
Aulia berdiam diri di balkon kamar nya, dia sudah menidurkan sang Putri sejak tadi.
"Maafkan aku Mas Bisma, aku sebenarnya masih mencintaimu. Namun, aku juga merasa kecewa pada mu" gumam Aulia.
"Semoga kau menemukan kebahagianmu dan pasangan yang terbaik untuk mu lagi, aku akan bahagia jika kamu juga bahagia" gumam nya.
"Maafkan aku yang memilih untuk kembali merajut Rumah tangga dengan Mas Reza, aku juga butuh sosok pendamping dan pelindung" ucap Aulia dengan lirih.
Aulia menatap langit dengan tatapan yang sangat sendu, dia masih belum bisa memejamkan mata nya setelah pertemuan nya dengan Bisma tadi.
"Semua nya adalah masalalu, aku kini akan menatap masa depan ku saja. Namun, aku juga tak akan lupa dengan kamu, Mas. Kamu adalah Ayah dari Putri ku, Zee" gumam Aulia.
Kemudian Aulia beranjak dari sana, dia merebahkan diri nya di samping sang Putri yang masih terlelap di atas ranjang.
**
Sedangkan Bisma, dia juga baru saja tiba di Jawa.
Bisma langsung saja menuju ke kamar nya, Wulan dan Pak Sofian membiarkannya saja.
"Semuanya sudah berlalu, aku bahagia melihatmu bahagia, Dek. Semoga kelak aku pun dapat pendamping yang sama baik nya seperti mu" gumam Bisma menatap poto Aulia.
__ADS_1
"Aul, aku ikhlas untuk semua nya. Aku akan mendo'akan kebahagian mu" gumam nya lagi.
Bisma duduk dengan memeluk poto Aulia, dia memang sudah ikhlas dan menerima semua nya dengan lapang dada.
"Nak" panggil Pak Sofian.
"Setiap manusia mempunyai masalah masing-masing dan jalan nya masing-masing. Jadi, kamu jangan terlalu berlarut ya, tata kembali hidup mu dan jangan ulangi kesalahan yang sama" jelas Pak Sofian.
"Iya Pak, aku sudah ikhlas dan rela" balas Bisma tersenyum tanpa beban, hal itu membuat Pak Sofian lega.
"Istirahatlah" ucap Pak Sofian.
Bisma melangkahkan kaki nya ke Toko, dia akan membereskan dagangan yang tadi sempat mereka beli.
"Seperti nya aku harus bangun kembali Toko untuk memperluas nya, ini sudah lumayan sempit dan di Rumah juga sudah tak ada gudang buat stok" gumam Bisma menatap ke setiap sudut arah Toko.
"Hmm, besok aku harus rundingkan dulu dengan Bapak. Setidak nya bangun untuk gudang saja dulu, agar bisa menyetok barang" gumam nya lagi.
Langkah Bisma lalu ke arah barang-barang yang belum di susun, dia menyusun dengan rapih dan setelah nya membereskan keadaan Toko.
2 hari tutup membuat Toko agak berdebu dan harus di bersihkan terlebih dulu sebelum buka esok hari.
__ADS_1
"Loh kok malah disini" kaget Pak Sofian saat masuk ke Toko sudah ada Bisma yang sedang menata dagangan.
"Bisma gak bisa tidur Pak, jadi kesini saja dan disini juga cukup kotor" balas Bisma tersenyum.
"Yasudah biar Bapak yang bersihkan, kamu bereskan saja dagangannya agar besok kita buka lebih Pagi" jelas Pak Sofian.
"Nah itu yang aku maksud" ucap Bisma cengengesan.
Pak Sofian hanya menggelengkan kepala saja, dia lalu mengambil sapu dan yang lainnya. Tak lupa dia juga melihat Putri nya yang sudah terlelap karena lelah.
Bisma dan Pak Sofian bahu membahu membereskan Toko, besok pagi-pagi sekali mereka akan membuka nya dan hal ini pasti akan membuat meringankan Wulan.
.
.
.
.
.
__ADS_1