Pergi Untuk Bahagia!

Pergi Untuk Bahagia!
Bab 8


__ADS_3

Setelah selesai berbicara, Bisma membenamkan wajah nya di peeut Aulia. Sedangkan Aulia sendiri hanya bisa diam dengan wajah terkaget-kaget nya.


"Mas harus bagaimana, sayang?" lirih Bisma.


"Biarkan Bapak saja yang mengambil keputusan, kita baru bisa memberi saran setelah apa yang beliau ambil keputusan" ucap Aulia lembut.


"Istirahatlah, aku akan membereskan barang-barang dulu. Besok biar kita langsung pergi ke Rumah yang sudah rampung" ucap Aulia kembali


Bisma mengangguk, dia memang cukup lelah dengan pekerjaan. Apalagi ditambah dengan masalah orangtua nya.


Aulia mulai mengemas beberapa pakaian dan barang yang sempat dia bawa kemarin, begitupun dengan semua barang Bisma. Dia cukup bersyukur karena Rumah yang memang sedang tahap renovasi sudah selesai, Aulia dan Bisma membeli Rumah tersebut 2 bulan yang lalu.


"Kamu pasti lelah, Mas. Semoga saja nanti lelah mu akan berbuah berkas" gumam Aulia sambil menatap wajah lelah Bisma yang terlelap.


Setelah selesai, Aulia beranjak keluar dari kamar. Aulia akan membantu Mama nya masak untuk makan malam nanti.


Keluarga mereka bisa di bilang orang terpandang, namun cara kehidupannya sangat sederhana dan tidak menunjukan bahwa mereka orang kaya. Hingga, Yona sendiri menganggap keluarga Aulia itu miski*.


***


Sedangkan Yona? Dia sejak tadi sudah sampai di Rumah, dia mencari Wulan namun tidak ketemu. Hingga pendengarannya menangkap suara mobil berhenti di halaman.


Dengan segera Yona keluar dan melihat siapa yang datang, ternyata disana Wulan dan Suami nya, Sofian.


"Bagaimana bisa anak itu bersama, Sofian?" gumam Yona kesal.

__ADS_1


Yona masuk kembali dengan wajah yang kesal dan marah, dia langsung masuk ke dalam kamar.


"Untung saja Bapak tadi menelpon aku, jadi aku bisa bebas dari amukan Ibu" lirih Wulan.


Sofian mengelus lembut rambut Wulan, dia amat sangat menyayangi Putri nya ini, terlepas walaupun dia tahu bahwa Wulan bukan anak kandung nya.


"Maafkan Bapak ya, Nak. Bapak janji sekarang tidak akan meninggalkan mu lagi" ucap Pak Sofian.


"Iya Pak, dan suruh Kak Bisma membawa Mbak Aulia pergi dari sini. Aku kasihan melihat nya, dia selalu di tindas oleh Ibu" balas Wulan.


"Mereka besok akan langsung pindah Rumah, makannya sekarang kamu bereskan semua barang-barang Kakak dan Mbak mu" jelas Pak Sofian.


Wulan mengangguk dengan wajah sumringah, dia lega karena Bapak nya sudah pulang dan dia sangat lega karena Aulia akan pergi, jadi dia tidak perlu melihat Mbak Ipar nya di siksa lagi.


Ceklek.


"Kapan kamu pulang? Kenapa beberapa bulam ini kamu tidak memberiku uang, Mas?" cecar Yona pada Suami nya.


Huh.


Sofian membuang nafas kasar, dia menatap Istri nya dengan tatapan sangat tajam.


"Lalu kemanakan uang yang sering aku kirim? Kenapa sampai Wulan membayar biaya sekolah dan uang jajan dari Aulia dan Bisma?" tanya balik Sofian dengan datar.


"Kemanakan uang belanja? Listrik dan yang lainnya? Kenapa kamu selalu meminta pada Aulia? Kamu tahu kan Bu, bahwa Bisma itu gajih nya saja hanya pas-pasan buat mereka berdua" bentak Pak Sofian dengan emosi.

__ADS_1


Deg.


Yona menatap Suami nya tak percaya, bagaimana dia bisa tahu bahwa selama ini uang yang Yona terima tidak di gunakan dengan baik.


"Jawab aku, Yona" bentak Pak Sofian kembali.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2