Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Obat perangsang


__ADS_3

"Kenzo bagaimanapun kamu harus menghargai Diana, dia sangat mencintai mu." ujar Ainda.


"Ma aku kesini bawa Alena bukan untuk membicarakan orang lain." Tuan Albert tersenyum dengan perkataan Kenzo.


"Tapi mama gak suka dengan wanita kampung seperti dia Ken."


"Sudah lah ma, kamu harus menghargai menantu kita." sambung tuan Albert.


Ainda pun mengalah, ia tak bisa berkata apa apa lagi.


"Kalau begitu mama mau ngetes istri mu itu, apa dia pintar masak."


"Alena bisa ma, semoga mama suka dengan masakan Alena." Tanpa pikir panjang Alena pun langsung pergi ke dapur.


Tunggu saja Alena, aku yakin kau tak bisa masak pastinya juga masakan kampung.


"Biar aku bantu " Ujar Kenzo lalu ia membantu Alena mengiris sayuran.


"Tuan biar aku saja, tolong jangan begini."


"Tak apa apa sekali kali aku ingin membantu mu." Alena jadi canggung dibuatnya.


"Kau ingin memasak apa."


"Aku akan membuat udang asam manis apa mama mu menyukai itu."


"Tentu saja dia sangat menyukainya karena itu makanan kesukaan nya." Entah sejak kapan Kenzo sangat nyaman di dekat Alena, tiba tiba ia memeluknya dari belakang membuat Alena gugup tak bisa berkutik.


"Tuan tolong lepaskan, ini bukan rumah kita."


"Hanya sebentar saja, aku sangat menyukai wangi rambut mu."


"Tentu saja aku memakai shampo tuan." kemudian Kenzo mengecup bibir Alena dengan lembut.


Apa yang dia lakukan kenapa dia seperti ini, kerasukan apa orang ini.


Setelah setengah jam berkutat di dapur sekarang Alena sudah menghidangkan masakannya di meja makan.


Wangi nya saja membuat Ainda tergiur, ia ingin segera mencicipi masakan Alena karena ia sangat penasaran.


"Ini buatan mu kan, bukan buatan pelayan."


"Tentu saja ma, kalau mama tidak percaya kan bisa liat cctv." Sambung Kenzo.


Apa cctv berarti nanti yang dilakukan tuan pada ku akan terlihat di cctv itu, bagaimana dong?


"Alena kenapa melamun." Tanya Kenzo padanya.


"Ah aku tidak apa apa."


"Kalau begitu papah ingin segera mencicipinya." Tanpa disuruh Alena pun langsung mengambil makanan nya ke atas piring lalu memberinya kepada papah mertuanya.


"Terimakasih Alena."

__ADS_1


"Sama sama pah, sini biar mama juga aku ambilkan ya ma."


"Tidak usah, aku tak suka dengan tangan kotor mu itu." ketus nya.


Mereka pun mencicipinya, Ainda benar benar menikmati masakan Alena apalagi udang makanan favoritnya.


"Bagaimana ma, enak kan masakan menantu kita."


"Biasa aja pah." ujarnya namun ia malah menambah lagi membuat tuan Albert tersenyum geli melihat sikap istrinya itu.


Setelah selesai makan malam Kenzo dan Alena pamit untuk pulang namun tuan Albert melarangnya karena ia ingin Alena lebih lama lagi disana.


"Maaf ayah, lain kali aku akan kesini lagi."


"Ya sudah hati hati dijalan nak." Ainda masih sibuk dengan ponsel nya tanpa mempedulikan anaknya yang akan pulang.


Disepanjang jalan Kenzo selalu menggenggam tangan Alena membuat Alena bingung dengan sikapnya yang tiba tiba.


Kemudian Kenzo mengecupnya.


"Tuan." panggilnya.


"Mulai sekarang jangan panggil aku tuan."


"Tapi kenapa?"


"Panggil aku dengan panggilan yang romantis."


Alena bingung harus memanggil apa biar Kenzo menyukainya.


"Terserah kamu saja mau panggil sayang atau suami ku pokoknya terserah kamu."


"Em panggil mas aja ya yang simple."


"Hem."


Kom jawabnya hem aja sih, apa dia tidak suka dengan panggilan itu ya.


Pada akhirnya Alena tertidur di dalam mobil, lalu Kenzo menidurkan kepala Alena pada pundaknya.


Kau sangat cantik sekali Alena, sepertinya aku mulai mencintaimu, aku tak tau sejak kapan perasaan ini muncul. Yang pasti aku takut kehilangan mu. Ucapnya dalam hati.


"Sudah sampai tuan."


"Ya terimakasih Bram." Kenzo pun langsung memangku Alena kedalam menuju kamarnya, semua pelayan sudah tidur tinggal Karin yang masih memantau kakaknya untuk melakukan aksinya.


Cup "Tidur yang nyenyak sayangku, selamat mimpi indah." lalu Kenzo meninggalkan Alena ke ruang kerjanya, semua lampu sudah di matikan, Bram pun sudah pulang, hanya tinggal Kenzo yang sedang sendirian di ruang kerjanya.


Karin akan melancarkan aksinya, ia membuatkan kopi untuk tuan nya dengan campuran obat perangsang, ia juga memakai baju **** untuk melancarkan aksinya.


tok tok tok


"Permisi tuan, ini saya buatkan kopi untuk tuan."

__ADS_1


Cih dasar wanita murahan, sepertinya ia ingin menggodaku.


"Silahkan di minum tuan, biar tidak ngantuk."


"Ya terimakasih, kau boleh kembali ke kamar mu." namun Karin bukannya kembali, ia malah mengintip di luar pintu.


Ayo cepat minum kopinya tuan.


Akhirnya berhasil, Kenzo pun meminum kopi buatan Karin karena memang ia sangat menyukai kopi di malam hari.


Setelah lima menit meminumnya Kenzo mulai merasakan panas di badan nya.


"Argh badan ku panas, kenapa ini."


Karin masuk kembali kedalam ruangan nya, kenzo yang melihat Karin merayunya membuat hasratnya tak bisa di tahan.


"Tuan anda kenapa?" Karin pura pura khawatir, ia memperlihatkan belahan dadanya membuat Kenzo ingin melahapnya.


"Tuan biar saya bantu."


"Minggir kau sialan, kau kah yang melakukan ini argh." Kenzo sudah tidak tahan lagi dengan panas di seluruh badan nya.


"Tuan biar saya bantu, saya rela kesucian saya di ambil tuan." Karin dengan berani mengecup bibir Kenzo.


"Cih sialan kau berani sekali."


"Ayolah tuan, aku akan membantu mu."


"Argghh lepaskan aku wanita murahan, berani sekali kau berbuat seperti ini pada ku." Namun Karin tak peduli dengan ucapan Kenzo. Ia langsung membuka bajunya dan memperlihatkan dadanya.


Namun Kenzo sadar, ia langsung mendorong Karin hingga ia terjatuh kelantai.


Kenzo pun berlari ke kamarnya dan mengunci pintunya, lalu ia membangunkan Alena yang sedang nyenyak dalam tidurnya.


"Alena bangun."


"Em ada apa tuan?"


"Tolong bantu aku, aku sudah tak tahan."


"Apa maksud mu tuan?" Alena melihat tingkah Kenzo yang aneh.


"Adik mu yang membuatku begini, tolong bantu aku argh, maafkan aku Alena, aku tak akan menyakiti mu."


Kemudian Kenzo membuka kancing baju Alena, membuat ia ketakutan teringat kejadian yang kemarin.


"Tuan."


"Aku janji akan melakukan nya dengan lembut, jadi tolong aku Alena, Aku mencintaimu."


Alena pasrah pada Kenzo mungkin ini waktunya untuk merelakan kesuciannya.


"Alena aku janji akan melakukan nya dengan pelan agar kau menikmatinya."

__ADS_1


HAI READERS BERI LIKE DAN COMMENT NYA YA, TERIMAKASIH SUDAH SETIA MEMBACA CERITA KU.


__ADS_2