
Di Negara X.
Bisma dan Aulia berjalan-jalan pagi di komplek perumahan itu, Aul memang sengaja ingin tinggal di perumahan yang biasa saja dan tidak mewah.
"Tetangga baru ya?" tanya salah seorang penghuni disana.
*Anggap saja percakapannya dalam bahasa asing*
"Iya Bu, salam kenal ya" balas Aulia ramah.
Mereka berkenalan sebentar dan Aulia lanjut lagi jalan-jalan. Dia sudah menyuruh pelayan untuk berbelanja ke pasar untuk nanti masak.
"Mas, apa kamu tak kenapa-napa jika disini dan Ibu masuk Rsj?" tanya Aulia hati-hati.
"Tidak sayang, Mas mana bisa meninggalkan kamu. Biarkan saja, mungkin itu teguran untuk Ibu dan semoga saja dengan teguran itu Ibu bisa sadar" jawab Bisma lembut
"Maaf ya Mas, gara-gara aku kamu harus jauh dari keluarga mu" ucap Aulia menundukan kepala nya.
Bisma menghentikan langkah nya, dia lalu menatap Aulia dengan tersenyum lembut.
"Ini sudah pilihan Mas dan ini adalah jalan terbaik untuk kita. Aku tak ingin kamu terus tersakiti oleh kelakuan Ibu, kita bisa saja sesekali pulang kesana dan menemui Ibu dan yang lainnya" jelas Bisma dengan tersenyum.
"Iya Mas, terimakasih ya" ucap Aulia memeluk Bisma manja.
Bisma mengelus lembut kepala Aulia, kemudian mereka melangkah masuk ke Rumah.
"Aku mau ke dapur dulu ya, Mas" ucap Aulia.
"Iya sayang, Mas akan membersihkan diri dulu" balas Bisma.
Aulia berlalu ke dapur, dia akan memasak untuk sarapan pagi.
Semua perlengkapan dan persedia sudah selesai pelayan siapkan, sedangkan pelayan tersebut mulai mengerjakan pekerjaan yang lainnya.
Bisma hanya menyuruh Aulia memasak saja dan yang lainnya di kerjakan oleh pelayan yang sengaja di pekerjakan oleh nya.
*
Setelah semua nya siap, Aulia meminta pelayan untuk menata nya sedangkan dirinya langsung ke kamar untuk memanggil Bisma.
Ceklek.
"Mas, sudah siap?" tanya Aulia yang kaget saat Bisma sudah membuka pintu duluan.
"Kaget ya? Maaf sayang" kekeh Bisma mengecup kening Aulia.
Aulia hanya tersipu, dia lalu menatap Bisma yang masih saja tersenyum.
"Aku mau mandi dulu, Mas. Kamu duluan saja ke ruang makan" ucap Aulia lembut.
"Mas akan menunggu di kamar saja, ayo masuk" balas Bisma.
"Yasudah kalau begitu" pasrah Aul.
Keduanya kembali masuk ke dalam kamar dengan Bisma yang memeluk tubuh Aulia.
"Dasar anak muda" kekeh pelayan dengan menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
**
Hari ini, Aulia ikut serta ke perusahaan bersama dengan Bisma dan Malik, Asisten Bisma.
"Malik, bagaimana dengan Anak dan Istri mu? Apa mereka betah di Rumah itu?" tanya Aul
"Mereka baik-baik saja, Nona. Hanya Putra saya yang masih menyesuaikan tempat dan keadaan disini" jawab Malik apa adanya.
"Hemm, besok bawa mereka ke Rumah untuk menemani ku selagi kalian bekerja" ucap Aul.
"Baik Nona muda" patuh Malik.
Kemudian suasana di mobil hening, hanya ada mesin saja yang bersuara.
Aulia menyandarkan tubuh nya di dada bidang Bisma, dia sangat suka sekali bermanja pada sang Suami.
Hingga tak lama kemudian mereka tiba di perusahaan, Bisma dan Aulia langsung saja ke lantai dimana ruangan CEO berada. Sedangkan Malik, dia akan meminta berkas pada kepala divisi disana.
Semenjak datang ke perusahaan, Bisma dan Malik memberikan waktu 1 minggu untuk menyelesaikan laporan selama 3 bulan kemarin yang masih di pimpin oleh orang kepercayaan Ayah mertua nya.
"Ah Ya Tuhan, Pak Malik pasti akan meminta laporan itu" gumam seorang kepala divisi dengan cemas, pasalnya dia tinggal print saja belum sempat karena Putra nya sakit.
Malik masuk ke ruangan itu, dia lalu menatap bawahan nya yang terlihat panik.
"Maaf Pak, laporan sedang saya print" ucap nya dengan gugup dan menunjukan alat print sedang bekerja.
"Cepatlah dan nanti antarkan ke ruangan saya" tegas Malik.
"Baik Pak" balas karyawan itu dengan lega.
Setelah Malik keluar dari ruangan, dia akhir nya bisa bernafas dengan lega.
Wanita itu langsung saja membereskan semua laporan yang hampir selesai di print. Bahkan dia tak lepas dari sunggingan senyuman nya di bibir.
"Nak, ini semua berkat do'a mu" gumam nya dengan tersenyun.
Setelah selesai, Wanita tersebut lalu membawa berkas tersebut ke lantai dimana ruangan Malik berada.
**
Pekerjaan Bisma lumayan banyak, dia hanya bisa fokus saja dan sesekali melirik Aulia yang sedang duduk di sofa dengan laptop di pangkuannya.
Aul meminta pekerjaan pada Bisma, awal nya Bisma menolak tetapi dia tidak bisa menolak setelah melihat wajah menggemaskan Aul.
"Mas, ini sudah semua" ucap Aulia sambil menyerahkan beberapa berkas pada meja Bisma.
"Terimakasih sayang, sekarang duduk saja karena sebentar lagi akan masuk jam makan siang" balas Bisma lembut.
"Baiklah, aku ingin makan masakan Restoran yang ada disana dan jangan lupa seafood" rengek Aulia dengan berbinar.
"Baik Tuan Putri" patuh Bisma dengan tersenyum.
Aulia langsung berbinar bahagia, dia lalu duduk di sofa dan berniat akan menonton anime di laptop.
"Ck, kenapa makin kesini makin menggemaskan saja sih kamu sayang" gumam Bisma dengan terkekeh.
Bisma lalu kembali fokus akan kerjaan nya, hari ini dan 3 hari ke depan Bisma tidak ada jadwal meeting. Dia akan memeriksa semua berkas yang sudah Malik berikan tadi.
__ADS_1
Hingga tak terasa waktu jam makan siang pun sudah tiba, Bisma menyuruh Malik membeli makanan pesanan Aulia dan dirinya. Tak lupa juga dia menyuruh Malik membeli makanan untuk diri nya.
"Mas, sini" ucap Aulia yang sudah menyimpan laptop nya.
Bisma mengangguk dan langsung saja melangkah ke arah sofa.
"Ada apa, sayang?" tanya Bisma lembut.
"Emm, bagaimana kalau pulang nanti kita jalan-jalan dulu di Mall" ucap Aulia dengan lirih.
"Iya, asalkan kamu tidak kelelahan saja" balas Bisma tersenyum.
"Yeay, terimakasih Mas" ucap Aulia dengan pekikan bahagia.
Tok.
Tok.
"Masuk" teriak Bisma.
Ceklek.
"Ini pesanan anda, Tuan" ucap Malik sambil meletakan bebeapa makanan dengan berlogo Restoran sesuai keingin Aulia.
"Terimakasih, Malik" balas Aulia berbinar.
"Apa kamu juga membeli makanan?" tanya Bisma.
"Iya Tuan, kalau begitu saya ke ruangan saya dulu" jelas Malik.
Bisma mengangguk, dia kemudian menutup pintu dan langsung mengunci nya dengan segera. Setelah itu, Bisma duduk kembali dan melihat Aul yang sudah mulai menikmati makanan tersebut.
"Ayo makan Mas, ini sangat lezat" ucap Aulia.
"Wah benarkah sayang? Coba suapi Mas" balas Bisma manja.
Dengan senang hati Aulia langsung menyuapi nya, keduanya makan dengan saling menyuapi dan sesekali tertawa kecil dengan tingkah nya sendiri.
Bisma sangat bahagia ketika melihat wajah berbinar Aulia dan pancaran kebahagian.
"Makan lagi, ini malah merhatiin aku" ceplos Aulia dengan terkekeh.
"Kamu nya terlalu manis, cantik dan menggemaskan sih sayang" balas Bisma dengan mengusap lembut pipi Aulia.
"Ck, bisa saja kamu ini Mas" malu Aulia dengan memalingkan wajah nya.
Bisma sontak saja langsung terkekeh kecil, lalu dia mengecup pucuk kepala Aulia lembut.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.