Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bab 29


__ADS_3

Alena merasakan berat di pinggangnya, ingin bangun pun ia sangat kesusahan karena Kenzo memeluknya dengan erat.


"Jangan bangun dulu, tetap lah seperti ini dulu."


"Ini sudah siang mas, ku kira kamu tak tidur disini,"


"Lah ini kan tempat tidur ku, memang nya aku harus tidur dimana?"


"Aku kira kamu marah gara gara semalam, maafkan aku soal masakanku." Alena sangat merasa bersalah atas kejadian semalam.


"Tidak apa apa kok sayang, semalam aku hanya sedikit kesal jadi aku makan di restoran, karena memang perutku sangat lapar sekali. Maafkan aku yang membiarkan begitu saja,"


"Tak apa apa mas, kalau kamu tak marah padaku, aku sangat senang. Terimakasih sudah mengerti."


"Cup, ya sudah sekarang kamu masak buat."


"Aku gak mood mas, aku sedang tidak ingin masak,"


"Ya sudah tidak apa apa kalau begitu kita makan diluar saja, apa kamu mau?"


Alena pun tersenyum senang, ia mengiyakan ajakan suaminya, Kenzo memang paling mengerti dengan perasaan istrinya. Mereka berdua pun bangun kemudian Alena masuk ke kamar mandi, sedangkan Kenzo sedang memainkan ponselnya.


"Pa mereka kemana sih, kok jam segini pada belum bangun." Ujar Ainda.


"Lagian mama ini kenapa nanyain mereka, ya biarkan saja mereka masih tidur."


"Harusnya kan Alena masak pa, ini bukan masakan Alena, mama mau dia masak kesukaan mama." Ainda keceplosan membuat tuan Albert tersenyum.


"Rupanya mama pengen masakan Alena." Godanya


"Bukan nya semalam mama malah marahin dia, mama kan tahu sendiri masakan semalam sangat asin jadi untuk apa Alena masak lagi." Tuan Albert sengaja memancing istrinya, ia ingin tahu sikap istrinya yang gengsi itu.


"Lagian siapa sih pa yang mau masakan dia, lagian masakan pelayan juga lebih enak dari dia." ekspresi Ainda tidak bisa berbohong, ia sangat menginginkan masakan menantunya itu.


"Pagi pa, pagi ma." Ucap Kenzo yang baru saja turun bersama Alena.


"Kalian sudah rapih memangnya mau kemana?"


"Kita mau sarapan di luar Pa, Kenzo pamit ya."


"Iya hati hati di jalan ya."


Kenapa Alena tidak masak kesukaanku sih, padahal lidahku sangat cocok dengan masakannya, ah tidak tidak kenapa aku sangat menginginkan masakan dia, apa dia menggunakan pelet sehingga aku menginginkannya. Ainda terus saja berkelut dengan pikirannya.


"Mas aku senang banget pagi pagi di ajak jalan."


"Beneran kamu senang, memangnya kamu ingin sarapan apa?"


"Apa aja mas yang penting enak kan."


"Iya sayang, maafkan baru kali ini mengajakmu makan diluar, aku terlalu sibuk dengam pekerjaan mu."

__ADS_1


"Tak apa apa mas, aku mengerti kok."


Cup Kenzo langsung mengecup pipinya dengan cepat lalu ia fokus lagi mengendarai mobilnya.


"Hati hati mas, ini didalam mobil loh."


"Hehehe."


"Oh iya mas, semalam Sindy menelpon ku. Katanya Karin sudah pulang."


"Benarkah." Ujarnya pura pura tidak tahu.


"Iya mas nanti aku ingin mengunjungi rumah orang tuaku lagi."


"Baiklah nanti aku akan mengantarmu ya sayang."


"Terimakasih mas," Setelag sampai di restoran mereka berdua pun langsung masuk dan memesan ruangan Vip agar tidak ramai dan nyaman untuk mereka.


Pesanan pun sudah datang, Alena sangat menikmatinya ia makan dengan lahapnya


Kenzo tersenyum melihat Alena yang menurutnya terlalu rakus.


"Pelan pelan dong sayang makannya."


"Ini enak mas."


"Mau aku pesankan lagi." Alena pun menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia sudah kenyang dan tak ingin menambahnya lagi.


"Baiklah, ayo." Kenzo menggandengan tangan Alena sampai parkiran tanpa melepaskannya.


Aurora yang berada di restoran yang sama ia melihat Kenzo dengan seorang wanita.


Apa mungkin dia istrinya, aku harus menemui mereka.


"Kenzo." panggil nya. Alena melihat seorang wanita cantik dan sexy menghampiri suaminya dengan berlari kecil.


"Ada apa Aurora,"


"Kamu sedang apa di sini Ken, apa dia istri mu."


"Ya dia istri ku ada apa?"


"Ah tidak ada apa apa, aku hanya ingin berkenalan saja."


"Hai kenalkan aku Aurora mantan kekasihnya Kenzo." Sambungnya, ia mengulurkan tangan nya pada Alena.


"Aku Alena, salam kenal kembali."


Aku tak menyangka selera Kenzo yang seperti ini, dia memang cantik tapi penampilan nya sangat jauh dengan ku yang modis dan sexy


Aku yakin Kenzo menikahinya bukan karena ia mencintainya.

__ADS_1


"Alena aku mau beli minuman sebentar ya."


"Iya mas." Kenzo pun pergi meninggalkan Alena yang masih berdiri dengan Aurora.


"Em kamu istrinya Kenzo, apa kamu tahu aku mantan kekasihnya."


"Aku tidak tahu."


"Asal kamu tahu ya Alena, Kenzo itu pernah tidur denganku malah ia sering berhubungan dengan ku, dia sangat perkasa di ranjang dan aku sangat menikmatinya." Aurora sengaja mengatanya pada Alena agar Alena pergi dari kehidupan Kenzo. Tentu saja apa yang di ucapkan Aurora membuat hatinya terluka.


"Dan asal kamu tahu Alena, Kenzo itu cinta pertama ku. Kami sudah menjalin hubungan selama 7 tahun lamanya, aku terpisah dengan nya karena tuan Albert yang menyuruhku pergi dari kehidupannya. Apa kamu tahu bahwa Kenzo sangat mencintai ku sejak dulu, ia tak mungkin segampang itu membuka hatinya untuk mu."


"Sekarang pun aku masih mencintainya, kamu harus hati hati sama dia, mungkin dia hanya menginginkan tubuh mu saja setelah itu dia akan membuang mu. Aku saja yang 7 tahun bersamanya masih bisa terbuang apalagi kamu yang hanya baru kenal."


Alena tak sempat membalas ucapan Aurora, karena Kenzo sudah kembali dan membawa dua minuman di tangannya.


"Sayang ayok kita pulang,"


"Ya mas." Ujarnya.


"Hati hati di jalan ya Ken, sampai ketemu lagi." Ujar Aurora tanpa rasa malu.


Sialan kau Aurora beraninya dia berkata seperti itu di depan istri ku, awas saja jika kamu membuat istriku cemburu. Aku akan menghukum mu seperti Karin.


Disepanjang jalan Alena hanya melihat keluar jendela, ia tak melirik suaminya yang sedang menyetir, membuat Kenzo merasa bersalah tapi ia tak tahu salah nya dimana.


"Sayang kamu kenapa?" Lalu ia memegang tangan Alena, tetapi Alena malah melepaskannya.


"Sayang kamu kenapa, sedari tadi kamu malah cuekkin aku. Memangnya aku salah apa pada mu."


Namun Alena malah meneteskan air matanya membuat Kenzo bertanya tanya, kemudian ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan.


Diraihnya tangan Alena lalu di kecup olehnya, kemudian ia mengelur rambutnya dengan lembut.


"Tolong jangan begini, jika aku salah tolong beri tahu aku Alena."


"Mas apa benar kamu sudah berhubungan dengan mantan kekasihmu itu."


Ah sialan rupanya Aurora yang membuat Alena seperti ini.


"Aku minta maaf sayang, aku akan menjelaskan semuanya. Memang aku pernah melakukannya tapi itu dulu, sekarang aku tak pernah berhubungan dengan nya lagi."


"Kami bohong mas, dia bilang kamu sering melakukannya."


"Astaga wanita sialan itu malah mempengaruhi mu, kamu tahu kan dia menghilang selama 2 tahun dan itu semua karena ayah yang tak merestui hubungan ku. Tapi percayalah padaku sekarang aku hanya mencintaimu Alena."


"Kamu serius mas."


"Aku serius, aku berani bersumpah."


Awas saja kau Aurora, lihat saja aku akan melakukan sesuatu padamu yang lebih dari Karin jika kamu mengganggu Alena lagi.

__ADS_1


Kenzo pun mengepalkan jari tangannya dengan erat, ia sangat marah pada Aurora.


__ADS_2