
Kabar bahagia itu terus berlanjut hingga ke telinga Pak Sofian dan Wulan. Namun keduanya belum bisa ke Jakarta karena Wulan yang sedang sekolah dan Pak Sofian juga mulai sibuk dengan toko kelontongan yang baru buka.
Aulia dan Bisma tidak mempermasalahkan akan hal itu, cukup dengan do'a saja mereka cukup bahagia. Karena mereka berdua tahu bahwa keduanya sibuk, begitupun dengan orangtua Aulia yang tak bisa pulang dalam waktu dekat ini.
"Sayang, Mas akan ke perusahaan karena ada meeting penting. Kamu disini bersama Bibi tak apa?" jelas Bisma sambil melangkah mendekati Aulia.
"Tidak apa, Mas. Asal cepat pulang jika sudah beres" balas Aulia penuh pengertian.
"Tentu saja, kalau begitu aku pergi dulu ya" pamit Bisma dengan mengecup kening Aulia dan perut nya lembut.
Aulia mengangguk seraya tersenyum dengan teduh.
"Bi, aku kerja dulu ya. Titip Aulia dulu ya, kalau ada apa-apa cepat hubungi saya" ucap Bisma pada Bibi.
"Baik Tuan, anda tenang saja" balas Bibi patuh.
Setelah itu, Bisma pergi dari sana dengan segera karena sudah terlambat. Untung saja jarak perusahaannya dekat dan tidak perlu bermacet-macetan ria dengan yang lainnya.
Senyum bahagia tak pernah luntur dari wajah tampan Bisma, dia merasa sangat bahagia karena telah di beri kebahagian yang amat sangat dia nantikan bersama dengan Aulia.
**
Setelah kepergian Bisma, Aulia kemudian memejamkan mata nya kembali karena sangat kantuk.
__ADS_1
Dokter memang menyarankan agar dia di rawat terlebih dulu karena masih lemah, dan dengan senang hati Bisma menyetujui nya.
Bibi membereskan semua bekas makan sang majikan, dia juga merasakan kebahagian yang di rasakan oleh kedua majikannya.
Namun dia mengingat bahwa tadi sebelum dia pergi kesini Yona sempat datang kembali.
"Ya Tuhan, kenapa aku lupa memberitahu Tuan Bisma" gumam Bibi dengan panik.
Lalu Bibi mengirim pesan pada Bisma agar menghubungi nya jika senggang nanti. Dia takut Yona akan berdampak buruk pada kesehatan Nyonya dan calon baby nya.
***
Di perusahaan, Bisma memimpin meeting dengan sangat berwibawa dan juga penuh ketegasan. Makannya tak banyak para kolega yang sangat menyukai cara kerja nya.
"Baik Tuan, kami tentu saja tidak keberatan. Semoga Nyonya Aulia lekas membaik" balas salah satu dari mereka dan yang lainnya hanya mengangguk.
Bisma menutup meeting tersebut tepat jam makan siang, dia akan kembali ke Rumah sakit karena pekerjaannya sudah selesai dan tak ada hal lagi.
Namun sebelum pergi, dia memeriksa ponsel nya yang sempat bergetar tadi saat meeting.
"Bibi, ada apa ya" gumam Bisma penasaran.
Bisma tidak langsung menelpon nya, karena dia akan kembali ke Rumah sakit dengan segera.
__ADS_1
"Sandi, saya akan kembali ke Rumah sakit. Jika ada yang perlu tandatangan saya kamu nanti antarkan saja kesana, dan handle semua nya disini" ucap Bisma sebelum pergi.
"Baik Tuan, semoga Nyonya cepat sembuh" balas Sandi dengan sopan.
Bisma hanya mengangguk, kemudian dia melangkah keluar dari perusahaan dengan segera.
Sengaja Bisma tidak memberitahu akan kabar bahagia ini pada orang luar, karena terlalu bahaya untuk keselamatan kedua nya.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, karena memang tidak terlalu jauh jadi Bisma santai saja melajukan mobil nya.
Hingga tak berselang lama mobil tersebut sampai juga di halaman Rumah sakit.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.