Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bab 23


__ADS_3

Kenzo kembali pada Alena, ia melihat Alena yang sedang tertidur.


Maafkan aku tak bisa menepati janji ku, itu karena adik mu yang tak tahu diri, kau terlalu baik untuknya jadi aku akan membalas perbuatan dia padamu. Ia sambil mengelus rambut Alena dengan pelan.


"Mas kamu sudah dari mana, kenapa lama sekali." ujarnya yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Aku sudah menyelesaikan pekerjaan ku, maaf ya sudah membuat mu menunggu. Apa kamu merindukan ku."


"Tidak, aku hanya bertanya saja." Kenzo menatap dalam dalam pada Alena membuat Alena jadi salah tingkah dengan sikapnya, Kenzo ingin berkata jujur pada Alena namun ia takut Alena membenci nya, sejauh ini ia sudah membuka hati untuk Alena sampau ia takut kehilangannya.


"Karin dimana mas?"


Alena pun mempertanyakan Karin pada Kenzo, tentu saja Kenzo akan berbohong soal Karin yang di kurung di bawah tanah.


"Aku juga tidak tahu, kata pelayan ia pergi dari sini."


"Tapi kenapa mas? bukannya dia butuh uang untuk berobat ibu kenapa ia malah pergi begitu saja."


"Sudah lah biarkan saja, kalau dia emang butuh uang nanti dia juga akan kembali lagi."


Asal kamu tahu Alena, ibu tiri mu itu berpura pura sakit untuk membohongi mu agar kamu merasa iba padanya, aku tak tahu kenapa hati mu sangat baik pada mereka padahal mereka lah yang merebut kebahagiaan mu sehingga kamu harus hidup mandiri.


"Tapi aku mengkhawatirkan nya."


"Kau tak perlu mengkhawatirkannya, dulu juga kau sering di siksa Alena, apa hati mu gampang sekali untuk dibohongi."


"Tapi mereka tetap saudaraku mas."


"Sudahlah Alena, hari ini apa kau mau berkunjung ke rumah ibu ku, apa kau sudah sembuh."


"Ya mas, aku ingin menemui ibu mu lagi, aku ingin mengambil hatinya agar ia menyukai ku."


"Benar juga, apa kau mau tinggal di sana sayang untuk sementara waktu."


"Aku mau mau aja mas, asal ada temen nya di sana."


"Tenang saja, kamu akan berteman dengan adikku yang baru saja pulang dari Amerika."


"Wah mas punya saudara juga?"


"Punya lah, aku punya dua saudara. Makanya aku ingin mengenalkan mu pada mereka."


"Kalau begitu aku mau tinggal di sana mas."


"Baiklah sekarang kamu siap siap dulu,"


***


"Lepaskan aku." Teriak Karin.

__ADS_1


Seharian ini Karin terus saja berteriak namun tak ada yang menolongnya, hanya ada penjaga bawahan Kenzo didekatnya.


"Bisa diam gak."


"Tolong lepaskan aku, kemana tuan mu? tolong maafkan aku." Karin benar benar menyesal sudah melawan pada Kenzo, ia baru tahu Kenzo seorang mantan mafia yang bisa membunuh siapa saja yang mengganggunya.


"Diam, apa kau ingin mati hah." Air mata membasahi wajah Karin, ia tak bisa menaham air matanya lagi, Karin benar benar sengsara hidup di penjara bawah tanah. Rasanya ia ingin mengulang lagi kejadian kemarin kalau saja ia tahu bahwa Kenzo mantan mafia mungkin ia tak akan melakukan ini padanya.


Pengawal melemparkan baju pada Karin, mata Karin seketika menatap pengawal dengan penuh kebencian.


"Apa maksud mu melempar baju menjijikan ini pada ku hah." Teriak Karin.


"Pakailah, aku tak suka melihat tubuh murahan seperti mu."


"Sialan, bagaimana aku akan memakai baju ku, tolong lepaskan ikatannya dulu."


"Baiklah."


Ini kesempatan Karin untuk kabur dari ruangan gelap ini, ia berpura pura santai untuk bisa mengalihkan tatapannya dari pengawal.


Setelah memakai bajunya dengan berani Karin menendang area sensitifnya, membuat pengawal kesakitan lalu ia pun berlari mencari pintu keluar.


"Ah sial." Lalu ia menelpon Brak untuk memberi tahu bahwa Karin berani kabur.


"Biarkan saja ia berlari disana, sampai kapan pun ia tak akan menemukan jalan keluarnya." Ujar Bram.


***


"Siang ma, pah."


"Ngapain kamu kesini bawa dia Ken." Ainda bukanya menyambut hangat anak dan menantunya tapi dia malas memarahinya.


"Alena akan tinggal di sini untuk sementara ma, dia kesepian di Mansion ku jadi aku membawanya kesini."


"Mama tak suka dia tinggal disini."


"Tapi papah setuju dia tinggal disini mah." sambung tuan Albert.


Sebelumnya Kenzo bersama ayahnya sudah diskusi terlebih dahulu lewat telpon sebelum ia datang ke Mansion orang tuannya, tuan Albert pun sangat setuju dengan rencana Kenzo yang akan mendekatkan Alena dengan Ainda agar mereka saling menerima.


"Hai kak." Ujar Clara adik perempuan Kenzo yang baru saja turun.


"Clara kapan kau pulang."


"Kemarin kak, bagaimana kabar kakak."


"Kakak baik baik saja." Clara pun menatap Alena dengan penasaran ia pun bertanya pada Kenzo.


"Dia siapa kak."

__ADS_1


"Istri ku." ujarnya singkat.


"Apa? Sejak kapan kakak menikah, kenapa tak memberitahu aku kak."


"Kakak minta maaf, nanti kakak akan membuat acara di resepsi karena kakak belum melakukannya."


"What? bisa bisanya seorang Kenzo tidak mengadakan resepsi pernikahan."


"Ya begitulah kakak mu, nikah diam diam tanpa memberi tahu ayah dan ibu." sambung tuan Albert.


Alena hanya diam menunduk, ia tak tahu harus dari mana memulai pembicaraan nya.


"Alena duduklah." kata tuan Albert.


"Ya ayah terimakasih."


Ainda mengabaikan Alena begitu saja, ia tak peduli pada Alena, ia lebih baik pergi untuk menghindari Alena karena ia sangat tidak menyukai Alena yang datang bersama anaknya.


Ainda pun pergi ke kamarnya lalu ia mengambil tasnya untuk bertemu dengan teman arisan nya.


Aku tak peduli dengan wanita miskin itu.


"Mama mau kemana?" Tanya tuan Albert.


"Mama mau arisan pah, males kalau diam di sini ada dia membuat mata mama sakit "


Tuan Albert pun menggelengkan kepalanya dengan sikap istrinya yang terlalu pemarah.


"Alena maafkan istri papah, papah yakin suatu saat dia akan menyayangi mu. Asal kau sabar menghadapinya."


"Iya pah aku mengerti kok."


Mereka berempat berbincang bincang di ruang tamu, Alena sangat nyaman dengan keluarga Kenzo yang baik, namun hanya Ainda lah yang susah untuk ditaklukkan hatinya.


Clara pun yang baru saja bertemu dengan Alena ia sangat menyukai kakak ipar nya itu, apalagi Alena terlihat baik menurutnya, ia tak peduli Alena dari keluarga miskin yang penting ia mempunyai kakak ipar yang cantik biar bisa di pamerkan pada teman kuliahnya.


"Kak Alena nanti malam tidur dengan ku yah, aku ingin berbincang-bincang dengan kakak, sepertinya kakak sangat seru ya untuk di ajak ngobrol."


"Boleh aja." ucap Alena dengan tersenyum.


"Cih enak saja tidur dengan mu, Alena itu istri ku dan dia harus tidur dengan ku " Sambung Kenzo.


"Dih sombong, pelit sekali kak Kenzo padahal aku ingin mengenalnya lebih dekat dengan kakak ipar ku." ucap Clara dengan wajah kesalnya.


Ponsel Kenzo berdering di tengah tengah obrolan, dengan terpaksa ia harus mengangkat telpon dari Bram.


"Hallo Bram ada apa."


Bram pun menceritakan kejadian Karin yang berani untuk kabur.

__ADS_1


"Baiklah nanti aku akan kesana, aku akan membuatnya lebih menderita lagi."


Ujar Kenzo dengan senyum sinis nya.


__ADS_2