Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 13


__ADS_3

Selepas dari pesta, Aulia dan Bisma memutuskan untuk makan siang di sebuah Resto yang cukup sederhana. Namun, mereka merasa sangat tertarik karena desain nya cukup memanjakan mata.


Aulia memesan beberapa menu untuk nya dan Bisma, disana tersaji berbagai menu yang berasal dari setiap daerah penjuru Indonesia, ada juga makanan khas kampung yang sangat menggugah selera Aulia.


Lama menunggu, akhir nya pesenan Aulia pun tiba dan di hidangkan.


"Uhh rasanya air liur ku mau menetes, Mas" kekeh Aulia dengan memandangi makanan di hadapannya.


Bisma sontak langsung tergelak, dia mengacak rambut Aulia dengan gemas.


"Yasudah ayo makan, jangan di liatin mulu" balas Bisma terkekeh.


Keduanya lalu makan dengan tenang, sesekali Bisma menyuapi Aulia dengan telaten.


***


Sudah 2 hari Rumah Yona kosong, sejak kejadian bertengkar nya dengan Pak Sofian, Yona ikut pergi entah kemana.


Dan sore hari nya, terlihat Yona turun dari taxi dengan menenteng berbagai macam papper bag.


"Habis darimana Bu?" tanya tetangga sebelah.


"Habis dari Rumah sodara, saya duluan" jawab Yona dengan cuek.


Yona melenggang masuk dengan gaya sombong nya, dia bahkan memamerkan paperbag dengan tidak tahu malu.


"Bukannya dia sudah tidak punya saudara ya, Bu?" tanya si A


"Bener tuh, dia hanya punya Suami dan Anak nya saja kan" balas si B


"Dan sekarang Rumah tangga nya juga sedang di timpa musibah" celetuk Ibu nya Mira.


Lalu mereka bubar dengan gelengan kepala melihat tingkah laku Yona. Bahkan Mira dan Ibu nya tahu bahwa Pak Sofian telah pergi dari sana sejak kemarin.


"Kenapa Bu?" tanya Mira.


"Itu Ibu nya Bisma datang-datang bawa belanjaan banyak, ngaku nya sih dari saudara" jawab sang Ibu.

__ADS_1


"Biarkan saja Bu, dia biar tau rasa dan dapet karma yang menyakitkan. Bukannya aku mendoakan yang jelek, namun aku jengah melihat kelakuannya" ucap Mira.


Setelah itu, Mira berpamitan untuk pergi ke Klinik.


**


Sedangkan Yona, dia sedang aayik membuka belanjaan. Dia selama 2 hari ini menghabiskan waktu bersama dengan Tito. Memang umur mereka sudah tua, namun mereka bagaikan Abg yang kasmaran.


"Biarkan saja si Sofian pergi, aku tak peduli" gumam Yona.


Dengan gembira, Yona mencoba beberapa pakaian dan perhiasan yang di berikan oleh Tito.


"Besok aku akan pergi ke Rumah Bisma, mumpung lagi weekend" ucap Yona.


Yona membayar seseorang untuk membersihkan Rumah nya setiap pagi, dan memasakannya untuk sarapan dan makan siang saja. Dia sendiri? Hanya ongkang-ongkang kaki dengan santai nya di Rumah nya.


Malam tiba, Yona tidak risau karena ada seseorang yang di tugaskan Tito untuk mengantarkan makanan. Yona tidak takut sama sekali kalau ketahuan oleh Istri dan Anak Tito, dia yang penting hanya uang dan kemewahan saja.


***


Ke esokan pagi nya, matahari masih nampak malu-malu untuk keluar. Bahkan sejak tadi bumi ini hanya di guyur hujan yang sejak semalam menerpa.


Rencana nya, mereka akan jalan-jalan menikmati weekend ini. Namun nyata nya, cuaca tidak mendukung dan malah mendukung untuk tidur nyenyak.


Aulia menggeliat kecil, dia menaikan kembali selimut karena dingin. Bahkan wajah nya mengusek di leher jenjang sang Suami mencari kenyamanan.


"Ck, menggemaskan sekali" gumam Bisma terkekeh, Bisma baru saja terjaga saat Aulia yang tidak diam.


Cup


Cup


Bisma mengecup hampir seluruh inci wajah Aulia, dia lalu menarik pelan hidung Aulia saking gemas nya.


"Emmmhh Mas" rengek Aulia yang terganggu tidur nya.


"Hei bangun, sudah siang loh" ucap Bisma sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Sebentar lagi ya Mas, aku lemes banget terus entah kenapa males bangun. Gara-gara kamu kali ya semalam gak jeda, ehh pagi nya di sembur lagi" balas Aulia sambil mata terpejam dan bibir mengkrucut.


Bisma langsung saja tergelak, dia semakin gemas dan akhir nya memeluk Aulia dengan erat. Ciuman bertubi-tubi di layangkan pada wajah cantik sang Istri.


"Massss" rengek Aulia akhir nya membuka mata.


"Sekali lagi ya boleh, dia sudah bangun" kekeh Bisma dengan langsung menyergap sang Istri.


"Ya ampun, belum juga jawab udah di buat pasrah aja ,ahh" gerutu Aulia.


Dan terjadi lagi petualangan yang entah keberapa kali nya, Aulia dengan senang hati selalu melayani sang Suami dengan ikhlas.


Hampir jam 11 siang mereka baru keluar dari kamar, Bibi yang melihat nya pun hanya menggelengkan kepala dan tersenyum kecil.


"Nona, mau Bibi hangatkan makanannya?" tanya Bibi


"Boleh Bi, aku laper soal nya" jawab Aulia tersenyum kecil.


Bibi mengangguk patuh, kemudian Aulia dan Bisma menunggu di meja makan dengan segelas Teh hangat. Cuaca masih hujan dan Bisma memutuskan untuk tidak jadi jalan-jalan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2