Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Merubah penampilan


__ADS_3

Lima mobil berjejer di depan toko bunga, membuat Alena dan Sindy terkagum.


Terbukanya pintu mobil dan nampak seorang pria yang berjas hitam dan juga kacamata hitam dengan gagahnya berdiri disana. Siapa lagi kalau bukan Kenzo si pria dingin, begitu pun dengan Bram seorang asisten yang tak kalah tampan juga membuat Sindy terkagum.


Bram pun berjalan ke arah Alena, sementara Kenzo masih berdiri di samping mobilnya.


"Permisi nona kami menjemput anda kesini."


Alena masih tak percaya dengan pemandangan di depannya.


"Bram kenapa kau menjemput ku, kenapa banyak sekali pengawal."


"Sudahlah nona jangan banyak tanya, mari pulang karena tuan sudah menunggu."


"Baiklah."


"Tunggu dulu." ujar Sindy lalu ia mendekat pada Bram.


"Bolehkan aku minta nomor ponsel mu, aku sangat mengagumi mu, kau sangat tampan." tanpa rasa malu Sindy mengungkapkan perasaannya sedang kan Alena tak percaya dengan perlakuan Sindy pada asistennya.


"Maaf maksud anda apa, saya tidak bisa memberikan nomor ponsel saya. Anda sangat tidak sopan berbicara seperti itu." mau Bram atau Kenzo mereka memang pria kutub, tentu saja Bram akan menolaknya karena ia belum pernah dengan dengan wanita.


Bram pun melangkahkan kakinya namun lagi lagi Sindy menahan nya.


"Aku menyukaimu tuan, bisa kah kita berkenalan dulu "


"Lepaskan tangan mu." tegasnya.


"Ya kalian sedang apa hah, lama sekali!" Teriak Kenzo yang sudah menahan kesal melihat drama Bram dengan temannya Alena.


"Sindy aku pulang dulu ya, nanti akan ku kenalkan padanya."


"Kenapa lama sekali Bram."


"Maafkan saya tuan."


"Cepat masuk dan jalankan mobilnya, aku tak suka menunggu lama."


Lalu Kenzo menarik tangannya Alena untuk masuk ke dalam mobil.


"Kenapa kau bisa punya teman murahan sekali." ujar Kenzo pada Alena.


"Apa maksud mu murahan tuan, dia tidak melakukan apa apa pada Bram, teman ku hanya ingin berkenalan saja."


"Tetap saja itu namanya murahan, sangat tidak pantas seorang wanita mendekati pria."


"Terserah tuan saja lah."

__ADS_1


Bram menjalankan mobilnya menuju tempat tujuan, sebelumnya Kenzo sudah memberitahu Bram ingin mengajak Alena ke sebuah mall.


"Tuan kita mau kemana, ini bukan jalan pulang."


"Aku ingin mengajak mu jalan jalan."


Kerasukan setan apa orang ini? baru kali ini aku di ajak jalan olehnya, apa dia sudah berubah dengan sikap harimaunya.


Setelah sampai ditempat tujuannya kemudian Kenzo menggandeng tangan Alena seperti pasangan yang serasi.


"Tuan, lepaskan tangan ku nanti ada yang lihat bukan kah kita hanya bos dan pelayan."


"Jangan bicara soal itu, sekarang kamu harus memilih apapun yang kau mau."


"Tapi tuan,,"


Kenzo membawanya ke tempat pakaian branded, ia mengambil dress terbaru untuk Alena, memang sangat mudah sekali membeli pakaian untuk Alena karena dia tinggi dan ramping.


"Tuan kenapa banyak sekali." setelah melihat harganya membuat Alena syok.


"Ini kemahalan tuan."


"Diam, kau jangan banyak bicara. Ayo kita ke toko sepatu dan tas."


"Tapi tuan sepatu dan tas ku masih pada bagus."


"Lihat ma Alena sangat di ratu kan oleh suaminya, aku mau seperti dia."


"Benar juga, rupanya suami Alena sangat kaya. Mama kita sudah tua seperti bapak mu."


"Kalau dulu aku tau Alena mau di jodohkan dengan pria tampan, aku sudah pasti menempati posisinya sekarang juga."


"Gimana ya ma, biar aku mendapatkan hati suami Alena."


"Bagaimana kalau kita...." Mirna ibu tiri Alena memberikan ide pada Karin untuk menghancurkan Alena.


"Ide mama bagus juga, nanti aku akan mencobanya." ujarnya dengan senyum mengembang di bibirnya.


"Mulai hari ini kamu harus memakai dress yang ku belikan, dan pakaian yang kau pakai itu buang saja karena itu membuat mata ku sakit melihatmu dengan penampilan dekil seperti itu." ujar Kenzo.


"Apa maksud mu tuan, gini gini juga baju ku sering ku cuci, walaupun tidak mahal tapi aku nyaman sekali. Aku tak suka berpakaian dress."


"Kau ingin membantah ku lagi."


"Tapi tuan aku tak suka menggunakan pakaian itu."


"Kau sekarang nyonya Kenzo Alvaro jadi kau harus berpenampilan rapih dan elegan bukan kaya gembel."

__ADS_1


Alena tak ingin menjawabnya lagi ia hanya menurut saja padahal ia sangat nyaman dengan pakaian serba panjang.


Kenzo juga membawa Alena ke sebuah salon untuk merubah penampilan Alena.


"Hallo tuan selamat datang, ada yang bisa saya bantu?"


"Aku ingin merubah penampilan wanita ini secantik mungkin."


"Siaplah ini sangat gampang karena wajahnya yang sudah cantik dari lahir, mari nona ikut saya."


Sudah satu jam Kenzo masih menunggu begitu juga dengan Bram yang setia menunggu tuannya.


"Sudah selesai tuan, anda pasti akan terpesona." ujarnya.


Alena pun turun dari tangga dengan menggunakan dress berwarna ivory selutut membuat Kenzo tak berkedip begitu juga dengan Bram yang sangat mengagumi kecantikan Alena.


"Nah kan aku sudah bilang kau akan terpesona tuan, bagaimana menurut mu." namun Kenzo masih belum berkedip melihat Alena membuat Alena risih dengan tatapannya.


"Tuan." Bram mengibaskan tangannya pada wajah Kenzo.


"Ah iya aku suka penampilan nya." Alena terus saja menarik narik dress nya ke bawah, karena ia sangat tidak nyaman dengan pakaian yang sekarang.


"Nona kenapa anda menariknya, ini sudah bagus untuk mu."


"Aku tidak nyaman."


"Nanti juga kau akan terbiasa nona." ujar pemilik salon.


"Kalau begitu saya permisi, nanti Bram yang akan membayarnya."


"Sebelumnya terimakasih tuan."


Jujur saja aku tak nyaman dengan pakaian seperti ini, ini membuatku sesak dan aku tak suka dengan penampilan dress selutut.


"Kau tak perlu menutupi lutut mu itu, aku tak akan tergoda."


Dia bilang tak akan tergoda, apa kabar dengan kejadian kemarin yang hampir memperkosa ku, lebih tepatnya memaksa ku.


"Mulai hari ini kau harus berpenampilan cantik seperti ini."


"Baiklah." Mereka pun kembali ke mansion nya, semua pelayan dan juga pengawal sangat kagum dengan kecantikan Alena.


"Ya kalian semua apa ingin ku congkel mata kalian." Kenzo tak suka dengan tatapan para bawahannya.


"Tundukkan kepala kalian, kalian sangat tidak sopan." tegasnya lagi.


Kalau dia tak suka melihatku ditatap orang lain kenapa dia merubah penampilan ku, pria ini memang sangat menyebalkan. Aku tak menyangka bisa menikah dengan pria seperti dia.

__ADS_1


Like dan comment ceritanya ya, beri masukkan untuk author nya. Terimakasih bagi yang sudah membaca ceritaku.


__ADS_2