
Kenzo memegang kepalanya yang tak sakit, ia menyesal sudah melakukannya pada Alena dengan kasar, membuat Alena lemas dan pingsan. Lalu ia memakaikan baju Alena yang baru, ia juga melihat tangan nya yang memar karena ulahnya.
"Bram." panggilnya.
"Ya ada apa tuan?"
"Tolong panggilkan dokter Raina."
"Baik tuan, memangnya kenapa dengan nona Alena."
"Dia pingsan."
Ini pasti ulahnya tuan muda, dia melakukan apa sampai Alena pingsan. Aku takut nona Alena kenapa napa karena aku juga diperintahkan tuan Albert untuk menjaganya.
Setelah beberapa saat lalu datanglah dokter Raina dengan asisten nya.
"Ada apa Ken, tumben sekali kau menyuruhku kesini memangnya siapa yang sakit." Raina dan Kenzo sudah lama berteman, Kenzo sudah menganggap Raina sebagai saudaranya.
"Tolong periksa wanita yang ada di kamarku."
"Apa maksud mu wanita, apa kau bermain dengan wanita sebelum menikah." Raina terus saja bertanya membuat Kenzo kesal padanya, memang Kenzo sudah pernah melakukan hubungan dengan kekasihnya dulu yaitu Aurora namun ia tak pernah berhubungan dengan wanita lain lagi selain kekasihnya. Akan tetapi dokter Raina percaya bahwa Kenzo pria yang baik dan polos, mungkin itu dulu bukan sekarang karena sudah lama dokter Raina tidak bertemu dengannya.
Dokter Raina masuk ke dalam kamarnya lalu memeriksa Alena, ia terkejut melihat bekas memar di tangan Alena dan juga tanda merah di tengkuk Alena. Dengan penasaran dokter Raina pun memeriksa dadanya ia pun terkejut dengan bekas tanda merah di dada Alena.
"Apa yang kau lakukan padanya Ken."
"Aku hanya mencobanya."
"Berani sekali kau mencoba wanita, harusnya kau nikahi dulu dong jangan langsung main, apalagi ini wanita masih sangat muda pantas saja ia pingsan mungkin karena tak kuat dengan senjata mu."
"Aku sudah menikah dengan dia Raina."
"Apa? jadi kau sudah menikah, kenapa tak mengundangku hah apa kau tak menganggap ku sahabat."
"Bukan begitu, aku tak mengundang siapa pun hanya pelayan dan Bram yang tau."
"Pernikahan macam apa ini Ken, bisa bisanya kau menikah diam diam. Bukannya kau sudah punya kekasih yang namanya Aurora itu."
"Ya, dia tidak tau soal pernikahan ini makannya aku menyembunyikan pernikahan ku."
"Aku tak menyangka kau bisa sejahat ini Ken, dulu kau pria polos dan juga pendiam."
"Sudah lah Raina jangan banyak bicara, bagaimana keadaannya, apa dia baik baik saja?"
"Dia trauma, apa kau melakukannya dengan kasar. Lihat nih seprainya ada darah." Kenzo malu dengan ucapan Raina apalagi disana ada Bram yang ikut melihatnya juga.
__ADS_1
"Bram kau keluar dulu." ujarnya pada Bram.
"Baik tuan." kemudian Bram pergi keluar dengan menggelengkan kepalanya setelah mendengar penjelasan dari Raina.
"Lalu apa dia bisa sembuh."
"Ya tentu saja bisa lah, tapi kau tak boleh melakukannya lagi dengan kasar lagi ini akan membuat nya sakit dan trauma. Jangan mau enaknya dong jadi laki harusnya dengan lembut biar dia juga menikmatinya. Ini obatnya untuk istri mu jangan lupa di habiskan ya."
"Terimakasih Raina."
"Sama sama, aku mau pergi sekarang karena pekerjaan ku sangat banyak. Kau harus ingat kata kata ku jangan berbuat kasar padanya apalagi senjata mu yang besar membuat istrimu jatuh pingsan, kamu harus melakukannya perlahan. Ingat itu." Lalu dokter Raina pun pamit padanya.
Setelah kepergian Raina, Kenzo mendekati Alena lalu ia mengelus rambutnya dengan lembut, ada rasa penyesalan dan juga rasa marah setelah ia tau Alena jalan dengan Jack. Itulah yang membuatnya marah, tadinya ia hanya ingin mengerjai Alena yang sudah Alena lakukan di toko bunga. Akan tetapi semua karena Karin yang datang dan membuatnya marah pada Alena.
"Auh."
"Alena, kau sudah sadar."
Alena langsung duduk lalu ia mundur dan memeluk guling yang ada di sampingnya, ia takut pada Kenzo akan melakukan nya seperti tadi lagi.
"Kau jangan takut padaku, aku minta maaf soal tadi karena aku terlalu emosi."
Alena hanya diam saja tak menjawab ucapan Kenzo, ia benar benar takut pada Kenzo dan ia merasakan sakit di bagian bawahnya.
"Sekali lagi aku minta maaf Alena."
Benarkah ada dokter yang meriksa ku kesini, apa dokter tau dengan keadaanku, Alena terus saja bertanya pada pikirannya.
"Kau istirahat saja di sini, jangan pergi kemana mana. Aku akan menyuruh pelayan untuk melayani mu, jika kau ingin sesuatu kau bisa bilang padanya. Aku akan pergi dulu karena ada pertemuan keluarga." Alena hanya menganggukkan kepalanya tanpa berbicara ataupun bertanya pada Kenzo.
"Bram ayok antar aku ke restoran xxx, ibu ingin aku menemuinya disana."
"Baiklah tuan." lalu Bram menyetir mobilnya ketempat tujuan.
Dipertengahan jalan Bram mencoba bertanya pada tuannya, ia penasaran dengan ke adaan Alena.
"Tuan bagaimana dengan nona Alena, apakah ia sudah sadar."
"Sudah."
"Syukurlah tuan."
"Kenapa kau bertanya tentangnya, apa jangan jangan kau menyukainya."
"Tidak tuan, aku hanya bertanya saja karena tuan dan nona Alena atasan ku masa aku harus diam saja."
__ADS_1
"Kau benar juga Ken."
Kenzo dan Bram sudah sampai di restoran xxx, ia langsung masuk ke ruang Vip yang sudah di pesan ibunya.
"Nah itu Kenzo sudah datang." ucap Ainda sang ibu.
"Maaf aku telat."
"Tidak apa apa nak, ayok duduk di sini." Kenzo pun duduk di samping ibunya.
"Kenalkan ini Diana anak temen mama yang kemarin mama ceritain ke kamu." Kenzo langsung mengulurkan tangan nya dan juga saling menyebutkan namanya masing masing.
"Kalian sangat cocok sekali."
"Terimakasih tante." ujar Diana.
"Maaf ma pertemuan nya sudah kan, aku ada perlu lagi sekarang."
"Gak bisa gitu dong Kenzo, ajak Diana jalan jalan dong biar kalian makin dekat."
"Lain kali saja ma, aku sedang ada urusan."
"Pokonya kamu harus ajak dia jalan, atau antarkan dia pulang. Mama tidak mau tau dengan alasan mu itu."
"Iya iya ma, kalau gitu Kenzo mau ajak dia pulang saja."
"Ya sudah."
"Diana maaf ya tante ga bisa lama lama, kamu pulang di antar Kenzo ya."
"Iya tante, kalau gitu Diana pulang ya ."
Ngapain lagi mama ngenalin aku ke cewek sexy kayak dia, aku tak tertarik dengan penampilan nya malahan aku jijik melihatnya yang terlalu murahan.
"Terimakasih ya sudah mau mengantarku pulang " Ujar Diana.
"Kau berterimakasih saja pada dia." menunjuknya ke arah Bram yang sedang menyetir mobilnya.
"Loh kenapa dia."
"Karena di yang nyetir mobilnya kan."
"Oh gitu."
Mereka pun sampai setelah menempuh perjalanan setengah jam, lalu mereka menurunkan Diana di depan rumahnya tanpa basa basi Bram dan Kenzo langsung pulang.
__ADS_1
"Cowok ga tau diri, tak ada lembut lembutnya pada wanita." Kesalnya.
Kenzo dan Bram pun kembali ke Mansion nya, Kenzo sudah sangat rindu pada Alena entah kenapa ia ingin cepat pulang menemui Alena, mungkin karena ia merasa bersalah padanya atau memang sudah jatuh cinta pada Alena tapi belum menyadarinya.