Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 36


__ADS_3

Hari keberangkatan pun tiba, Aulia sudah siap dengan Zeffa yang anteng di gendongan Reza.


"Mas, sini biar aku yang gendong" ucap Aulia dengan tak enak.


"Gak apa Aul, dia anteng kok di pelukan ku" balas Reza tersenyum.


"Kalau pegel bilang ya" ucap Aulia.


Reza tersenyum, dia lalu duduk di samping Aulia dan orangtua Aulia di depan mereka.


Hingga tak terasa pesawat yang mereka tumpangi pun sudah take off.


Aulia beberapa kali menguap, semalam Zeffa cukup rewel yang mana membuat Aulia bergadang.


"Tidurlah, nanti kalau Zeffa nangis aku bangunkan" ucap Reza lembut.


"Maaf ya jadi merepotkan" balas Aulia.


Reza terkekeh sambil menggelengkan kepala nya, Aulia langsung saja memejamkan mata nya karena memang lelah.


**


Saat ini Wulan, Pak Sofian dan Bisma sudah di Jakarta.


Mereka bertiga sedang berbelanja serta memeriksa kesehatan Bisma.


Ting.


Ponsel Wulan berbunyi, dia lalu membelakan mata nya saat melihat siapa yang mengirim pesan.


"Pak, Abang" pekik nya dengan bahagia.


"Ada apa?" tanya Pak Sofian bingung.


Wulan memberikan ponsel nya pada sang Bapak, lalu dia memeluk Bisma dengan senang.


"Mbak Aul akan pulang bersama dengan keponakan ku, dia akan cukup lama disini" ucap Wulan dengan bahagia.


Deg.

__ADS_1


Bisma langsung membeku, dia mengatur nafas dan perasaannya.


Lalu Bisma membalas pelukan Wulan dengan tersenyum.


"Tapi Bang" ucap Wulan menatap Bisma sendu.


Pak Sofian pun hanya menatap nya sekilas dan selebih nya memalingkan wajah nya.


"Dia bersama calon Suami nya" lirih Wulan.


Huh.


"Tidak apa, Abang sudah ikhlas kok. Biarkan dia menggapai kebahagiannya, Abang juga akan bahagia jika dia bahagia, yang terpenting Abang masih bisa menemui Anak Abang" jelas Bisma tenang.


"Terimakasih, Nak" ucap Pak Sofian.


Pak Sofian lalau memeluk Putra nya dengan erat.


"Aku sudah ikhlas Pak, aku juga tidak akan egois untuk hal ini" jelas Bisma.


"Jodoh Abang juga sudah menanti" ucap Wulan dengan tersenyum.


Mereka lalu kembali ke penginapan, mereka akan menunggu esok pagi untuk bertemu dengan Aulia dan yang lainnya.


*


Ke esokan pagi nya, Wulan sudah mendapat izin kalau dia dan keluarga nya boleh menemui Aulia di Mansion orangtua nya.


"Ayo Pak, Abang" ajak Wulan tak sabaran.


"Iya iya Ayo" balas Bisma.


Ketiga nya lalu beranjak dari sana, Bisma melajukan mobil nya ke mansion yang dulu pernah dia singgahi.


Jantung nya terus saja berdetak, bukan karena akan bertemu dengan Aulia namun dia sudah tak sabar ingin menemui Anak nya.


Hingga tak berselang lama sampailah mereka di mansion Aulia, mereka lalu keluar dari mobil dan langsung menuju ke Rumah.


"Assalamualaikum" ucap Pak Sofian.

__ADS_1


"Waalaikumsalam" balas pelayan.


Pelayan tersebut lalu mengarahkan Pak Sofian dan yang lainnya ke ruang keluarga sesuai perintah Papa Aul.


"Mbak" ucap Wulan dengan air mata yang sudah menetes.


"Wulan, Bapak" balas Aulia dengan berdiri dari duduk nya.


Grep.


Wulan langsung memeluk Aulia dengan erat, mereka berdua menumpahkan semua perasaan rindu yang sudah menggunung.


Sedangkan Bisma, dia terpaku melihat bayi mungil yang sangat mirip sekali dengan dirinya namun versi wanita.


"Pa, apa itu Putri ku?" tanya Bisma terbata.


Papa Aulia mengangguk, lalu Mama Aulia memberikan Cucu nya pada Bisma.


Tes.


"Pak, lihat dia sangat cantik" lirih Bisma saat Zeffa dalam gendongannya.


Wulan dan Aulia melerai pelukannya, kedua nya menatap Bisma dengan Zeffa yang di pelukan nya.


"Sayang, Zeffa dimana?" tanya Reza yang baru saja turun.


Deg.


.


.


.


.


.


*udah double nih, jangan lupa Like, Komen dan Vote nya ya🤗

__ADS_1


__ADS_2