
"Jangan pergi dari sisi Mas, kalau mau pergi ayo kita pergi bersama. Mas, akan mengambil alih pekerjaan Papa yang ada di Negara sebelah dan kita akan menetap disana" ucap Bisma tegas.
Aulia tersenyum, dia bukan maksud memisahkan Ibu dan Anak namun Yona tidak akan tinggal diam dan akan terus menghantui mereka selamanya.
"Baik jika memang itu keputusan kamu, Mas. Aku ingin malam ini juga kita pergi" balas Aulia.
Bisma menganggukan kepala nya, dia lalu merogoh ponsel dan memberi kabar pada Asistennya. Bisma menyuruh sang Asisten untuk menyiapkan segala kepindahannya dan keperluan mereka di perusahaan.
"Kita tetap ke Rumah sakit ya" ajak Bisma lembut.
"Iya Mas" balas Aulia tersenyum.
"Mas juga sudah menyuruh Bibi merapihkan sebagian pakaian kita dan juga beberapa keperluan kamu" jelas Bisma.
Aulia mengangguk kembali, lalu perjalanan mereka kembali hening namun dengan perasaan yang cukup lega.
"Maafkan aku Bu, aku tak ingin kehilangan Aulia apalagi dia sedang mengandung anakku. Aku berdoa semoga Ibu cepat berubah" batin Bisma.
***
Sedangkan di Rumah Bisma, Yona terlihat sangat santai dan juga cuek saja.
Bibi memberikan beberapa koper pada Sopir untuk di antarkan langsung pada kedua majikannya. Tak lupa juga dia membereskan pakaiannya untuk kembali ke mansion Ayah Aulia.
"Loh itu koper siapa banyak banget?" tanya Yona bangkit dari duduk nya.
"Itu koper Tuan dan Nyonya" jawab Bibi cuek.
Hah.
__ADS_1
Yona membulatkan mata nya, dia lalu mengambil ponsel dan menelpon Bisma. Panggilan Yona sudah hampir 5 kali namun selalu di tolak oleh Bisma dan membuat murka Yona.
"Mau pada kemana majikan kamu, pembantu?" tanya Yona dengan wajah merah padam nya.
"Mereka akan berlibur ke Kota dimana Abang Nyonya Aulia tinggal" jawab Bibi.
"Oh iya Nyonya, silahkan anda pulang dan tinggalkan Rumah ini sesegera mungkin" ucap Bibi kembali.
Setelah mengucapkan hal itu, Bibi kembali ke belakang dan mengambil koper milik nya.
Sedangkan Yona? Dia langsung pergi dari sana dengan wajah yang sangat masam dan juga kesal.
"Lihat saja kalian, aku tidak akan tinggal diam" gumam Yona.
Yona pulang dengan wajah kesal nya, dia tidak langsung ke Rumah melainkan ke Rumah makan milik Tito.
Sesampainya disana, Yona langsung masuk dan menuju ke ruangan Tito. Dia nyelonong saja dan duduk di pangkuan Tito.
"Ck, aku sedang kesal dengan Bisma dan Aulia" balas Yona bergelayut tangan di leher Tito.
Lalu Yona menceritakan semua nya, dia tidak habis pikir kenapa Bisma sangat susah sekali di kendalikan dan dipisahkan dari Aulia.
Tito hanya mangguk-mangguk saja, dia lalu mengecup bibir Yona karena sudah sangat terbakar.
Mereka saling meluapkan emosi dan rindu dengan sebuah nafsu, bahkan Tito sudah membuka atasan baju Yona.
Mereka semakin terbuai dengan cumbuan, bahkan Yona sudah hampir telanjang.
Ceklek.
__ADS_1
"Ayahhhh" teriak seorang anak yang mematung bersama wanita di ambang pintu.
Deg.
Yona dan Tito melepaskan pangutannya, Yona juga membereskan pakaiannya dengan cepat.
"Mas Tito, Yona" lirih seorang wanita dengan air mata yang menetes.
Glek.
"Sialan, kenapa harus ketahuan sih" gerutu Yona.
"Li linda" ucap Tito.
Wanita tersebut langsung berbalik dan menitipkan anak nya pada salah satu pelayan disana.
Setelah nya ia masuk kembali dan menatap Yona serta Tito dengan tatapan tajam nya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.