Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 20


__ADS_3

Yona mengepalkan tangan saat Aulia tak takut lagi dengan nya. Dia memikirkan cara agar Aulia dan Bisma berpisah, dia duduk kembali di ruang keluarga Bisma.


"Rumah ini cukup bagus dan tatanan nya sangat baik" gumam Yona dengan menatap kesana kemari.


"Bi" panggil Yona pada art Aulia.


Hening.


Tak ada yang menyahut sama sekali, dengan kesal Yona langsung menuju ke belakang dan tak ada siapapun.


"Kemana pembantu itu" gumam Yona.


"Ibu dari mana?" Tanya Bisma.


"Nyari pembantu mu" jawab Yona ketus.


"Oh Bibi lagi belanja untuk dapur" ucap Bisma cuek.


Bisma melenggang ke dapur untuk mengambil air dingin, suasana hati dan pikirannya sedang sangat kacau.


**


Malam hari nya, Yona tidak pulang sama sekali ari Rumah Bisma. Dia masih tetap disana dan ikut makan malam, Yona tak menganggap adanya Aulia disana dan cuek saja.


"Bisma, Ibu akan tinggal disini bersama mu" ucap Yona tiba-tiba.


"Izin dulu ke Aulia, dia yang punya Rumah ini dan dia juga yang punya wewenang" balas Bisma datar.


"Loh, kamu yang kepala keluarga dan kamu juga yang harus memutuskan, bukan Istri mandu* mu ini" ucap Yona kembali.


Aulia diam saja, dia tidak bereaksi apapun karena malas berdenat.


"Pulang saja Bu, disana sayang tidak aya mengisi" ucap Bisma dengan pelan.


Brak.


"Jadi kamu mengusir Ibu, Bisma" teriak Yona.


Aulia bangkit dari duduk nya, dia merasa muak dan tak bernafsu lagi untuk makan. Aulia lalu menatap Suami nya dan setelah nya berlalu dari sana.


"Makannya habiskan dulu, sayang" ucap Bisma.

__ADS_1


"Sudah tak nafsu, Mas" balas Aulia.


Kemudian Aulia berlalu dari sana, dia langsung masuk ke dalam kamar karena cukup lelah.


Sedangkan Bisma? Dia masih duduk di ruang makan dengan helaan nafas kasar.


"Pulanglah Bu, tolong beri aku kemandirian bersama Istri ku" ucap Bisma memohon.


"Kau tega Bisma, kau memilih dia daripada Ibu? Kau anak durhaka" bentak Yona penuh amarah.


"Kau berubah setelah bersama dengan Aulia, bahkan kau berani membentak Ibu yang dari dulu mengurus mu" ucap Yona kembali sambil meneteskan air mata.


Bisma menghela nafas kasar, dia bangkit dari duduk nya dan berlalu dari sana. Bisma masuk ke kamar nya dan ikut merebahkan tubuh nya di samping Aulia.


Yona sendiri masuk ke dalam kamar yang di samping kamar Bisma, namun pintu nya terkunci rapat dan tak da kunci yang ada disana.


Terpaksa Yona masuk ke dalam kamar tamu, dia terus saja menggerutu disana dan memikirkan cara bagaimana memisahkan Bisma dan Aulia.


"Hemm, aku harus segera mencari cara" gumam Yona merebahkan tubuh nya di ranjang.


**


Ke esokan pagi nya, Aulia bangun lebih dulu dan menyiapkan makanan untuk sarapan sang Suami. Dia tidak tahu bahwa mertua nya menginap disana karena Bisma juga tak menceritakannya.


Deg.


"Kenapa Mas Bisma tidak bilang bahwa Ibu menginap" batin Aulia.


"Kau memang pantas sih mengerjakan ini semua, bukan malah enak-enakan di kerjakan pembantu" celetuk Yona.


Aulia diam, dia tidak ingin meladeni sang mertua.


"Aulia, kenapa kamu tak pisah aja sih sama Bisma. Dia itu lelaki sempurna dan kamu? Kamu udah miski*, mandu* lagi" ucap Yona dengan enteng nya.


Prang.


Piring yang di pegang Aulia langsung lepas dan pecah, air mata ikut luruh kembali kala mendengar ucapan sang Mertua yang sangat sakit di hati nya.


"Apa salah aku Bu? Aku dan Mas Bisma saling mencintai. Tidak bisakah Ibu biarkan hidup kami tenang?" Ucap Aulia lirih.


Bruk.

__ADS_1


"Kurang ajar, jadi kau menganggapku pengganggu hah" bentak Yona.


"Auliaaaa" teriak Bisma saat melihat Yona terduduk di lantai.


Bisma melihat semua nya, dia tidak menyangka sang Ibu akan melakukan hal tersebut pada Aulia.


"Kamu tak apa, sayang?" Tanya Bisma lembut.


"Sakit Mas, aku sudah berusaha kuat namun aku rapuh" lirih Aulia.


Bisma membopong Aulia ke dalam kamar nya, dia meletakan Aulia di ranjang dengan lembut.


"Maafkan Mas, sayang" ucap Bisma sendu.


"Kita ke Rumah sakit ya, Mas takut kamu kenapa-napa" ajak Bisma.


Aulia hanya mengangguk saja, dia juga takut akan kondisi sang Anak yang di rahim nya.


Bisma dengan cepat membawa Aulia kembali keluar dari dalam kamar setelah dia selesai bersiap, bahkan Bisma tak menghiraukan teriakan sang Ibu dari dalam.


"Mas, aku menyerah saja" ucap Aulia dengan sendu.


"Maksud kamu apa, sayang?" tanya Bisma takut.


Aulia menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar, dia lalu menatap sang Suami dengan sendu.


"Aku lelah dengan semua ini, aku tak sekuat yang kamu kira. Aku terlalu sakit dengan semua ini" ucap Aulia meneteskan air mata nya


"Aku mohon, bertahanlah di samping ku sayang" mohon Bisma.


Aulia menggelengkan kepala nya, dia sudah sangat lelah dengan sikap sang Mertua yang selalu saja ikut campur.


"Maaf Mas, aku sudah bulat dan besok aku akan pulang pada Orangtua ku" putus Aulia dengan tegas.


Deg.


Bisma langsung menepikan mobil nya, dia menatap sang Istri dengan tatapan yang dalam.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2