Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bertemu orang tua


__ADS_3

Karin membereskan semua bajunya untuk di bawa ke mansion, ia sudah bersiap siap akan ikut bersama Alena.


Sebenarnya hati Alena tak ingin membawa Karin, akan tetapi Alena tak tega melihat ibu tirinya yang berbaring lemah.


"Kak aku udah siap."


"Iya ayo kita berangkat sekarang karena taxi nya menunggu." Sebelum berangkat Alena juga sudah pamit pada Sindy begitu juga pamit pada Mirna ibu tirinya, ia tak bertemu dengan bagas karena bagas bekerja sampai malam.


"Kak aku takut suami kakak marah pada ku."


"Tak apa apa nanti kakak yang akan bicara padanya."


"Terimakasih ya kak sudah membantu ibu dan juga aku."


"Sama sama, oh iya dengar dengar kamu katanya hamil. Apa benar begitu."


Ini pasti Sindy yang memberitahunya.


"Iya kak maafkan aku, tapi kemarin aku sempat keguguran karena calon suami ku gak mau bertanggung jawab jadi aku kepikiran terus sampai akhirnya aku pendarahan." ujarnya berbohong, soal akting Karin memang paling bisa.


"Ya ampun Karin, kenapa kamu gak bilang sama kakak."


"Aku malu kak, karena gak pantas aku meminta pertolongan sama kakak, sedangkan aku dan ibu sering jahat pada kakak."


Ya allah kasian sekali adik ku, kenapa semenjak aku tak tinggal bersamanya mereka hidup seperti ini. Aku kasian melihat Karin dan juga ibu tapi bagaimana dengan ke adaan ayah, aku belum bisa bertemu dengannya.


"Kalau ada apa apa kamu harus bilang sama kakak Karin."


"Iya kak, maafkan Karin ya."


Akhirnya mereka berdua sudah sampai, namun Kenzo masih belum pulang jadi Alena meminta pelayan untuk memberi tau Kenzo bahwa ia sudah pulang.

__ADS_1


"Karin kamu tinggal di kamar ini dulu ya, tapi maaf kakak hanya bisa menempatkan mu di kamar pelayan. Nanti kakak akan bilang pada suami kakak."


"Iya kak tidak apa apa kok, ini kamarnya luas dan juga bersih. Aku pasti betah tinggal disini, kalau begitu aku mau bantu pelayan lain aja ya kak."


"Ya silahkan."


Huh capek juga akting kaya gini, mana aku harus jadi pelayan lagi. Tapi gak apa apa lah yang penting aku bisa tinggal di Mansion mewah ini dan aku pasti bisa mendapatkan hati majikan ku, aku harus memakai pakaian **** biar ia tergoda padaku.


Malam ini Alena berdandan dengan cantik menggunakan dress berwarna hitam selutut dan agak sedikit terbuka di belahan dadanya.


Aku sangat tidak nyaman dengan pakaian begini, tapi bagaimana lagi aku harus mau memakainya daripada dia harus marah padaku.


Kenzo baru saja datang ia langsung menuju kamarnya, disana ia melihat Alena dengan tatapan yang tak bisa di artikan, Kenzo sangat terpesona melihatnya membuat yang dibawah sana meronta ronta.


"Tuan anda sudah pulang."


"Ya kamu masih ingatkan malam ini kita kerumah orang tua ku."


"Ya tuan ini aku udah siap."


"Tuan tunggu, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu."


"Apa lagi Alena."


"Aku minta maaf tuan, aku membawa adikku kesini ia ingin jadi pelayan disini karena ibu sedang sakit jadi adikku harus bekerja untuknya, aku minta maaf sebelum nya tidak memberitahu mu."


"Aku sudah tau."


"Apa maksud tuan."


"Aku sudah tau kau membawa adik mu, aku menerimanya untuk bekerja disini. Tapi jika dia berbuat ulah disini makan aku akan mengusirnya."

__ADS_1


"Terimakasih tuan." namanya Kenzo ia pasti tau semua tentang Alena, ia selalu mengawasi Alena dari jauh. Ia juga sudah tau rencana Karin datang kesini, namun ia tetap mengizinkan nya untuk tinggal di mansion.


sampai mana wanita itu akan berulah, lihat saja jika dia menyakiti Alena maka aku yak akan memberi ampun. ucapnya dalam hati.


Alena dan Kenzo turun dari tangga, mereka berdua terlihat sangat serasi. Karin yang diam diam melihatnya membuat hati ia panas apalagi melihat Kenzo yang sangat memperlakukan Alena dengan lembut.


"Bram antar aku kerumah orang tua ku." Ujarnya.


"Baik tuan."


Jadi pria itu bernama Bram, dia juga gak kalah tampan dengan bos nya. Ah kenapa aku jadi memikirkan dia pokonya tujuan ku untuk merebut suami Alena." Gumam Karin dalam hatinya.


"Tuan apa ibu mu akan menerima ku." dengan berani Alena bertanya padanya.


"Kau tak usah memikirkan itu, kau cukup diam saja jangan sampai dimasuki hati karena ibu ku pasti akan berkata pedas padamu Alena, kau cukup diam saja dan berikan ibu ku senyuman.


"Baik tuan aku terimakasih pada mu."


Setelah menempuh perjalanan dua jam akhirnya Alena dan Kenzo sudah sampai di Mansion orang tuannya.


Alena tercengang melihat mansion orang tuannya yang tak kalah mewah dari mansion Kenzo.


Kenzo pun menggandeng tangan Alena.


"Selamat malam pa, ma."


Tuan Albert sangat senang dengan kedatangan menantunya, ia sangat mengagumi kecantikan Alena untuk Kenzo.


Namun di sisi lain Ainda tidak menyukai kedatangan tamu entahlah tamu kerja pun ia tak suka.


"Em kenapa kau bawa dia kesini Ken, kau membuat rumah mama kotor."

__ADS_1


"Ma jaga ucapan mu, ia menantu kita jadi tolong hargai." Ujar tuan Albert.


Ada raa sesak di dadanya setelah mendengar ucapan ibu mertuanya, namun ia ingat dengan kata kata Kenzo.


__ADS_2