
Reza langsung terdiam, dia tidak tahu bahwa tamu nya sudah tiba.
"Maaf" ucap nya dengan canggung.
Aulia lalu melambaikan tangannya, dia menyuruh Reza untuk mendekat pada nya.
"Pak, Mas Bisma, kenalkan dia Reza. Dia adalah calon Suamiku yang akan menikah 1 bulan lagi" jelas Aulia dengan tersenyum.
Dada Bisma bergemuruh sesak, namun dia sudah ikhlas dan tak akan egois untuk kebahagian Aulia tersebut.
"Salam kenal, Nak. Dan semoga pernikahan kalian lancar serta sakinah sampai akhirat" balas Pak Sofian ramah.
Wulan dan Bisma hanya mengangguk dengan tersenyum saja, dan semua itu membuat lega bagi orangtua Aulia.
"Semoga kamu bahagia Aul, aku sudah ikhlas untuk semuanya. Aku minta maaf atas segala hal yang pernah aku lakukan padamu, namun hanya satu aja permintaan dari ku" ucap Bisma menatap Aulia dalam.
"Apa?" tanya Aulia.
"Jangan larang aku ketika ingin menemui Putri ku dan jangan bedakan kasih sayang nya kelak jika kalian sudah punya anak sendiri" jelas Bisma.
"Dan untuk kamu Reza, tolong jangan bedakan kasih sayang nanti nya. Meski dia bukan anak kandung mu, aku mohon berikanlah kasih sayang besar bagi nya" mohon Bisma menundukan kepala nya.
"Kau tenang saja, aku bahkan sudah jatuh cinta pada Zeffa terlebih dahulu di bandingkan dengan Bunda nya" jelas Reza tersenyum ramah.
Bisma bernafas lega, dia lalu menatap Putri nya dengan tersenyum.
"Boleh aku bawa dia jalan-jalan di halaman belakang?" tanya Bisma pada Aulia.
"Boleh Mas" jawab Aulia
__ADS_1
Bisma tersenyum, dia lalu membawa Putri nya ke halaman belakang dan duduk di kursi yang menghadap ke kolam.
"Kau cantik sekali, Nak. Semoga kelak kebahagian selalu datang padamu" gumam Bisma mencium pipi Zeffa gemas.
Hingga siang hari keluarga Bisma masih disana, namun Pak Sofian mengajak Putra dan Putri nya untuk pergi pulang ke Jawa.
"Apakah lama disini?" tanya Bisma sebelum pulang.
"Lumayan lama, kamu bisa datang kembali jika ingin menemui Zeffa" jawab Aulia.
Bisma mengangguk, lalu mereka kemudian berpamitan pada keluarga Aulia dan Reza.
Setelah kepergian Bisma dan keluarga nya, Aulia membawa Zeffa menemui Reza yang ada di gazebo samping.
"Ayah" panggil Aulia menirukan suara anak kecil.
Reza langsung memalingkan wajah nya ke arah Aulia yang membawa Zeffa.
Aulia lalu memberikan Putri nya pada Reza, dia bersyukur karena Reza sangat menyayangi sang Putri.
"Mas, tak apa kan kalau pernikahan kita di adakan disini?" tanya Aulia.
"Tidak sama sekali, sayang. Mas akan tetap bahagia, apalagi kalau pernikahannya besok" kekeh Reza dengan menepuk pantat Zee.
"Ish di kira tak ada persiapan apa" gerutu Aulia kesal.
"Bagaimana sekarang perasaanmu?" tanya Reza.
"Baik, aku baik dan cukup bahagia melihat mereka sehat. Jujur, walau perasaan pada Mas Bisma masih ada namun aku enggan untuk kembali. Aku sedang belajar mencintai mu dan hatiku sudah nyaman bersama mu" jawab Aulia mantap.
__ADS_1
Cup.
Reza mengecup pelipis Aulia dengan senyuman yang bermekaran.
"Terimakasih" ucap Reza bahagia.
"Hmm" balas Aulia tersipu malu.
Mereka terus saja berbincang, entah dari pekerjaan ataupun persiapan pernikahan.
"Persiapan sudah Mama yang urus, jadi kita tinggal lihat saja" jelas Aulia.
"Yasudah, kamu fokus saja sama Baby Zee dan jangan ikutan stress mikirkan pekerjaan ataupun yang lainnya" ucap Reza tegas.
"Siap" balas Aulia patuh.
Kemudian mereka memutuskan untuk masuk ke dalam mansion, karena hari sudah mulai sore dan waktunya Zee mandi.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.