Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Salah paham


__ADS_3

Sudah waktunya pulang namun Alena masih duduk di tempat kerjanya, ia masih merangkai bunga padahal pekerjaannya sudah selesai.


"Kenapa kalian belum pulang." ujar Rendi pada Alena dan juga Sindy.


"Gak tau tuh pak, Alena dari tadi sudah ku ajak pulang tapi ia masih betah disini."


"Kenapa kalian senang sekali bekerja, sudahlah lebih baik kalian pulang lagian pekerjaan kalian sudah selesai, saya tak mau menggaji kalian doble.


Dengan hati yang berat Alena mengambil tas nya lalu berjalan keluar bersama Sindy.


"Alena kamu ini kenapa sih sedari tadi kaya lesu gitu."


"Aku tak apa apa, rasanya aku tak ingin pulang."


"Kalau gitu pulang ku rumah ku saja yuk, ibu ku kangen loh sama kamu."


"Tapi aku tak bisa Sin." membuat Sindy bingung dengan sikap Alena yang tak biasanya.


Alena ingin curhat pada Sindy tapi ia belum siap menerima cibiran dari Sindy nantinya.


Ia juga malas pulang karena ia takut Kenzo akan menghukumnya, setelah Kenzo datang memesan bunga ke tempat kerjanya membuat Alena takut untuk pulang.


"Ya sudah deh kalau gitu aku mau pulang duluan ya."


"Iya Sin hati hati di jalan ya."


Lebih baik aku berjalan santai saja, karena ini masih siang dari pada aku harus bertemu dengan harimau.


Alena berjalan di pinggir jalan sambil memikirkan bagaimana agar tidak kena marah suaminya.


Bruk tiba tiba seseorang menabraknya.


"Maaf saya tak sengaja." ucapnya.


"Iya tak apa apa." Alena tak mempedulikan orang yang sudah menabraknya, ia terus saja berjalan dengan menunduk.


"Hei tunggu, sepertinya aku kenal kamu." Kemudian Alena berhenti lalu ia menatap pria itu, sepertinya Alena pernah melihat pria itu.


"Kamu Alena kan pelayan di rumah Kenzo."


"Ah iya betul, apa kamu yang bernama Jack."


"Ya, rupanya kau masih mengenal ku. Kalau begitu maukah kamu makan bersama ku." Ajaknya.


"Maaf tapi aku harus pulang."


"Sekali ini saja lah, tenang saja Kenzo tak akan marah padaku karena ia saudara ku."


"Em baiklah." Alena terpaksa mengiyakan karena memang perutnya juga sudah keroncongan sedari tadi. Ia pun berjalan beriringan dengan Jack ke restoran terdekat.


"Ayo kita makan disana." Jack menarik tangan Alena, namun Alena cepat cepat melepaskan nya.


"Maafkan aku hehe, reflek ku pegang tangan ku karena baru kali ini jalan sama cewek cantik."


"Bisa aja kamu."


Di sisi lain ada sepasang mata yang melihatnya, ia juga memotretnya lalu memvideokan untuk di berikan pada suaminya Alena.


Alena kau tak boleh bahagia, aku tak suka melihat mu yang hidup bahagia apalagi bergelimang harta. Aku akan memberikan ini pada suami mu biar dia melepaskan mu dan aku merebut suami mu, ternyata suami mu sangat kaya dan juga tampan.

__ADS_1


Dialah Karin adik tiri Alena, ia melihat Alena yang tinggal di Mansion mewah membuatnya ingin tau, dari kemarin Karin terus saja mengikuti Alena sampai saat ini ia mendapatkan momen untuk menghancurkan rumah tangganya.


Kemudian Karin menaiki taksi menuju Mansion yang ditempati Alena.


***


"Bram kenapa Alena belum pulang, sudah sore ia masih belum sampai?"


"Mungkin saja dia kejebak macet tuan, soalnya jam segini pasti ramai sekali."


"Aku sudah tak sabar ingin memarahinya dan juga menghukumnya, dia sudah membuat ku emosi dan sekarang malah menambah ku emosi lagi."


"Permisi tuan, di depan ada seorang wanita yang ingin bertemu dengan tuan." ucap security penjaga Mansion.


"Siapa dia?" tanyanya dengan mengerutkan kening.


"Namanya Karin, katanya adik dari nona Alena."


"Suruh dia masuk."


Pelayan pun membawa Karin masuk, Karin sangat terkagum dengan kemewahan Mansion Kenzo. Niatnya semakin ingin mendapatkan seorang Kenzo, sekarang ia akan melakukan aksinya.


"Maaf tuan saya sudah mengganggu mu."


"Ada perlu apa kau kesini, jangan bilang kau hanya ingin uang seperti ayahmu itu."


"Tidak tuan, saya tak seperti itu. Saya kesini hanya mau memberikan bukti istri anda."


"Maksud kamu apa?"


"Tadi saya melihat Alena dengan seorang pria, jika tuan tak percaya maka saya akan memberikan buktinya." Karin pun memberikan ponselnya disana ada foto foto Alena dan juga videonya.


Kenzo pun melihat video dan juga foto Alena bersama Jack.


"Sialan rupanya dia kencan dengan keponakan ku, murahan sekali dia."


"Mungkin saja dia tak sengaja bertemu tuan." ujar Bram.


"Tidak mungkin, dia pasti menjual diri pada Jack. Kau tau kan Jack itu pemain wanita." Bram tak tau harus bicara apa lagi untuk membela Alena tapi benar apa yang dikatakan tuannya bahwa Jack pria yang suka bermain wanita.


"Ya sudah kau boleh pergi, terimakasih atas buktinya."


"Sama sama tuan, bolehkah saya tinggal disini tuan." tanpa malu Karin mengatakannya.


"Maaf tidak bisa, karena disini tidak membutuhkan pelayan jadi silahkan kamu pergi dari sini sebelum saya menyeret mu keluar."


Dengan ekspresi kesal Karin pun pergi meninggalkan Mansion, ia gagal untuk menarik hati suaminya Alena.


"Sialan Alena awas saja kau, aku tak akan membiarkan mu hidup bahagia disini." gumamnya.


"Em tuam dari pada anda marah, lebih baik anda kerumah ibu mu tuan, bukan kah malam ini pertemuan tian dengan wanita yang akan di kenalkan ibu mu."


"Tidak Bram, aku disini akan tetap menunggu Alena. Bisa bisanya dia mengkhianatiku."


Baru saja membicarakan Alena, membuat Alena datang tepat waktu ke Mansion Kenzo.


"Dari mana saja kamu." bentaknya pada Alena.


"Aku baru pulang kerja tuan."

__ADS_1


"Bohong, sini kamu." Kenzo menarik kasar tangan Alena menuju tangga, Bram yang masih diam mematung tak bisa melakukan apa apa, ia hanya melihat kepergian dua pasangan itu.


"Lepaskan aku tuan ini sakit."


"DIAM, kau sudah membohongiku Alena, beraninya kau jalan dengan keponakan ku."


"Apa maksud mu tuan?"


Kenzo pun langsung memperlihatkan foto serta videonya pada Alena membuat Alena terkejut juga bingung dengan apa yang dilihatnya.


Siapa yang memotretku, kenapa ada video juga. Sebenar nya ada apa dengan pria tadi, apa dia sengaja melakukan ini pada ku. Aku pasrah padanya, tuan Kenzo pasti marah padaku.


"JAWAB." bentaknya membuat Alena kaget dengan bentakannya.


"Iya tuan itu aku, tadi gak sengaja aku bertemu dengannya lalu ia mengajak ku makan, kebetulan aku sangat lapar jadi aku mengiyakannya."


"Pintar sekali kau membuat drama, mana yang sudah dia sentuh hah sudah berapa kali kau melayaninya."


"Apa maksud mu tuan, aku tak berbuat apa apa. Aku hanya makan dengan nya saja."


"Bohong kau wanita murahan." Mata sudah memerah begitupun emosinya yang sudah memuncak membuat Alena ketakutan dengan sikap Kenzo yang marah padanya.


"Tapi aku tak bohong tuan."


"Diam, kau masih saja melawan ku. Mana saja yang sudah di sentuh dengan pria itu, ini atau ini hah JAWAB." Kenzo menujuk pada dada dan juga bawah Alena.


"Tidak tuan tidak, dia tak menyentuhku sama sekali."


"Bohong." Plak Kenzo menamparnya lalu ia merobek baju Alena dan membawanya ke kamar mandi lalu ia mengguyur Alena membuatnya menggigil kedinginan.


"Aku tak suka kau bersentuhan dengan pria lain." bentaknya.


Hiks hiks Alena sudah tak kuat dengan kemarahan Kenzo, ia hanya bisa menangis ketakutan.


Lalu Kenzo menarik paksa Alena ke atas tempat tidur, ia juga menyentuh tubuh Alena dengan kasar membuat Alena kesakitan.


"Hiks hiks tuan tolong hentikan." dibawah Kungkungan Kenzo Alena berusaha keras untuk meminta ampun namun Kenzo tak mempedulikan nya.


Sampai pada akhirnya Kenzo sudah melepaskan pakaian Alena dan membuangnya ke sembarang arah, tanpa ampun Kenzo melakukan nya dengan kasar.


"Tolong jangan lakukan ini tuan, aku minta maaf."


Kenzo tak peduli Alena memohon ampunan dan menangis, ia mencoba memasukinya dengan kasar membuat Alena kesakitan. Ia juga merasakan Alena yang masih suci dan susah untuk di bobol.


"Sakit tuan hiks hiks, tolong aku mohon."


Kenzo terus saja melakukannya, walaupun susah ia terus saja mendorongnya dengan kasar. Tiba tiba Alena lemas lalu ia pingsan membuat Kenzo menghentikan nya padahal ia belum menerobos sepenuhnya.


"Sial dia malah pingsan."


Hai readers jangan lupa beri likenya dan juga komentar untuk karya ini.


Baca karya ku yang lain juga ya.


*MEMBALAS PENGHINAAN


*DIJODOHKAN


*MY HUSBAND REMARRIAGE

__ADS_1


*MENIKAHI ARUMI PEMBANTUKU


__ADS_2