
"Bagus ya kamu Mas, jadi gini kelakuan kamu selama ini? Jadi ini kelakuan kamu di belakang aku?" tanya Linda menatap Tito dan Yona dengan pandangan jijik.
"E enggak sayang, dia hanya pemuas nafsu ku saja" ucap Tito dengan gugup.
"Sekarang juga kamu pilih, kamu pilih kami atau wanita jala*g ini?" tanya Linda tanpa menghiraukan ucapan Tito.
"Dia pasti milih aku lah" celetuk Yona dengan pede nya.
Tito menggelengkan kepala nya, dia lalu menghampiri sang Istri dengan cepat.
"Aku tentu saja akan memilih kamu, sayang" jawab Tito tegas.
Linda tersenyum mengejek pada Yona yang sudah menahan kesal, dia lalu menghampiri Yona dengan langkah yang elegant.
Plak
Plak
"Kamu itu hanya selingan di saat aku sakit dan tak bisa memuaskan nafsu nya. Lalu dengan pede nya kamu kira Mas Tito akan milih kamu? Mimpi mu terlalu tinggi Nyonya" kekeh Linda setelah menampar Yona dengan keras.
"Usir dia dan jangan berhubungan lagi dengan dia, kalau kau melanggar maka kau akan tahu akibat nya, Tito" teriak Linda dengan lantang.
Glek.
"Ba baik" patuh Tito.
Lalu Tito mendekati Yona yang masih memegang pipi nya dengan ringisan.
"Ayo cepat pergi dari sini" bentak Tito.
"Kamu gak bisa gitu dong Mas, kamu sudah nikmati tubuhku dengan leluasa dan kamu juga penyebab Suami ku menceraikan aku! Kamu harus tanggung jawab" teriak Yona.
Plak.
Tito menampar wajah Yona dengan keras, dia lalu menatap Yona dengan tatapan tajam.
"Itu salah mu sendiri yang mau saja aku jadikan wanita hin* , jadi sekarang kau pergi atau aku akan menyeret paksa kamu dari sini" bentak Tito kembali.
__ADS_1
"Aku akan membalas kalian" geram Yona.
Dia lalu pergi dari sana dengan wajah merah padam, sedangkan Tito? Dia merasa lega karena dia yakin bahwa Istri nya tidak akan pergi dari sisi nya.
Linda mendekati Tito, dia menatap nya dengan tatapan tajam.
"Kamu juga pergi dari Rumah ku, aku akan mengurus surat cerai nya hari ini juga" ucap Linda tegas.
Deg.
***
Bisma dan Aulia sudah bersiap di Bandara, mereka akan pergi sekitar 1 jam lagi. Bisma juga menunggu sang Asisten yang memang akan ikut serta tinggal disana bersama mereka.
"Lelah tidak?" tanya Bisma lembut.
"Tidak Mas, aku kuat kok" jawab Aulia tersenyum.
Bisma ikut tersenyum, dia mengusap lembut kepala Aulia.
"Mas, maafkan aku ya! Aku memaksa kamu untuk jauh dari keluarga mu" lirih Aulia dengan sendu.
"Jangan bersedih, kita akan memulai kehidupan kita dengan bahagia. Jauh dari Orangtua ku dan Orangtua mu, kita akan mandiri dan menjadikan rumah tangga kita paling bahagia" jelas Bisma kembali.
Aulia mengangguk, dia memeluk tubuh Bisma dengan erat. Dia bersyukur karena Bisma mau memulai kembali dengan jauh dari dua keluarga mereka, bahkan Aulia juga tahu bahwa perusahaan di Negara itu baru saja di buka.
Hingga tak lama kemudian keberangkatan mereka tiba, Asisten Bisma pun sudah tiba bersama dengan anak istri nya. Aulia dan Bisma sengaja menyuruh nya di bawa, dan Istri nya itu akan bekerja di mansion Aulia nanti nya.
Mereka masuk ke dalam pesawat dan duduk di tempat yang sudah di siapkan. Aulia duduk dekat jendela dan ada Bisma di samping nya.
"Apa kata Ayah kamu, Mas?" tanya Aulia yang melihat Bisma sudah mematikan ponsel nya.
"Dia tidak mengatakan apapun, dia sangat mendukung kita pergi jauh demi kebahagian kita" jawab Bisma mengusap lembut kepala Aulia.
"Hemm" balas Aulia.
Setelah pesawat lepas landas, Aulia memutuskan untuk memejamkan mata nya. Dia memang gampang lelah dan pusing setelah hamil, entah kenapa bahkan Aulia gampang sekali tertidur dimana pun ia melihat tempat yang nyaman.
__ADS_1
**
-Jawa, Indonesia.
Pak Sofian dan Wulan baru saja kembali dari Restoran, mereka pulang dengan wajah yang cukup sedih.
Yaps, mereka baru bertemu dengan Bisma dan Aulia yang akan pergi ke Negara tetangga.
Mereka memang sempat berpamitan dan ketemuan di Restoran, Aulia menjelaskan semua nya dan untung saja Pak Sofian mengizinkan kedua nya pergi.
"Pak, semoga Mbak Aul dan Abang Bisma bisa bahagia tanpa bayang-bayang Ibu lagi ya, kasihan mereka" celetuk Wulan.
"Iya Nak, semoga saja. Ibu mu memang kejam, dia bahkan belum insyaf dan sekarang entah kemana" balas Pak Sofian.
"Biarkan saja Pak, Ibu mungkin lagi sama selingkuhannya" kesal Wulan.
Pak Sofian hanya tersenyum kecil saja sambil mengelus lembut kepala Wulan.
"Oh iya, apa Bude belum datang?" tanya Wulan, memang ia menunggu Bude nya yang katanya akan main kesana bersama dengan Cucu nya.
"Belum, mungkin mereka sebentar lagi sampai. Kamu bersihkan tubuh dulu saja, sebentar lagi petang" jelas Pak Sofian.
"Baiklah" balas Wulan.
Kemudian Wulan masuk ke dalam kamar nya untuk mandi dan bersiap, sedangkan Pak Sofian menata makanan yang sudah Aulia bungkus tadi untuk mereka.
Tak hanya makanan yang Aulia beli untuk mereka, tetapi banyak keperluan Pak Sofian dan Wulan juga yang dia beli. Bahkan stok makanan pun tak luput dari Aulia yang menyiapkannya.
Hingga tak lama kemudian terdengar suara bising motor yang berhenti di halaman Rumah Pak Sofian. Pak Sofian langsung melihat nya dan langsung tersenyum saat melihat Bude datang bersama dengan Cucu dan Suami nya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.