
Mereka semua sudah kumpul di meja makan untuk makan malam bersama.
"Alena apa kau yang memasak semua ini."
"Iya mas, ini masakan kesukaan mu mas." Ujarnya.
Hahaha lihat saja Alena kau akan malu, dan aku yakin kau akan di permalukan, selamat menikmati makan malam yang enak namun ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi hahaha.
"Ma ngapain sih senyum senyum gitu." kata tuan Albert yang melihat tingkah istrinya sangat aneh.
"Enggak kok pa, mama hanya lagi bahagia aja."
Kemudian Alena mengambilkan piring dan mengisinya dengan makanan kesukaan sang suami lalu menyodorkan nya begitu juga dengan makanan kesukaan papa mertuanya.
"Selamat makan semua." Kata Alena dengan senyum mengembang di bibirnya, ia sangat senang malam ini bisa memasak untuk keluarganya.
"Oeks." Kenzo memuntahkan makanan nya kelantai, ia tidak kuat dengan makanan sangat asin yang dibuat oleh Alena.
Begitu juga dengan tuan Albert ia memuntahkannya juga.
"Mas kenapa." Alena pun bertanya tanya kenapa dengan suaminya dan papa mertuanya.
"Alena ini makanan apa, ini sangat asin, apa kau ingin mengerjai ku."
"Apa maksud mu mas?"
"Coba saja sendiri," Ujar Kenzo dengan ketusnya, perutnya yang sedang lapar di tambah makan makanan yang sangat asin membuatnya marah lalu pergi meninggalkan meja makan.
Ainda tersenyum senang dengan Kenzo yang meninggalkan Alena begitu saja.
Yes aku berhasil, sebentar lagi kau akan di tendang dari sini Alena.
Lalu Alena pun menyicipi makanannya, ia pun langsung berlari ke wastafel dan memuntahkan nya disana.
Kenapa masakan ku sangat asin, padahal aku sudah mencicipinya selagi masak, kenapa jadi asin begini. Pasti suamiku kecewa dengan masakan ku. Aku harus bagaimana.
Alena pun langsung kembali ke meja makan, ia meminta maaf pada papa mertuanya.
"Pa maafkan Alena, tapi tadi Alena sudah mencicipinya dan rasanya pun tak asin seperti ini." Alena pun menunduk karena merasa bersalah.
"Kamu ini gimana sih masak aja ga becus, kamu mau ngerjain kami ya." Bentak Ainda pada Alena.
"Maaf ma, lain kali Alena akan masak lagi yang sesuai dengan selera."
__ADS_1
"Halah tak usah, kami kecewa pada mu."
Tuan Albert pun menarik nafasnya dengan kasar, lalu ia menatap Alena.
"Papa tidak apa apa Alena, lain kali kalau masak harus di cicipi dengan benar ya, papa mau makan yang masakan kamu yang lain aja." Kemudian tuan Albert pun mengambil ikan goreng yang di masak Alena, akan tetapi rasanya enak hanya masakan kesukaan tuan Albert dan Kenzo yang tidak enak karena memang Ainda yang memasukkan garam kesana.
"Masakan yang ini enak kok kak, aku suka." Ujar Clara mencoba mencairkan hati Alena.
"Terimakasih."
Kenzo melewati meja makan begitu saja, ia sudah menenteng jaketnya di tangan tanpa menyapa Alena.
"Kakak mau kemana," Ujar Clara
Namun Kenzo tak menjawabnya, ia terus saja berjalan tanpa mempedulikan Alena, hati Alena sakit melihat tingkah suaminya yang tiba tiba berubah hanya karena masakan Alena.
"Alena biarkan saja dia begitu, kamu jangan pikirkan dia ya." Ujar tuan Albert, Alena sangat bersyukur punya papa mertua yang baik dan pengertian padanya begitu juga dengan adik iparnya.
Kenzo mengendarai mobilnya menuju restoran, ia kecewa dengan masakan Alena yang membuat lidah nya masih terasa asin.
Setelah sampai di restoran Kenzo pun langsung memesan makanan, perut nya sudah keroncongan sedari tadi.
Pelayan pun membawa pesanan nya untuk Kenzo begitu pun Kenzo makan dengan lahapnya membuat orang sekitar melihatnya.
Biarkan saja orang orang melihat ku begini, dari pada aku harus menahan lapar, bisa bisanya Alena membuat makanan yang sangat asin sampai lidah ku masih terasa.
"Hai Ken, kamu sedang di sini juga."
"Ya, ada apa?"
"Tidak, aku gak sengaja melihat mu dari sana jadi aku kesini mau menemani kamu."
"Oh begitu."
Dengan berani Aurora memegang tangan Kenzo dengan lembut.
"Ken aku masih mencintai mu."
"Uhuk uhuk apa maksud mu."
"Aku masih mencintai mu Ken, mau kah kamu kembali padaku, aku janji tidak akan meninggalkan mu lagi." Entah kenapa hati Kenzo tak punya perasaan apapun pada mantan kekasihnya itu, ia pun langsung melepaskan tangan Aurora.
"Maaf Aurora, aku sudah menikah. Tolong jangan kejar aku lagi, hubungan kita sudah usai telah lama dan hatiku sudah tak ada rasa lagi pada mu." Aurora pun tak menyangka Kenzo sudah memiliki istri.
__ADS_1
"Sejak kapan kamu menikah Ken?"
"Belum lama." Ujarnya.
"Apa secepat itu kamu melupakan aku." Kenzo pun tertawa sinis."
"Apa maksud mu, tentu saja aku bisa melupakan mu, kita sudah lama berpisah, malah sudah dua tahun lama nya kau meninggalkan ku. Sejak hari itu aku selalu mencari mu tapi aku tak tahu keberadaan mu sampai hari ini kau datang sendiri padaku. Hanya demi uang pemberian ayahku, kau rela meninggalkan ku, apakah itu yang di namakan cinta sejati?"
Aurora pun diam, memang begitu kenyataannya ia memilih uang dari pada cintanya yang sudah berjalan lama.
"Kamu bukan wanita untuk ku Aurora, kamu terlalu cinta uang hingga dirimu dengan berani meninggalkan ku."
"Jadi sekarang kamu tidak pantas mengatakan perasaanmu lagi." Sambungnya.
"Aku minta maaf Ken."
"Kalau begitu jangan pernah mencari ku lagi, apalagi mendekatiku seperti ini, aku sudah menikah dengan wanita yang aku cintai. Jadi tolong enyahlah dari hadapanku." Setelah mengucapkan itu, Kenzo pun pergi meninggalkan Aurora yang masih terdiam di kursinya mungkin ia merenungi kesalahan nya.
Aku tak akan membiarkan mu bersama wanita lain Ken, lihat saja nanti. ucapnya dalam hati.
Setelah sampai dirumah orang tuannya, Kenzo pun langsung memasuki kamarnya, ia melihat Alena yang sedang tertidur dengan nyenyak nya.
Kenzo pun memberi kecupan manis di pipi Alena.
"Selamat tidur sayang, maafkan aku bersikap begini, aku hanya kesal saja karena perutku yang sudah lapar. Tapi aku tidak marah padamu Alena, terimakasih sudah menjadi istriku. Aku mencintaimu."
Kenzo pun tidur sambil memeluk Alena dari belakang membuatnya hangat dan nyenyak.
"Karin kau kemana aja nak." Ujar Mirna yang bahagia dengan kepulangan Karin.
"Maaf ma Karin baru pulang."
"Kamu kemana aja, si Alena mencari mu kesini tadi pagi, apa kamu di usir oleh nya."
"Tidak ma, Karin pergi dari rumah dia dan ikut teman Karin karena di sana gajinya lebih besar." Lalu Karin mengeluarkan sejumlah uang pemberian Kenzo untuk tutup mulut atas perbuatan Kenzo padanya.
"Wah ini banyak sekali, mama bisa beli tas branded dong."
"Iya ma itu buat mama semua, oh iya papa kemana ma ko gak keliatan."
"Aduh papa mu itu sedang banyak kerjaan di kantor nya,"
"Karin tangan mu kenapa? ini ko pada memar." sambungnya lagi.
__ADS_1
"Karin tidak apa apa kok ma, ini hanya jatuh. Kalau begitu Karin mau ke kamar dulu pengen istirahat." Lalu Karin pun meninggalkan Mirna, ia takut Mirna mengetahuinya karena ia sudah janji pada Kenzo untuk merahasiakannya.
Kenzo sengaja memberi Karin sejumlah uang untuk menutup mulutnya, ia takut Alena mengetahui nya dan akan membencinya .