
Sesampai nya di Rumah, Aulia langsung mengajak mereka makan.
"Jangan di tekuk gitu dong, besok pagi kita liburan ke Pantai dan jelajahi Mall disini" ucap Aulia dengan merangkul bahu sang Adik.
"Wah benarkah? Abang siapkan dompet tebalmu ya" kekeh Wulan dengan menatap Bisma penuh godaan.
"Ck, kau juga sekarang sudah banyak uang" olok Bisma sambil membantu Aulia duduk di kursi.
Hehe.
Wulan hanya cengengesan saja, dia lalu ikut duduk di kirsi bersama dengan Abang dan Ipar nya.
"Ayo makan dulu" ucap Bisma.
Kemudian mereka memulai makan nya dengan tenang, Aulia merasa nafsu makan nya naik saat trimester 2 ini. Bahkan tak jarang dia juga selalu meminta makanan pada malam hari pada Bisma.
Wulan terkekeh melihat Aulia yang sangat lahap makan, dia cukup bersyukur karena melihat Abang dan Ipar nya yang bahagia menjalani Rumah tangga nya.
"Semoga saja mereka selalu bahagia dan Rukun" batin Wulan.
"Kamu langsung istirahat saja, Dek. Nanti malam baru kumpul lagi" ucap Bisma.
"Baik Bang" balas Wulan.
Kemudian mereka beranjak dari ruang makan tersebut, Bisma dan Aulia memilih bersantai sore di samping rumah dengan di temani puding dan sald buah.
Drrt.
Drrt.
"Bapak nelpon" ucap Bisma melihatkan ponsel nya pada Aul.
__ADS_1
"Yaudah angkat" balas Aulia.
Bisma mengangguk.
"Hallo Pak" sapa Bisma setelah tersambung.
"Apakah Adikmu sudah tiba Bis? Dia tidak aktif nomor nya?" tanya Pak Sofian cukup khawatir.
"Sudah Pak tadi, dia lagi Istirahat dulu di kamar" jawab Bisma lembut.
Terdengar helaan nafas lega dari seberang sana.
"Bagaimana kabar, Bapak?" tanya Bisma.
"Bapak baik Nak, bagaimana dengan kalian? Bagaiman kandungan Aul?" tanya Pak Sofian balik.
"Aul baik Pak, kandungan Aul juga baik" jawab Aulia dengan semangat.
"Nanti saja Bapak kesana nya, di Toko lagi cukup rame apalagi sekarang Wulan disana. Kalau Bapak kesana bagaimana dengan Toko? Nanti gulung tikar lagi" balas Pak Sofian terkekeh.
Hufh.
"Iya juga ya, Pak. Bapak jangan terlalu lelah bekerja ya" ucap Aulia.
"Benar apa kata Aul, Bapak jangan memporsir tenaga untuk terus bekerja. Harus ada libur nya, apalagi Wulan disini agak lama" timpal Bisma.
"Iya iya tidak, Nak. Bapak selalu menutup Toko sore hari dan hari Jum'at libur" balas Pak Sofian.
Mereka terus saja berbicara dengan topik yang kesana kemari, Pak Sofian memang kerap sekali menelpon anak dan menantu nya agar tak putus kontak.
***
__ADS_1
-Jakarta, Indonesia.
Saat ini Tito sedang menemani Yona di taman Rsj. Entah apa yang dia pikirkan hingga dia mau menunggu Yona bahkan terkesan sangat perhatian pada nya.
Kondisi Yona sudah stabil dan membaik, hanya tinggal menunggu hari kepulangannya saja.
"Mas, apa yang akan kita lakukan nanti nya?" tanya Yona pada Tito.
"Kamu diam saja, kita nanti akan pergi dari sini dan hidup bahagia" jawab Tito dengan tersenyum miring.
Yona ikut tersenyum, dia tahu bahwa Tito punya rencana cantik untuk ke depannya.
"Kamu sih kenapa jadi bisa masuk ke sini segala, jadi kita tertunda untuk pergi" gerutu Tito.
"Ya aku pas tau Bisma pergi itu rasanya pusing, stress dan mungkin mental aku juga kena" ucap Yona.
"Yasudah sekarang bersiap saja, karena nanti malam kamu akan pulang bersama ku dan kita akan langsung pergi" jelas Tito.
Yona mengangguk, dia kemudian berdiri dan masuk ke dalam ruangan yang selama ini dia tempati.
Sedangkan Tito, dia mengurus segala kepulangan Yona dari Rsj tersebut.
.
.
.
.
.
__ADS_1