Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Mulai bekerja lagi


__ADS_3

Hari ini Alena sudah bersiap siap untuk berang kerja, ia sudah menyelesaikan pekerjaan nya sebagai pelayan, ia juga sudah menyiapkan kebutuhan suaminya.


"Kamu mau kemana pagi pagi sudah rapi." ujar Kenzo yang baru saja bangun dari tidurnya.


"Aku mau pergi bekerja, karena kemarin tuan sudah mengizinkan aku untuk kerja lagi."


"Boleh, tapi berangkatnya harus bareng aku."


"Tapi aku udah pesan ojek tuan."


"Tidak ada bantahan." kemudian Kenzo memasuki kamar mandi.


Ada sedikit kesal juga di hati Alena karena harus menunggu Kenzo sedangkan ia sangat lama.


Ini udah mau jam 8 lagi, tuan Kenzo lama sekali.


Pintu terbuka menampakkan Kenzo yang baru selesai mandi, ia menghabiskan waktu selama setengah jam di kamar mandi membuat Alena kesal padanya.


"Tuan ini sudah hampir jam 8, aku bisa kesiangan ini."


"Ya sudah sana berangkat kenapa nunggu aku." tanpa ada rasa bersalah Kenzo berbicara seperti itu, padahal ia sendiri yang bicara akan berangkat bersamanya namun kenyataanya ia juga yang menyuruhnya pergi.


Dengan hati yang kesal, Alena kembali menghubungi ojek nya.


Tau gitu dari tadi aku sudah sampai, kenapa sih dia tuh selalu ngerjain aku kaya gini kan jadinya kesiangan.


Sepanjang jalan Alena terus saja menggerutu kesal.


"Alenaaa,,," Teriak Sindy.


"Alena kamu kemana aja, kenapa baru kembali kesini, aku sempat mencari mu kerumah tapi kamu ga ada. Aku kira kamu menghilang."


"Maafkan aku Sin, aku kemarin kerja jadi pelayan tapi sekarang aku mau kembali kesini lagi karena rindu sama kamu." Alena tak ingin memberitahu Sindy tentang pernikahannya dan juga tentang ayahnya yang menjual dirinya pada Ceo kaya raya.


"Aku kira kamu kemana Sin, aku sempat khawatir sama kamu loh karena tiap aku datang kerumah mu selalu di usir sama ibu tiri mu itu."


"Maaf ya Sin, aku sudah tidak tinggal disana lagi, karena aku jadi pelayan jadi aku tinggal dirumah bos ku."


"Tapi kenapa kamu kesini lagi Alena, apa kamu tidak capek kerja di dua bos."


"Enggak kok, kan aku hanya kerja masak pagi aja untuk bos." Alena bingung harus cari alasan apa biar Sindy percaya.


"Oh gitu, ya udah ayo masuk. Pak Rendi nyariin kamu terus tau."


"Ngapain?"


"Ya mungkin aja dia rindu sama kamu." Rendi pria yang memiliki toko bunga tempatnya bekerja, ia masih juga masih muda dan belum menikah, sudah lama Rendi menyukai Alena namun Alena tak menyadarinya.


"Permisi pak, aku bawa seseorang nih." ucap Sindy yang baru saja masuk keruangan Rendi.


"Siapa?"


"Tralalala, ini wanita yang bapak cari." Alena tersenyum kikuk karena tingkah temannya yang membuat ia malu.


"Alena, kamu kemana aja kenapa baru kembali kesini."


"Hehe aku minta maaf pak." Alena menceritakan semuanya pada Rendi namun ia berbohong tanpa menceritakan aslinya.

__ADS_1


Rendi sangat bahagia sekali dengan kedatangan Alena yang tiba tiba padahal ia sudah mendatanginya ke rumah Alena namun ia malah di usir oleh Bagas ayahnya.


"Ya sudah kalau gitu kamu boleh mulai berkerja lagi."


Alena dan Sindy pun langsung pamit ke depan untuk merangkai bunga karena hari ini banyak pesanan bunga.


***


Kenzo yang sedang fokus dengan laptopnya ia dikejutkan dengan nomor telpon yang selama ini ditunggunya.


Aurora.


Benarkah ini dirimu.


Kenzo pun langsung mengangkat telponnya, ia mendengar suara yang selama ini ia rindukan.


"Kenzo apa kabar, apa kamu masih mengingatku"


"Aurora, kau kah itu."


"Ya ini aku Ken, aku baru menemukan ponselku kembali selama dua tahun, karena ayah yang menyembunyikannya"


"Apa kau baik baik saja disana?"


"Aku baik baik saja Ken, aku sangat merindukanmu, sekarang aku tinggal di amerika dengan ayahku"


"Kenapa kamu tega menghilang begitu lama"


"Maafkan aku Kenzo"


Wanita yang selama ini ia rindukan, akhirnya datang kembali dengan sendirinya.


"Tuan."


"Bram."


"Ya tuan ada apa?"


"Aurora menelpon ku dengan nomor telpon yang lama."


"Benarkah tuan."


Kenapa wanita ular itu bisa menghubungi tuan muda, ini tak bisa dibiarkan. Aku harus memberitahu tuan Albert.


"Aku ingin pergi ke Amerika untuk menemuinya Bram."


"Jangan tuan, nanti tuan Albert bisa marah."


"Aku tak peduli Bram."


"Ingat tuan, anda sudah menikah." Bram mencoba mengingatkan tuannya.


"Aku bisa menceraikannya, Aku tak mencintai nya. Dan selama ini aku belum pernah menyentuhnya jadi dia bebas."


"Apa tuan tidak ingat, nona Alena dijual oleh ayahnya. Apa tuan ingin membuat Bagas bahagia."


Kenzo berfikir keras dengan ucapan Bram, ada benarnya Bram mengatakan nya karena ia bisa gagal merencanakan untuk menghancurkan perusahaan Bagas.

__ADS_1


"Kau benar juga Bram."


"Oh iya Bram, tolong cari tahu tempat kerja Alena, Ia bekerja di tempat bunga."


"Siap tuan, saya permisi."


***


Alena dan Sindy sedang menikmati mie ayam di depan tokonya.


"Sudah lama aku baru makan mie ayam ini lagi."


"Masih enakkan."


"Ya rasanya masih sama."


"Kali ini aku yang traktir kamu Alena, ini tanda terimakasih ku padamu karena sudah kembali lagi kesini." Alena terharu dengan kata kata Sindy, ia teman satu satunya yang baik dari masih sekolah.


"Terimakasih Sin."


"Sama sama, oh iya nanti kamu pulang naik apa, boleh ga aku main kerumah bos mu."


"Aku naik ojek Sin, bos ku pasti marah karena dia paling tidak suka ada orang asing yang datang kerumahnya."


"Yah gagal dong, padahal aku ingin tahu tempat kerja mu itu."


"Em lain kali saja ya Sin kalau bos ku ga ada di rumah."


"Iya deh iya tapi sekali kali kamu harus main kerumah ku ya."


Alena menganggukkan kepalanya tandanya ia menyetujui ucapan Sindy.


"Ehem boleh gabung ga." Rendi langsung duduk di depan Alena.


"Pak Rendi mau mir ayam juga, biar Sindy pesenin pak."


"Tidak usah, saya sudah kenyang cuma mau ikutan duduk disini aja karena lagi kesal."


"Ya boleh aja pak, kan ini tempat bapak."


Rendi memandangi Alena sedari tadi, namun Alena tidak sadar dengan sikap Rendi membuat Sindy ingin tertawa melihatnya.


"Cie." ujarnya.


"Kenapa Sin." kata Alena yang bingung dengan ucapan Sindy.


Mata Sindy melirik Rendi lalu mengedipkannya, ia menunjukkan pada Alena bahwa Rendi sedang memperhatikannya.


Hari sudah sorel menunjukkan pukul 4 waktunya Alena pulang, ia langsung menelpon ojek namun saat ingin menelpon tiba tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Kenzo.


Tuan Kenzo, kenapa dia tahu aku kerja disini.


"Alena itu mobil siapa sangat keren, apa kamu di jemput sama mobil itu."


"Ah iya itu asisten bos ku, aku permisi dulu ya Sin, maaf aku ga bisa pulang bareng."


"Iya Alena." Sindy menatap kepergian Alena, ia masih tak menyangka Alena bisa dijemput dengan pria tampan.

__ADS_1


__ADS_2