Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bab 27


__ADS_3

Kenzo sudah sampai di Mansion nya, ia pun bertanya pada pelayan dimana keberadaan Alena, Kenzo takut Alena mengetahui soal Karin, ia tak ingin Alena membencinya hanya masalah balas dendamnya pada Karin.


"Alena," Kenzo melihat Alena yang sedang santai di ruang tamu dengan menikmati cemilannya, lalu ia memeluk Alena di depan Sindy membuat Alena berkerut kening dengan perlakuan suaminya.


"Mas ada apa, lepaskan aku. Ada Sindy disini," Namun kenzo malah mengeratkan pelukannya.


"Mas lepaskan aku." Ujar Alena mencoba melepaskan tangan Kenzo.


"Cie, cie," ledek Sindy. Barulah Kenzo melepaskan pelukannya, setelah ia mendengar ledekan Sindy.


"Sayang ada apa kamu kesini." Tanyanya.


"Aku mencari Karin, aku sudah kerumah ayah tapu Karin tak ada disana, apa kamu tahu Karin kemana?"


"Aku takut Karin kenapa napa karena ibu marah padaku dan menyalahkan ku soal Karin, mas kok kamu bisa gak tahu Karin kemana?"


"Kalau misalnya Karin di culik bagaimana?" Tanya Kenzo.


"Aku tak akan memaafkan orang itu mas, apalagi berani menyakiti adik ku walaupun Karin adik tiri ku." Sindy yang mendengarnya hanya bisa mengucapkan sabar di dadanya karena sudah berapa kali ia memberitahu Alena untuk tidak peduli pada saudara tirinya itu.


"Nanti aku akan mencarinya sayang."


"Benar ya mas, aku takut Karin kenapa napa."


"Kalau begitu ayok kita pulang ke rumah orang tua ku, bukan kah kamu ingin tinggal di sana untuk sementara."


"Apa sih mas ada tamu malah ngajak pulang." Sindy pun mengerti pada Alena, ia juga sebenarnya tidak enak bertamu lama.


"Gak apa apa kok Alena, aku juga mau pulang soalnya udah lama di sini."


"Kamu serius Sin, aku gak bermaksud usir kamu loh."


"Aku serius Alena, ibu ku juga sudah cerewet nih lihat." Sindy menyodorkan ponsel nya pada Alena, Alena pun membacanya pesan dari ibu Sindy yang sangat mengkhawatirkan nya.


"Lain kali kamu bisa main kesini sepuasnya." ujar Kenzo membuat Sindy kegirangan.


"Terimakasih kasih tuan, dengan senang hati aku akan kesini lagi." Lalu mereka bertiga pun pulang bareng, hanya dipertengahan jalan berbeda arah. Kenzo sengaja membawa Alena pulang kerumah orang tuanya karena ia ingin menyelesaikan Karin.


Setelah sampai Alena pun di sambut hangat oleh tuan Robert dan adik iparnya, hanya ibu mertuanya saja dengan ekspresi yang tidak suka pada Alena.

__ADS_1


"Kak Alena jam segini baru pulang kerja, kenapa gak diem di rumah aja kak, kan kak Kenzo banyak hartanya." ujar Sindy.


"Aku hanya ingin kerja bertemu dengan sahabat ku." Ainda pun tak kalah sinis menatap Alena, ia juga menimpali ucapan Clara.


"Ya bagus lah harus kerja, enak aja menikmati harta anak saya." Sergahnya.


"Mama ngomong apa sih, namanya juga seorang istri kan harus di beri nafkah dan itu wajib ma," Kesal Clara pada ibunya.


Kenzo yang tak ingin memperpanjang perdebatan, ia langsung ajak Alena ke kamarnya.


"Kamu gak usah dengerin ucapan mama."


"Enggak kok, aku biasa aja mas. Aku ngerti kok sama perasaan mama."


Sebenarnya hati Alena terluka mendengar hinaan dari ibu mertuanya, tapi bagaimana pun ia mengerti dengan sikap ibu mertuanya, ia mencoba memendam perasaan nya agar ia tidak sakit hati lebih dalam lagi.


"Terimakasih sudah ngertiin mama ku, sekarang aku mau pamit lagi karena masih ada kerjaan. Apa kamu mengizinkan ku."


"Tentu saja mas, semangat ya kerjanya. Nanti malam aku akan memasak lagi yang spesial untuk mu."


"Terimakasih cup cup cup."


***


"Lepaskan aku sialan, sampai kapan kalian akan menghukum ku seperti ini. Apa kalian tidak takut jika aku mati lalu aku bergentayangan untuk menakuti kalian."


"Sudahlah kau jangan banyak bicara, hari ini bos ku akan datang melihat mu. Mungkin saja nanti kau akan di beri hukuman dengan sayatan di kulit mu." Mendengar nya saja Karin sudah merinding, sekarang ia takut jika Kenzo datang padanya. Padahal kemarin ia bersemangat untuk menggoda Kenzo tapi kali ini ia merasa takut padanya.


Kenzo sudah sampai, ia pun di sambut oleh Bram dan bawahan nya.


"Bagaimana dengan dia."


"Aman tuan, dia tidak mencoba untuk kabur lagi."


"Bagus, kalau begitu aku ingin mengobrol berdua dengannya, bawa di keruangan atas dan suruh ia ganti bajunya yang sudah lusuh.


Bram pun menjalankan perintah tuannya, begitu juga dengan Karin ia sangat senang bisa bebas walaupun nanti ia akan di hukum kembali.


"Cepat ganti baju mu, lalu temui bos ku, dan ingat jangan menggodanya jika kamu tak ingin mati di tangan nya.

__ADS_1


"Ya aku tahu."


Setelah selesai Karin pun menemui Kenzo diruangan yang telah di beritahu oleh Bram.


"Permisi tuan."


"Bagaimana rasanya kau bebas dari penjara ku." Sergah Kenzo dengan mata sinisnya menatap Karin yang sedang ketakutan.


Akan tetapi Karin hanya diam dan menunduk, ia takut akan di hukum lagi lebih dari itu.


"Aku akan membebaskan mu, tapi dengan satu syarat." sambungnya lagi.


Mata Karin pun berbinar setelah mendengar penuturan nya.


"Apa syaratnya tuan, saya janji akan memenuhi keinginan tuan." Kenzo pun tersemyum sambil memainkan jarinya di atas meja.


"Pertama kau harus minta maaf pada Alena, kedua kau tak boleh memperlakukan Alena dengan kasar, ketiga kau tak boleh berbicara padanya tentang aku menghukum mu disini, jika kamu memberitahu Alena maka aku tidak akan memaafkan mu dan aku akan melenyapkan mu dari muka bumi ini.


"Aku mengerti tuan, aku janji akan melaksanakannya asal aku bisa bebas dari penjara kejam ini, aku ingin pulang dan tinggal bersama kedua orang tua ku lagi."


"Bagus, jika Alena datang ke rumah mu, maka kamu dan ibu mu harus menghormati dia. Jika tidak maka kau akan tahu konsekuensinya."


"Aku mengerti tuan."


"Baiklah kau boleh pergi sekarang, aku akan menyuruh Bram mengantarkan mu."


"Terimakasih tuan." Dengan bahagianya Karin keluar dari penjara bawah tanah, yang sudah membuatnya terluka di sana karena ulah Kenzo yang menyakiti fisiknya, namun sekarang ia bahagia hatinya lega bisa keluar menghirup udara segar lagi.


Alena sudah menyiapkan makan malam untuk keluarganya, ia juga sudah membuat menu spesial untuk suaminya, akan tetapi Ainda malah menambahkan garam ke sayur sup kesukaan tuan Albert begitu juga ia menambahkan garam ke makanan kesukaan Kenzo. Ainda sengaja menyuruh Alena untuk mengambilkan ponselnya di kamarnya.


Hahaha mampus kau Alena, lihat saja nanti ekspresi suami ku dan juga Kenzo, mereka pasti akan memaki mu haha akhirnya rencana ku berhasil tinggal nunggu makan malam.


Ainda tersenyum puas dengan ulahnya membuat Alena yang baru saja datang bertanya tanya dengan sikap ibu mertuanya.


"Mama kenapa senyum senyum gitu?"


"Ah mama hanya lagi senang saja, mana ponsel mama? apa kamu sudah mengambilnya."


"Ini ma." Alena pun menyodorkan ponselnya pada Ainda, lalu kemudian Ainda pun meninggalkan Alena yang sedang sibuk menata makanannya di meja makan.

__ADS_1


__ADS_2