Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Gagal


__ADS_3

"Bagaimana pa, apa sudah mendapatkan uangnya.


"Tentu saja ma, ini papa bawa uang seratus juta untuk kita, perusahaan hanya memerlukan 30 juta saja jadi sisanya buat kita."


"Papa hebat banget mama makin sayang deh." Karin yang baru saja pulang kuliah melihat ibu dan ayahnya sedang bahagia membuatnya penasaran.


"Ehem mama sama papa kok keliatan senang sekali?"


"Iya nih liat mama banyak uangnya." mata Karin berbinar melihat uang gepokan didepan matanya.


"Karin mau ma."


"Makanya kamu ini harus seperti Alena, dia menikah muda tapi bisa mendapatkan suami kaya dan itu berkat ayah."


"Tapi Karin tak ingin menikah, pokonya Karin masih ingin lanjut kuliah." walaupun Karin bukan anak kandung Bagas tapi Bagas bisa membiayai Karin sampai kuliah sedangkan Alena hanya sampai SMA itupun dengan biaya dari Alena sendiri yang suka bekerja paruh waktu.


***


Alena yang sudah tak enak hati dengan kedatangan suaminya, ia takut suaminya akan meminta hak nya.


Alena semakin mengeratkan selimutnya sampai menutupi dada, ini membuat Kenzo ingin tertawa melihat kelakuan Alena yang membuatnya lucu.


Tiba tiba saja Kenzo membuka bajunya memperlihatkan perutnya yang berotot, membuat Alena menutup matanya.


"Jangan berpura pura, aku tahu kau sangat menyukainya." ujar Kenzo.


Apa dia bilang? aku menyukainya, dasar pria ga tahu malu.


"Buka mata mu Alena."


Alena terpaksa membuka matanya, ia melihat perut yang berotot serta kulit yang mulus.


Glek Alena menelan ludahnya dengan susah payah.


"Kenapa kamu melihatku seperti itu, apa kamu baru lihat badanku yang bagus."


Alena langsung membuang mukanya, ia sangat malu dengan penuturan suaminya.


"Malam ini aku akan meminta hak ku."


"Ma maksud tuan."


"Jangan pura pura polos Alena, aku tahu kau pernah melakukannya dengan pria lain."


"Aku tidak pernah melakukan nya, sama sekali aku tidak pernah. Kau jangan memfitnahku." Alena mulai geram.

__ADS_1


"Makanya aku harus menyentuhmu malam biar aku tahu kau masih suci."


Lalu Kenzo berjalan ke arah Alena dengan senyumnya yang tak bisa diartikan.


Percuma saja Alena memberontak karena pintunya di kunci oleh Kenzo, ia berniat ingin kabur namun ia ingat pada Kenzo yang sudah memberinya uang dan ia harus membalas kebaikan Kenzo.


Apa tidak apa apa jika aku melakukannya, tuan Kenzo suamiku dan aku tidak berdosa jika ingin memberi hak nya.


Tak ada jarak di antara mereka, membuat jantung keduanya berdebar tak karuan.


Kenzo menatap Alena dengan sangat dalam.


Cup baru kali ini Alena merasakan kecupan dari seorang pria, membuatnya gugup dan ingin menghilang dari muka bumi ini.


Namun Kenzo semakin mendalaminya, membuat Alena tak bisa bernafas.


"Hah hah, tuan." Kenzo tahu Alena kehabisan nafas lalu ia melepaskannya memberi Alena ruang.


"Sudah berapa kali kau melakukannya dengan pria lain."


"Aku tidak pernah melakukan nya tuan."


Ah rasanya sangat senang sekali mendengar penuturan Alena, Kenzo merasa beruntung jika benar Alena masih suci.


Kemudian Kenzo melanjutkan aksinya kembali, membuka satu persatu kancing baju yang di kenakan Alena, namun Alena hanya diam saja seperti terhipnotis olehnya.


"Apa kau menikmatinya sayang." ucapan sayang dari Kenzo membuat bulu kuduk Alena merinding.


Gairah yang sudah memuncak, ia ingin segera melakukannya namun suara ketukan pintu membuatnya emosi.


Tok tok tok


"Argh sialan, siapa dia." Kenzo langsung memakai bajunya kembali lalu ia membuka pintunya. Sedangkan Alena merasa lega karena sudah ada yang menyelamatkannya.


"Tuan maaf saya mengganggu anda."


"Bram kau benar benar mengganggu ku, ada apa." Lalu Kenzo dan Bram pergi menuju ruang kerjanya.


"Begini tuan saya sudah melakukan kerjasama dengan tuan Bagas."


"Hanya itu saja."


"Ya tuan, tuan Bagas pun setuju."


"Bram kenapa tidak besok saja kau memberitahu ku, kau tahu aku sedang apa?"

__ADS_1


"Saya tidak tahu tuan."


"Kau polos sekali Bram, arghh." Kenzo mengacak acak rambutnya dengan penuh emosi.


"Kali ini aku memaafkan mu, tapi tidak dengan lain kali. Kau membuat malam pertama ku gagal Bram.


Seketika Bram terdiam, ia baru sadar dengan pengakuan tuannya itu.


Apa? jadi aku sudah mengganggu mereka, tapi tuan Kenzo kenapa ingin melakukannya apakah dia sudah mulai mencintai wanitanya. Ah ini berita penting untuk tuan Albert.


"Kenapa kau senyum senyum Bram, kau meledekku hah."


"Tidak tuan, saya permisi dulu." Bram pun pergi meninggalkan kenzo diruang kerjanya.


"Ah sial sial rencana ku jadi gagal, ini semua gara gara Bram." kemudian Kenzo pergi ke kamar mandi ingin menuntaskan hasratnya. Ia malu jika harus kembali pada Alena dan malam ini pun ia akan tidur di ruang kerjanya.


Kemana dia, apa dia tak akan kembali lagi kesini. Akhirnya aku selamat, malam ini kesucianku masih terjaga semoga saja tuan Kenzo tak melakukannya lagi.


Alena menatap dirinya di cermin, ia meraba bibirnya yang baru saja hilang kesuciannya.


Ah bibir ku tak suci lagi


Alena terus saja menggosok gosok bibirnya sampai lecet, rasanya ia ingin menghilangkan bekas bibir Kenzo yang sudah menyentuhnya.


"Aku tak ingin melakukan ini jika dia tak mencintaiku, aku tahu aku telah berhutang budi padanya tapi aku bisa mencicilnya dengan uang walaupun aku harus bekerja disini." ujarnya.


"Kau jangan egois Alena, kau sudah sah menjadi istri ku dan kau harus siap melayani ku di ranjang." Kenzo yang baru saja datang mengejutkan Alena yang sedang berbicara dengan cermin.


"Tuan sejak kapan anda disana."


"Cih rupanya kau tak menyadari ku yang sedari tadi mendengar ucapanmu. Ingat kau istriku dan kau berhak memberikan kesucianmu pada ku walaupun kau dan aku tak saling cinta."


Alena hanya diam memang benar apa yang dikatakan suaminya itu.


"Maafkan aku tuan, aku hanya belum siap"


"Kenapa kau menggosik bibirmu sampai lecet hah, apa kau tidak suka disentuh olehku. Kalau begitu bibirmu akan ku pangkas supaya kau tak punya bibir."


"Maafkan mulutku yang sudah lancang tuan, bibirku hanya gatal saja, aku tak bermaksud jijik pada mu."


"Alasan saja, malam ini kau selamat tapi tidak untuk malam besok. Kau harus melayaniku." ucapnya lalu Kenzo mengambil ponsel di mejanya kemudian ia pergi meninggalkan Alena.


Ya tuhan kenapa bibirku sangat ceroboh sekali, rasanya aku ingin menarik ucapanku kembali agar tuan Kenzo tak mendengarnya.


Kemudian Alena berbaring di kasurnya dengan selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


"Gadis sialan rupanya dia berani berbicara dibelakang ku, baru kali ini aku menemukan wanita seperti dia." kesalnya.


__ADS_2