Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Dimanfaatkan sang ayah


__ADS_3

Hari ini Bagas sudah berada di Mansion Kenzo, ia ingin melancarkan aksinya demi uang.


"Wah Mansion Nya sangat mewah sekali, aku yakin Alena pasti hidup enak."


Lalu pelayan memanggil Kenzo yang sedang berada di ruang kerjanya bersama Bram sang asisten.


"Permisi tuan, di depan ada yang mencari tuan muda."


"Siapa?"


"Saya tidak tahu tuan."


"Baiklah saya akan kesana."


Kemudian Kenzo dan Bram turun kebawah untuk menemui seseorang.


"Tuan itu kan ayahnya nona muda." ujar Bram.


"Untuk apalagi dia kesini."


Bagas yang senang akan kedatangan Kenzo, ia langsung pura pura ramah pada menantunya itu.


"Tuan Kenzo maaf saya sudah mengganggu mu, saya ingin bertemu putri saya."


"Untuk apa anda ingin bertemu dengannya, bukannya anda sudah menjualnya."


"Saya sebagai ayah hanya merindukan saja, saya hanya ingin bertemu."


"Baiklah, Bram panggilkan Alena kesini."


"Baik tuan." Bram pun pergi menuju kamar Alena.


Tok tok tok


"Permisi nona, ada yang ingin menemui anda." ujar Bram diluar pintu kamarnya.


"Baiklah." dengan malas Alena harus segera berdiri, ia penasaran siapa yang ingin menemuinya.


Baru saja turun dari tangga, Alena sudah memancarkan raut bahagia melihat ayahnya yang berada di Mansion ini.


"Ayah."


Alena pun langsung berjalan menuju ayahnya


"Ayah Alena sangat merindukan ayah, apa kabar ayah."


"Ayah baik baik saja nak, apa kamu bahagia tinggal disini."


"Aku emm aku bahagia kok ayah." Alena gugup karena sedari tadi Kenzo menatapnya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Tuan bolehkan saya bicara dengan putri saya sebentar saja."


"Ya silahkan." Kenzo sudah tahu dengan sikap ayahnya Alena yang cinta akan harta, ia juga tahu tujuan Bagas datang kesini jadi ia membiarkan Alena untuk berbicara dengan ayahnya.

__ADS_1


"Ayah Alena sangat rindu pada ayah."


"Ayah tak merindukanmu Alena, ayah kesini hanya ingin minta uang. Bukankah suami mu kaya jadi tolong berikan ayah uang." Sungguh terluka hati alena yang mendengar penuturan ayahnya.


"Ayah aku tak punya uang."


"Jangan bohong Alena, harusnya kau memberiku uang karena kau sudah ku rawat sampai kau mendapatkan pria kaya, tapi kenapa kau tak membalas ku dengan uang yang kau miliki."


"Aku tidak punya uang ayah, karena aku tidak bekerja."


"Alena ayolah rayu suami mu, ayah yakin dia akan memberikan uang padamu. Ayah butuh uang seratus juta."


"Tapi ayah."


"Cepatlah ayah tunggu disini." Kenzo yang sedari tadi mendengarkan percakapan Alena dan ayahnya membuat ia tersenyum sinis.


Dengan langkah gontai Alena menuju keruang kerja suaminya, dengan hati yang tak karuan ia berusaha tegar untuk meminta bantuan pada suaminya.


"Permisi tuan."


"Ada apa kau kesini."


"A aku mau minta bantuan mu tuan." Kenzo tersenyum melihat Alena sedang memainkan jempol tangannya.


"Bantuan apa."


"Aku mau minta uang tuan, aku janji akan menggantinya."


"Aku mau cari pekerjaan tuan, dan aku akan mencicilnya."


Alena kau memang gadis yang bodoh, kau tahu ayahmu hanya memanfaatkan my tapi kamu masih tetap berbuat baik pada ayahmu. Aku tak menyangka ternyata kau hanya seorang gadis penghasil uang untuk ayahmu, apakah uang satu milyar kemarin dinikmati ayahmu.


"Memangnya kau mau minta berapa?"


"Seratus juta tuan, saya janji akan membayarnya biarkan saya bekerja sebagai pelayan disini untuk melunasi hutang ku tuan."


"Baiklah." Kenzo langsung mengambil uang seratus juta di brankas nya, Sebenarnya uang seratus juta tidak ada apa apanya bagi Kenzo namun ia tak suka pada Bagas yang memperlakukan Alena seperti ini.


Kenzo menyodorkan uangnya pada Alena membuat raut wajah Alena bahagia, ia bisa memberikan ayahnya uang walaupun ia harus menderita disini.


Semoga setelah aku memberinya uang, Ayah akan menyayangiku kembali seperti dulu.


"Terimakasih tuan, saya janji akan menggantinya." Alena dengan hati bahagia membawa uang menuju ayahnya.


"Bagaimana Alena apakah kau mendapatkannya."


"Ini ayah uangnya." Bagas tersenyum senang ternyata putrinya sangat gampang sekali dipengaruhi.


"Terimakasih putriku, tapi ingat Alena suatu saat nanti kau harus memberi ayah uang lagi yang lebih dari ini."


"Apa maksud ayah."


"Kau harus menurut pada ayah, jadilah istri yang baik supaya suami mu selalu memberi uang dan kamu harus bisa memanfaatkan dia."

__ADS_1


Kenapa ayah tega mengatakan ini padaku, kenapa ayah jahat sekali hanya memanfaatkan ku.


Setelah kepergian Bagas barulah Alena menyesal karena sudah menuruti keinginan ayahnya, tanpa sadar air mata pun menetes membanjiri pipi mulusnya.


"Bram kau harus mencari tahu tentang Bagas sekarang juga, aku ingin tahu uangnya dipakai untuk apa."


"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu."


Alena kau benar benar gadis bodoh yang baru ku kenal, aku tetap akan menagih janjimu Alena.


Alena kembali ke kamarnya dengan perasaan sedih dan kecewa pada sang ayah.


"Hebat sekali kau Alena." ujar Kenzo yang menyadarkan Alena, lalu Alena menghapus air matanya.


"Ah tuan, sejak kapan anda disini."


"Sudah lama, kenapa kau menangis? harusnya kau senang sudah jumpa ayah mu dan juga memberikannya uang yang banyak."


"Maaf tuan saya hanya sedih karena ayah sudah pergi."


Cih rupanya gadis ini berbohong.


"Kau harus menepati janji mu Alena, nanti malam kau harus melayani ku."


"Ma maksud tuan apa?"


"Kau harus tidur denganku, dan malam ini aku akan menyicipi mu." dengan senyum menakutkan membuat Alena bergidik ngeri.


"Aku belum siap tuan, tolong beri aku waktu. Aku akan menuruti keinginan mu asal jangan merenggut kesucianku tuan."


Ah kenapa gadis ini selalu menolak ku, sedangkan diluar sana banyak yang menginginkan ku.


"Kau istri sah ku Alena, dan aku berhak untuk itu." kemudian Kenzo meninggalkan Alena yang masih berdiri di ambang pintu.


Apakah aku harus memberikan kesucian ku pada tuan Kenzo, aku tahu bahwa dia suamiku dan dia berhak atas itu. Tapi jujur aku belum siap dengan semua ini, aku takut suatu saat ia akan membuang ku hiks hiks aku hanya ingin melakukannya dengan pria yang ku cintai begitu juga dengan pria yang mencintaiku.


Kenzo masih terngiang ngiang dengan ucapan Alena yang selalu menolaknya dengan mentah mentah.


Kurang apa aku ini, sehingga gadis itu selalu menolak ku. Aku jadi penasaran dengannya? apa mungkin ia tak suci lagi sehingga dia tak ingin ku sentuh, ah memikirkannya membuatku pusing.


"Tuan." panggil Bram yang baru saja datang.


"Kau sudah kembali Bram, bagaimana hasilnya."


"Tuan Bagas menggunakan uang itu untuk perusahaan nya yang akan bangkrut."


"Begitukah, lalu apa lagi yang kau tahu."


"Ternyata selama ini nona Alena sering di jadikan babu di rumahnya, ia juga memiliki ibu tiri yang kejam dan juga memiliki adik perempuan, dulu waktu masih ada ibunya Alena selalu di sayangi oleh Bagas namun setelah ibunya meninggal dan Bagas menikah lagi disitu lah hidup Alena berubah, tiap hari ia harus menerima kekerasan dari ibu tirinya begitupun bagas tak peduli padanya."


"Ternyata miris sekali dengan kehidupan Alena, Bram kau harus memberi pelajaran pada Bagas."


Kenzo mengepalkan tangannya, ia tak terima Alena diperlakukan tak baik oleh ayah dan ibu tirinya.

__ADS_1


__ADS_2