
Selama 2 hari ini Bisma mencari Aulia yang entah dimana, bahkan dia sudah menerima laporan bahwa mertua nya dan Kakak Ipar nya pulang ke tanah air, berarti Aulia masih di Indonesia.
Dan disinilah mereka sekarang, di mansion megah Papa Aulia.
Disana ada Pak Sofian, Wulan, Yona bahkan Tito sekalipun. Tak lupa dengan wanita yang di lihat Aulia saat itu, Bisma pun ikut serta disana dengan wajah yang pasrah dan menatap Aulia sendu.
"Maaf Pak, ada apa ini sebenarnya?" tanya Pak Sofian memecahkan keheningan disana.
"Biar Bisma, Yona dan Tito saja yang menjelaskan semua nya" jawab Papa Aulia dengan datar.
"2 hari yang lalu atau tepat nya saat Wulan pulang dan Mas Bisma yang beralasan akan kembali ke Negara X itu semua nya bohong. Aku mendapati Mas Bisma sedang bersama wanita itu" jelas Aulia.
Deg.
Pak Sofian dan Wulan langsung melotot tak percaya, mereka lalu menatap Bisma yang diam saja seolah membenarkan semua nya.
"Apa itu benar Bisma?" tanya Pak Sofian dengan tegas.
Bisma tetap diam, dia bahkan tidak berani mengangkat wajah nya.
Plak.
"Kamu keterlaluan Bisma, Bapak sudah mewanti-wanti padamu bukan, kalau sekira nya sudah tidak mencintai Aulia maka pulangkan jangan sakiti dia" bentak Pak Sofian dengan murka.
"Maafkan Bisma Pak" lirih Bisma.
"Jelaskan semua nya" ucap Kakak Aulia dengan aura dingin nya.
Hening.
__ADS_1
Semua nya diam menanti kejelasan yang belum juga terucap dari salah satu tersangka.
"Aku yang akan menjelaskannya" ucap Yona lantang.
"Wanita itu adalah Aprilia, dia sahabat Bisma yang baru pulang dari Paris. Aku memang berniat akan menjodohkan dia dengan Bisma, dan terbukti Bisma menuruti keinganku saat aku mengancam akan menyelakai Aulia" jelas Yona santai.
"Aku begitu tidak menyukai Aulia, dia itu kaya namun tidak mau membuat keluarga ku kaya. Dan aku juga baru mengetahui fakta bahwa dia hamil" jelas nya lagi.
Aulia mengepalkan tangannya kuat, dia menatap tajam Bisma yang ada di hadapannya.
Plak.
Plak.
Tangan mungil Aulia menampar wajah Bisma dengan kuat.
"Kalau kau memang akan melindungi ku bukan berarti menerima tawaran itu, kau bisa membuat wanita itu jauh dari ku, Mas" teriak Aulia dengan nafas memburu.
Bugh.
"Kau tak pantas bersama Adik ku, pergilah dengan wanita itu dan Ibu mu" ucap Kakak Aulia dengan merangkul bahu sang Adik dan membawa nga pergi dari sana.
"Aku tidak akan menahan ataupun berbuat sesuatu, jika memang kalian ingin mengambil Aulia kembali silahkan saja" ucap Pak Sofian yakin.
Lalu Pak Sofian dan Wulan memilih pulang, mereka cukup kecewa dengan semua tindakan Bisma.
"Aku tidak akan berpisah dengan Aulia, Pak" teriak Bisma tak terima.
"Sudahlah Bisma, kamu ceraikan saja dia dan menikah dengan Aprilia" ucap Yona dengan santai.
__ADS_1
"Benar apa kata Ibu mu, aku akan mengurus surat cerai kita mulai sekarang. Maafkan aku, aku memilih pergi untuk bahagia, Mas" timpal Aulia dengan wajah sembab dan suara dingin nya.
"Tidak, aku tidak mau berpisah dengan mu" ucap Bisma bangkit dari duduk nya
"Maaf, tapi aku tidak mau lagi bersama dengan Pria yang tak bisa tegas" balas Aulia tegas.
Kemudian Aulia dan Kakak nya pergi membawa koper dari sana.
Bisma mengejar nya, namun sayang Aulia sudah lebih dulu masuk ke dalam mobil.
Yona, Aprilia dan Tito tersenyum penuh kemenangan melihat semua ini. Mereka berharap Aulia tidak akan kembali lagi.
"Apa kalian sudah puas membuat Putri ku menderita? Dan kamu Aprilia, kamu ternyata sudah siap dengan kabar kebangkrutan perusahaan mu ya" ucap Papa Aulia dengan terkekeh.
Papa Aulia lalu menyuruh penjaga menyeret keluarga Bisma keluar dari mansion nya, bahkan Papa Aulia juga merebut kembali perusahaan dan fasilitas yang Bisma pakai sekarang.
Dia dan Istri nya pergi dari sana dan tidak menghiraukan panggilan Bisma yang memohon.
Papa Aulia akan membuat mereka menyesal telah membuat Putri nya menangis dan terluka.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.