
Bisma menunggu Bibi terlebih dulu di depan ruangan Aulia, dia tak ingin Aulia sampai tahu dan membuat nya kepikiran.
"Tuan" panggil Bibi sopan.
"Ya ada apa Bi?" tanya Bisma menyimpan kembali ponsel nya.
"Tadi pagi Ibu Yona kembali ke Rumah, bahkan dia mengamuk disana karena di sangka nya Nyonya Aulia ada disana. Apalagi saya diamkan dan tak membukakan pintu" jelas Bibi menundukan kepala nya.
"Bahkan Bu Yona juga sampai berteriak akan memberi perhitungan kata nya pada Nyonya Aulia" ucap Bibi kembali.
Hah.
Bisma menghela nafas kasar, entah harus bagaimana lagi menyikapi sikap Ibu nya itu.
"Yasudah Bi, sekarang Bibi pulang saja" ucap Bisma dengan ramah.
"Baik Tuan" balas Bibi patuh.
Setelah memastikan kepergian Bibi, Bisma lalu melangkah masuk ke dalam ruangan sang Istri. Dia membuka pintu dengan pelan agar tak mengganggu istirahat Istri nya.
"Aku harus segera bertindak agar Ibu tidak semakin menjadi pada Aul, aku takut dia akan lebih-lebih pada Aul mana dia lagi hamil" gumam Bisma sambil mendudukan bokong nya di kursi samping ranjang Aulia.
Bisma mengusap lembut kepala sang Istri, dia menatap dalam seolah tak ingin jauh dari Istri dan calon anak nya.
"Eungh" lenguh Aulia saat tangan Bisma mengusap lembut pipi nya.
__ADS_1
Perlahan kelopak mata Aulia terbuka sempurna, dia tersenyum saat melihat Bisma yang sudah ada di hadapannya.
"Apa aku mengganggu?" tanya Bisma lembut.
"Tidak, aku malah seneng kamu sudah kembali" jawab Aulia tersenyum.
Cup.
Bisma mengecup kening Aulia lembut, lalu setelah nya ia membantu sang Istri untuk setengah duduk di ranjang.
"Mas, kapan pulang? Aku sudah tak nyaman disini" rengek Aulia dengan raut wajah kesal nya.
"Besok pagi sayang, kamu harus benar-benar pulih agar kuat dan sehat" jawab Bisma lembut.
Ck.
"Kedepannya aku akan merepotkan kamu Mas, entah itu dengan sikap atau kemauan yang tak menentu" lirih Aulia.
"Tidak apa, aku menantikan hal itu sejak lama. Meski kata orang bahwa Ibu hamil itu segala mau, cengeng, manja ataupun itu aku akan tetap menghadapi nya dengan bahagia, karena apa? Karena kita sudah menantikan hal ini sejak lama" jelas Bisma tersenyum.
"Ya kau benar, Mas. Kau tahu Mas, saat Dokter memberitahu ku bahwa aku hamil, rasanya aku ingin melompat kegirangan karena bahagia" ucap Aulia dengan terkekeh kecil.
Bisma ikut terkekeh, bukan hanya Aulia yang kegirangan dia juga bahkan sangat girang dan bahagia. Dia bisa membuktikan pada semua orang bahwa Aulia tidak mandu* dan dia adalah wanita sempurna bagi nya.
"Jangan terlalu lelah dan banyak pikiran ya, kamu cukup melakukan aktifitas ringan saja dan biarkan Bibi selebihnya yang mengerjakan" ucap Bisma.
__ADS_1
"Iya sayang,entah kenapa juga aku jadi sangat lemas, dan pemalas semenjak hamil" kekeh Aulia dengan geli.
"Sehat-sehat ya, aku sayang kalian" ucap Bisma memeluk Aulia.
"Kami juga sayang, Ayah" balas Aulia.
Kedua nya terdiam dengan perasaan yang bahagia, bahkan sunggingan senyum tidak luntur di wajah keduanya.
Bagi Bisma, membuat Aulia tersenyum saja sudah cukup karena itu adalah obat semua rasa sakit nya.
Dia sekarang tinggal memikirkan bagaimana menghadapi sang Ibu yang semakin menjadi, Bisma takut kalau Aulia sampai drop karena ulah sang Ibu.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.