
Aulia duduk dengan resah di dalam pesawat, meski Bibi sudah menyarankan untuk tenang pun dia tetap saja resah, gelisah dan perasaan tak enak.
"Nyonya, anda mau sesuatu?" tanya Bibi.
"Aku mau cokelat hangat, Bi" jawab Aulia dengan lirih.
Lalu Bibi meminta pada seseorang yang bertugas, setelah itu dia menatap sang majikan kembali.
"Tenanglah Nyonya, coba tarik nafas perlahan lalu buang" ucap Bibi Ki.
Aulia mencoba dengan perlahan, dia mencoba tenang dan berpikir positif saja.
Hingga tak lama datanglah cokelat hangat pesanan nya, sedangkan sopir dan Bibi hanya memesan kopi.
Hingga tak berselang lama akhir nya Aulia tenang dan memilih untuk memejamkan mata nya.
"Apa Nyonya sudah tidur?" tanya Sopir pada Bibi.
"Sudah, dia terlihat sangat gelisah" jawab Bibi Ki.
Sang sopir menghela nafas kasar, dia juga bisa melihat bahwa tidak biasanya sang majikan begitu.
"Aku juga sudah melihat gelagat Tuan Bisma yang mencurigakan, apalagi saat akan pulang ke Indonesia. Aku yakin sekali ada yang di senyembunyikan oleh nya dari Nyonya Aulia" jelas Sopir dengan berbisik.
"Kau benar, aku juga sempat mendengar dia menerima telepon dengan bicara berbisik dan mata nya awas kesana-kemari" balas Bibi Ki.
Kedua nya lalu diam dengan pikiran masing-masing, entah kenapa mereka juga merasakan akan ada hal yang terjadi setelah mereka sampai di Indonesia.
**
Tepat tengah malam Aulia sampai di Hotel yang sudah di pesan dengan atas nama sang Sopir, mereka sudah tiba di Indonesia dan memutuskan menunggu besok pagi untuk mencari tahu.
Aulia mengambil ponsel nya yang sejak tadi dia matikan, tidak ada panggilan ataupun pesan masuk dari Bisma.
Hanya ada Wulan yang mengirim pesan bahwa mereka sudah sampai tadi dan sekarang sedang menginap di Hotel dulu.
"Mereka juga sama menginap di Hotel ini" gumam Aulia lirih.
"Lebih baik aku istirahat dulu saja" gumam Aulia kembali setelah mengirim pesan dan mencoba menghubungi Bisma.
*
Ke esokan pagi nya, Aulia dan Bibi serta sopir sudah siap dengan pakaian yang berbeda. Bahkan Aulia dan Bibi mengenakan hijab agar tidak ketahuan oleh Bisma ataupun siapapun.
"Sebentar, aku akan menelpon Wulan dulu" ucap Aulia.
__ADS_1
Tut.
Tut.
"Iya Mbak, kenapa?" tanya Wulan setelah sambungan di angkat.
"Wulan, apa kamu sedang di perjalanan ke Jawa? Seperti ramai di Bus?" tanya balik Aulia heran.
"Iya Mbak, aku subuh tadi langsung naik travel untuk ke Jawa. Bang Bisma tidak mengantar karena akan kembali lagi kesana karena khawtir sama Mbak" jelas Wulan.
"Oh yasudah kalau begitu hati-hati, salam untuk Bude dan Bapak serta yang lainnya" ucap Aulia dengan lembut.
Tut.
Panggilan terputus setelah Aulia mendengar balasan dari Wulan, dia lalu mencari nomor sang Suami.
Tut.
"Halo Mas, bagaimana perjalanannya?" tanya Aulia langsung saat telepon nya sudah di angkat.
"Baik-baik saja, sayang. Mas saat ini sedang ada di perjalanan menuju ke Jawa bersama Wulan, tapi sayang dia malah tidur" jawab Bisma dengan tertawa kecil.
Deg.
"Oh yasudah kalau begitu aku tutup dulu teleponnya ya" pamit Aulia dengan berusaha tenang.
Hingga manik mata Bibi melihat seseorang yang dia sangat kenali.
"Nyonya, itu" ucap Bibi setelah Aulia menyimpan ponsel nya.
Aulia menatap Bibi heran, namun detik kemudian dia melihat arah pandang Bibi Ki.
Deg.
"Ya Tuhan" gumam Aulia dengan menutup mulut nya dan jantung yang berdegub kencang.
"Ayo kita ikuti" ajak sopir Aulia dengan cepat menyadarkan Aulia dan Bibi.
Bibi langsung memapah Aulia, dia ikut masuk ke dalam mobil dengan gerakan cepat.
"Bibi, tadi itu Mas Bisma. Dengan siapa dia? Kenapa dengan wanita?" tanya Aulia dengan air mata yang sudah menetes.
Bibi diam saja, dia memeluk tubuh Aulia yang bergetar karena menangis.
Sedangkan sopir Aulia terlihat fokus dan terus saja mengikuti mobil Bisma.
__ADS_1
Hingga mobil tersebut berhenti di sebuah Restoran mewah, Bisma turun dengan wanita tadi.
Sedangkan di belakang nya, Aulia memakai masker sedang mengikuti nya bersama Bibi.
Deg.
"Ibu" lirih Aulia saat melihat Suami nya menghampiri Yona dan Tito yang ada di meja lain.
"Mas Bismaaaaa" teriak Aulia yang sudah geram.
Deg.
Bisma langsung membalikan tubuh nya, dia menegang seketika melihat Istri nya ada disana.
Aulia menangis dengan menggelengkan kepala nya, dia lalu berbalik dan pergi dari sana dengan Bibi Ki.
Sopir tersebut dengan sigap langsung tanjap gas dan meninggalkan Bisma yang berteriak.
"Auliaaa"
"Arrgghhhh" teriak Bisma dengan kesal.
Bisma lalu masuk ke dalam mobil nya dan mencoba mengejar Aulia.
Drrtt.
Drrtt.
Ponsel Bisma berdering, terlihat nama mertua nya disana.
"Halo Pa" ucap Bisma seteleha menepikan mobil nya.
"Kenapa kau lakukan ini pada Putri ku, Bisma. Aku kira kau tulus, namun kau masih bisa di pengaruhi oleh Yona" ucap Papa Aulia dengan penuh tekanan.
Tut.
"Pa, Papa" teiak Bisma namun sayang panggilan nya sudah terputus.
"Arrrghhhhhh" teriak Bisma kembali dengan penuh geram.
.
.
.
__ADS_1
.