
Pagi ini, Aulia sudah berkutat di dapur bersama dengan Wulan. Mereka akan piknik ke Pantai yang tak jauh dari sekitaran sana, Aul dan Wulan berniat akan membawa bekal makanan sendiri saja.
Bisma sendiri masih terlelap karena selepas subuh tidur kembali.
"Mbak, bikin ayam bakar aja gimana?" usul Wulan.
"Boleh, nanti disana kita beli ikan sama seafood lainnya. Berarti kita bawa ayam bakar sama capcay pesenan Abang mu saja ya" ucap Aulia.
"Jangan lupakan salad buah, hehe" balas Wulan dengan cengengesan.
"Siap" ucap Aul.
Kemudian mereka berdua menyiapkan bahan-bahan nya, setelah itu Aul menyuruh Wulan mencuci sayuran dan bahan lainnya, Aulia sendiri akan membuat bumbu.
**
Setelah semua nya siap, Bisma berangkat dengan mengendarai mobil sendiri tanpa sopir.
Selama perjalanan berlangsung, baik Wulan maupun Aulia tak ada yang diam, keduanya terus saja berceloteh yang mana membuat perjalanan itu terasa ramai.
"Dek, kamu beneran gak kuliah?" tanya Aulia.
"Iya Kak, aku kalau ada rezeki akan membuka cafe saja di Jawa" jawab Wulan pasti.
"Gak sayang? Kamu itu pinter loh" bujuk Bisma.
"Gak Abang, aku gak mau ninggalin Bapak. Aku juga akan buka Cafe dekat dengan Toko kelontong Bapak" balas Wulan tetap pada pendiriannya.
Aulia mengangguk, dia dan Bisma tidak akan memaksa Wulan karena mereka takut membuat Wulan tak nyaman.
"Yasudah terserah kamu saja" ucap Bisma pasrah.
"Kalau kamu disini lama, Bapak disana di bantu sama siapa?" tanya Aulia.
"Bapak sama keponakannya Pakde, dia putus sekolah karena kurang biaya jadi aku rekrut aja karena Toko yang cukup ramai" jawab Wulan.
Hingga tak terasa mereka sudah sampai di Pantai, Wulan dan Bisma membawa semua bekal makanan keluar dari mobil.
Mereka berjalan langsung ke pondok yang ada di bibir pantai, setelah meletakan semua nya Bisma langsung ke Restoran membeli ikan dan seafood.
"Wah bagus banget ya, Mbak. Ini asri banget kayak di Indonesia saja" kagum Wulan menatap kesana kemari.
"Kamu benar Dek, disini kita bisa seru-seruan. Nanti beli jagung dan kita bakar" balas Aulia.
__ADS_1
"Ayo ayo makan dulu" ajak Bisma yang sudah kembali.
"Go" balas Wulan dan Aulia tertawa kecil.
Bisma menggelengkan kepala nya kecil, dia lalu memberikan seafood pesanan Aulia.
Mereka makan terlebih dulu sebelum berenang ataupun bermain pasir disana, di pondok itu juga sudah di lengkapi dengan kamar mandi jadi para wisatawan tidak perlu repot-repot mencari lagi kamar mandi.
Setelah selesai, Wulan langsung saja mengganti pakaiannya dan Aulia masih saja setia dengan makanan yang menurut nya menggugah selera.
"Aku berenang duluan ya, Mbak" pamit Wulan.
"Iya, hati-hati dan jangan jauh" balas Aulia tegas.
"Siap" ucap Wulan.
Wulan langsung saja pergi menuju pantai indah di hadapannya. Dia sudah sangat tak sabar untuk berenang disana dengan puas.
"Mas, kenyang" ucap Aulia dengan menjulurkan kaki nya agar lebih enak duduk.
"Yaudah ini buat nanti saja" balas Bisma merapihkan bekas makanan Aulia.
"Biar aku saja, kamu ganti pakaian saja" ucap Aulia mengambil alih piring di tangan Bisma.
Bisma menatap Aulia tajam yang artinya tak ingin Aulia membantah ataupun protes.
"Anak baik" balas Bisma mengecup mesra pipi Aulia.
Aulia menghela nafas, Bisma sangat siaga dan tak pernah membiarkan melakukan hal apapun jika dia berada di Rumah.
*
Aulia dan Bisma langsung turun mendekati Wulan yang asyik berendam di Pantai. Aulia duduk di pasir dan sesekali air laut menerpa nya.
"Cuaca nya bagus banget ya, Mbak" ucap Wulan yang ikut duduk di samping nya.
"Iya Dek, mana lumayan sepi lagi jadi kita bisa leluasa" balas Aulia.
"Kemana Abang?" tanya Wulan celingukan.
"Masih di pondok, ada yang menelpon tadi" jawab Aulia.
Wulan hanya ber oh saja, dia kembali berenang dan menikmati hari pertama liburan nya di Negara tersebut bersama sang Ipar.
__ADS_1
Sedangkan Bisma, dia menerima telpon dari sang Bapak dan memilih menerima nya di pondok.
"Ada apa, Pak?" tanya Bisma langsung.
"Ibu mu dan Tito sudah pergi entah kemana, jaga Wulan dan Aulia disana. Bapak takut mereka kesana" jelas Pak Sofian.
"Loh kok bisa? Memang nya Ibu sudah sembuh?" tanya Bisma kembali dengan cemas.
"Dokter bilang Ibu mu sudah sembuh meski belum total, namun Ibu mu memaksa ingin pulang dan kemarin mereka mengizinkan Ibu dibawa pulang Tito" jawab Pak Sofian.
Huh.
"Baiklah, nanti aku akan utus anak buah ku agar mencari kedua nya" ucap Bisma.
Tut.
Panggilan terputus setelah Pak Sofian berpamitan, Bisma sendiri langsung menghela nafas kasar dan menatap Istri serta Adik nya yang sedang tertawa bahagia.
"Ck, ada saja" gerutu Bisma dengan kesal.
Bisma lalu menelpon anak buah nya, dia menyuruh mereka untuk mencari tahu kemana pergi Yona dan Tito.
Setelah itu, dia pergi menghampiri Wulan dan Aulia yang sedang bermain pasir.
"Mas, siapa yang nelpon?" tanya Aulia saat melihat Suami nya duduk di samping tubuh nya.
"Bapak, dia nanyain Wulan katanya kangen" jawab Bisma berbohong, dia tidak ingin merusak moment liburan itu.
"Ya ampun Bapak, bagaimana bisa aku lama-lama disini kalau begitu" ceplos Wulan dengan terkekeh.
"Ya kamu memang hanya akan 1 minggu saja disini, kasian Bapak kalau kamu lebih dari itu disini nya" ucap Bisma.
"Hehe iya iya Abang" balas Wulan patuh.
Mereka bertiga menikmati suasana pantai sampai siang hari, baru setelah itu Bisma mengajak mereka makan di Restoran dan pulang.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.