan tatapan tegas.
"Maaf aku tidak punya rasa hormat lagi pada anda, karena anda sendiri yang menunjukan bahwa saya ini hanya oranglain dan bahkan seperti musuh" ucap Aulia kembali dengan tegas.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.