Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bab 37 selesai


__ADS_3

Kenzo mendatangi Aurora kembali.


"Ken tolong keluarkan aku dari sini hiks hiks aku minta maaf atas perbuatanku pada istri mu, aku janji tak akan mengulanginya lagi." Kenzo masih mematung, namun Aurora terus saja bersimpuh dikaki nya.


"Aku mohon Ken, kasihani aku, kamu tahu kan tentang kehidupan ku. Tolong jangan siksa aku, aku juga sangat menderita tinggal dengan ayahku." Aurora tak bisa menahan air matanya yang terus mengalir di pipinya, ia sangat tidak nyaman tinggal di ruangan yang kumuh seperti ini.


"Aku akan memaafkan mu, tapu dengan di dua syarat."


"Apapun yang kau inginkan, aku akan menerima persyaratan itu Ken, asal keluarkan aku dari sini, aku mohon hiks hiks."


"Pertama kau harus bersimpuh di kaki Alena dan meminta maaf padanya, kedua kau harus pergi dari negara ini dan jangan pernah kembali kesini."


"Aku mau dengan persyaratan itu Ken, asal aku bisa keluar dari ruang kumuh ini, aku janji akan meminta maaf pada istri mu." Kenzo tidak yakin dengan ucapan Aurora tapi ia melihat dari matanya tidak ada kebohongan disana, apa Aurora benar benar menyesal dengan perlakuannya.


"Baiklah sekarang aku akan membawa mu pada Alena,"


"Terima kasih Ken terima kasih sudah membebaskan aku." Ujar Aurora dengan kepala menunduk begitu juga dengan air mata yang terus mengalir deras.


Aku tak ingin menjadi jahat, cukup sampai disini aku menghukum orang, aku sudah janji pada alena akan menjadi pria yang baik untuknya, biarlah Aurora menerima hukum alam, aku tak ingin suatu saat anakku mempunyai sikap seperti ku jadi mulai saat ini aku tak ingin menjadi pendendam, maka aku akan membebaskan Aurora. Aku melihatnya seperti sudah menyesal dengan perlakuannya.


Aurora pun ikut bersama Kenzo dan juga Bram untuk menemui Alena.


"Bram kita ke salon dulu, aku tak mau liat dia dengan pakaian banyak darahnya."


"Baik tuan."


"Terima kasih Ken, maaf aku merepotkan mu."


"Hem."


Bram pun memarkirkan mobilnya di sebuah salon lengkap ia ingin Aurora mengubah penampilannya dan juga pakaiannya agar Alena tidak mencurigainya.


Lalu Aurora pun menganti pakaiannya dan juga merubah penampilannya, entahlah kenapa saat ini ia lebih memilih make up yang sederhana biasanya ia selalu menggunakan make up yang terlalu merona.


Kenzo pum heran melihat penampilan Aurora yang biasa saja, Aurora juga hanya memakai kaos dam celana jeans tanpa memilih dress yang sexy.


"Mari Ken aku sudah selesai, aku ingin menemui istri mu."


"Baiklah."


Mereka bertiga pun menuju rumah sakit untuk menemui Alena, hati Aurora merasa berdebar ia takut Alena tak memaafkannya lalu Kenzo akan menghukumnya kembali.


Semoga Alena memaafkan ku, aku tak ingin tinggal di ruang yang kumuh lagi, aku ingin pulang ke negara ku, aku merindukan keluarga ku.


"Sudah sampai, kau harus ingat dengan janji mu Aurora." Aurora pun mengangguk mengiyakan perkataan Kenzo.


Setelah sampai diruang rawat, Alena terkejut dengan kedatangan Aurora.


"Mas kau bawa dia kesini."


"Iya dia ingin bertemu dengan mu," Kenzo pun memeluk istrinya lalu mengecupnya.


"Kau sudah bisa jalan sayang."


"Iya mas, hari ini aku di perbolehkan untuk pulang."


"Aku senang sekali kau bisa pulang hari ini."


"Iya mas." Aurora menjadi canggung melihat sepasang suami istri yang romantis di depannya.


Pantas saja Kenzo nyaman dengan Alena, ternyata memang benar Alena wanita yang baik yang tak pantas di bandingkan dengan aku, ia tak marah dan tidak mengusirku walaupun aku sudah mencelakainya.


"Ehem, Aurora kau ingin mengatakan sesuatu pada Alena."


"Ah iya Ken." Lalu Aurora berjalan ke arah Alena dengan mata yang berkaca kaca kemudian ia memegang tangan Alena.


"Alena maafkan aku yang sudah membuatmu seperti ini, aku minta maaf hiks hiks aku sudah jahat sama kamu,"


Alena pun bingung dengan sikap Aurora yang tiba tiba meminta maaf padanya, ia juga melihat tangan Aurora dengan banyak luka membuatnya bertanya tanya.


"Alena aku benar benar minta maaf, maaf aku sudah berbohong pada mu tentang Kenzo, sebenarnya Kenzo pria yang baik, aku hanya mantan kekasihnya dulu dan kemarin aku sempat ingin mendapatkan hatinya lagi makanya aku berbuat jahat padamu, tapi aku benar-benar minta maaf sudah melakukan ini pada mu hiks hiks, aku sudah tak mencintai Kenzo lagi, aku harap kau bahagia dengan nya."


Aurora bersujud di kaki Alena membuat Alena tidak enai hati padanya.


"Apa yang kau lakukan Aurora, tolong jangan seperti ini, aku sudah memaafkan mu Aurora."


"Apa kamu serius Alena."

__ADS_1


"Ya aku sudah memaafkan mu." Aurora pun langsung memeluk Alena dengan erat karena ia bersyukur mendengar kata maaf dari Alena jadi ia tak perlu menderita lagi di ruangan yang kumuh.


Kenzo tak menyangka ternyata Aurora dengan sungguh-sungguh meminta maaf pada Alena membuat ia terharu melihatnya.


"Aurora tangan mu kenapa terluka begini." Tanya Alena dengan penasaran.


"Ah ini tidak apa apa." Aurora langsung menarik lengan bajunya untuk menutupi luka ditangan nya.


"Sayang kenapa kamu bertanya seperti itu."


"Aku kasian melihat luka ditangan nya."


"Jangan khawatirkan aku Alena, aku tidak apa apa. Terima kasih kamu sudah memaafkan ku jadi sekarang aku akan pulang ke negaraku."


"Secepat ini kamu pulang, padahal aku ingin berteman dengan mu lebih dekat."


"Maaf Alena, Aku juga merindukan keluargaku, lain kali aku akan bertemu dengan mu lagi." Aurora memeluknya kembali, ia terus mengucapkan maafnya pada Alena.


Sebelumnya Kenzo sudah memesan tiket untuk kepulangan Aurora, ia juga sudah memberi sejumlah uang pada Aurora untuk biaya hidupnya disana.


***


8 bulan kemudian...


Alena dan Kenzo sedang menunggu tanda tanda dari buah hatinya, namun masih belum ada tanda tanda membuat Alena gelisah dan juga sudah berat untuk berjalan.


"Semakin hari kamu semakin sexy sayang, aku suka dengan badan mu yang gemoy seperti ini."


"Mas apa sih," Alena mencubit lengan suaminya.


"Ehem, kalian sangat romantis sekalu, dulu mama juga seperti kamu Alena, malahan badan mama lebih lebar dari kamu tapi papa mertuamu itu sangat menyukai mama dengan badan mama yang lebar." Sambung Ainda.


"Wah pastinya mama juga sangat romantis dong dengan papa."


"Iya pastinya dong, iya kan pa," Ujar nya pada tuan Albert.


"Iya ma, papa rindu juga dengan mama yang gemoy seperti waktu mengandung Kenzo dan adiknya, apa mama mau mengandung lagi." Ucapan tuan Albert sangat konyol membuat Kenzo dan Alena tertawa terbahak bahak.


"Papa ini gimana sih, mama ini sudah tua, papa juga sudah tua. Mana bisa begitu, mama gak mengandung lagi, sekarang mama hanya mengharapkan cucu dari Alena."


"Alena kamu harus membuatkan mama cucu yang banyak ya, soalnya mama sangat menyukai anak kecil." Lanjutnya lagi.


***


Keadaan keluarga bagas sekarang sangat prihatin setelah Karin sembuh dari rumah sakit, hartanya sekarang sudah habis, begitu juga perusahaan nya sudah bangkrut, mobil pun sudah tidak ada karena di jual untuk mengobati Karin. Dan sekarang Karin hanya bekerja jadi seorang cuci piring di sebuah rumah makan yang gajinya hanya cukup untuk makan saja.


"Pa sampai kapan sih kita hidup begini terus, mama gak mau miskin seperti ini, mau makan aja susah."


"Ini semua gara gara anak kamu tuh si Karin, dia yang menghabiskan uang papa untuk biaya rumah sakit nya."


"Tapi kan itu semua juga gara gara Alena anak kamu pah, masa kamu ga berani minta uang sama Alena, kan anak mu orang kaya, kita sudah capek loh ngurus dia dari kecil."


"Cukup ma! aku tak suka mama terus terusan menyuruhku untuk meminta uang pada Alena, asal mama tahu Alena itu sudah di jual pada tuan Kenzo dan papa tak bisa meminta uang lagi karena sudah perjanjian dengan kita, apa mama gak malu terus terus minta uang sama Alena, papa yang malu ma. Lebih baik mama jual aja tuh si Karin."


Karin yang mendengar perselisihan orang tuanya membuat ia sakit hati, ia merasa sudah menjadi beban untuk orang tuanya.Tapi ia tak menyerah untuk mencari uang walaupun hanya sebagai tukang cuci piring yang penting ia bisa menghidupi keluarganya dengan gaji pas pas an.


"Papa jangan bawa bawa Karin, Karin itu anak kesayangan mama, papa gak berhak menjual Karin."


"Sudah lah papa pusing bicara dengan mu, yang terus saja menyalahkan papa, jangan harap aku bisa kembali lagi pada mu Mirna, aku sudah muak dengan tingkah laku mu dan juga anak mu itu." Kemudian Bagas pergi meninggalkan rumah nya yang entah kemana.


***


"Mas sakit ah, perut ku sakit."


"Sabar sayang, kamu yang kuat ya ini demi anak kita."


Alena merasakan kontraksi yang hebat.


"Alena yang kuat sayang," Ainda menyemangati menantunya, ia tak tega melihat Alena merasakan sakit, Ainda pun tak kuat menahan air matanya. Karena ia sangat menyayangi Alena.


"Bapak ibu tunggu disini ya."


"Apa saya gak bisa masuk sus." Ujar Kenzo.


"Bapak ini suaminya ya, baiklah bapak bisa masuk untuk menemani ibu Alena tapi tidak untuk ibu Ainda karena hanya cukup satu orang saja."


"Iya sus saya tak apa apa disini."

__ADS_1


Ainda terus berdoa meminta keselamatan pada yang maha kuasa.


"aaaaaa mas sakit." Kenzo pun tak bisa menahan air matanya namun ia tetap menyemangati sang istri yang sedang berjuang untuk buah hatinya.


"Sedikit lagi bu ayo semangat."


"aaaa."


"Ayo bu kepalanya sudah kelihatan."


Dengan sekuat tenaga Alena mengejan, tak lama kemudian bayi yang di dalam kandungan pun lahir dengan sehat dan selamat.


"Selamat ya bu, pak bayinya laki laki."


"Terima kasih sus, sayang lihat bayi kita sangat lucu." Alena pun tersenyum dengan bahagia .


Ainda yang menunggu di ruang tunggu ia sangat bahagia karena mendengar tangisan bayi.


"Cucu ku sudah lahir, semoga Alena juga sehat."


Pintu pun di buka, membuat Ainda ingin segara menemui Alena.


"Kenzo bagaimana dengan menantu dan cucu mama."


"Mereka berdua selamat ma, apa mama senang bisa memiliki cucu."


"Tentu saja, mama juga sudah memberi tahu papa, akhirnya mama dan papa punya cucu, mama ingin segera melihatnya."


"Ayo ma, Alena pun sudah berada diruang rawat." Mereka berdua pun menemui Alena.


"Cucu ku, wah sangat lucu sekali." Alena sedih karena ibu mertuanya hanya menyapa cucu nya saja.


"Sayang kenapa kok muka mu di tekuk begitu."


"Mas apa setelah ini mama akan membenci ku seperti dulu karena mama hanya menginginkan cucunya saja." Ainda pun mendengar apa yang di katakan menantunya.


"Kata siapa? mama akan tetap menganggap kamu anak mama, mama sudah menerima mu sejak dulu Alena, terima kasih sudah memberikan mama cucu."


Alena menangis terharu dengan ucapan ibu mertuanya, ia tak menyangka ternyata ibu mertuanya sangat sayang padanya sejak dulu.


"Terima kasih ma,"


"Semoga hubungan kita sampai jannah sayang, aku akan selalu mencintai mu apapun yang terjadi padamu, aku akan selalu mencintaimu dan juga anak kita."


"Terima kasih mas, aku bahagia bersama mu mas."


"Em kira kira mas mau beri nama siapa?"


"Alken, mas akan memberi nama Alken singkatan dari nama kita."


"Wah mama sangat menyukai nama itu."


"Aku juga mas, sangat menyukainya."


"Hallo Alken cucu oma sangat tampan seperti ayahmu dan sangat imut seperti ibu mu." Mereka semua pun tertawa bahagia dengan kehadiran buah hatinya di keluarga Kenzo.


Memang cinta itu tumbuh dengan sendirinya, walaupun awalnya kita tidak saling mencintai, akan tetapi semakin berjalannya waktu cinta akan tumbuh di hati kita, apalagi dengan kehadiran si kecil semakin membuat hangat diantara suami istri.


****


3 tahun kemudian.


"Holee Alken mau punya adek bayi, mama Alken minta adek bayi cewek ya."


"Hihi anak mama sudah tak sabar ingin punya adek bayi ya, semoga saja adek bayinya cewek ya sayang."


"Papa akan membuatkan adek bayi untuk mu yang banyak, Alken mau adek bayi berapa?"


"Sepuluh pah," Ujarnya dengan polos membuat semua orang tertawa bahagia.


......................


SELESAI


TERIMA KASIH YANG SUDAH MEMBACA SAMPAI SELESAI.


SALAM HANGAT DARI AUTHOR.

__ADS_1


MOHON MAAF BILA ADA KEKURANGAN DALAM KEPENULISAN.


...****************...


__ADS_2