Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Emosi Kenzo


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Alena langsung kembali ke kamarnya. Ia mengambil bad covernya untuk dilantai bawah kemudian ia tidur disana dengan selimut yang menutupi kepalanya.


"Ini masih jam 8 malam kau sudah mau tidur." ujar Kenzo.


Dia ngapain sih kesini, biasanya juga suka sibuk diruang kerja.


"Hei aku sedang bicara dengan mu."


"Ada apa tuan, aku sudah ngantuk."


"Enak saja mau tidur duluan, kau masih ingatkan hukuman kedua. Jadi sekarang kau harus memijat ku lagi sampai tidur."


Tak ingin membantah alena kembali memijat pundaknya dengan lembut membuat Kenzo menikmati nya.


Ponsel berdering.


"Tuan ponselmu ada panggilan masuk."


"Aku tahu, kau tak usah memerintah ku."


Cih padahal aku hanya memberitahunya tapi sok sombong banget ni pria.


Kenzo pun langsung berdiri mengambil ponselnya lalu ia berjalan ke belakang sambil menghisap rokoknya.


"Hallo ken ini mama"


"Ada apa sih ma nelpon malem malem, ganggu aja"


"Besok kamu temui mama ya, mama mau kenalin kamu ke anak temen mama"


"Kenzo ga mau ma"


"Ayolah Ken, kamu ga sayang ya sama mama"


"Iya gimana besok aja ma"


"pokonya kamu harus menemui mama dan anak temen mama, ga ada bantahan"


Kenzo mengacak acak rambutnya dengan kesal baru kali ini Ainda menjodohkannya lagi dengan wanita. Dulu Kenzo sangat penurut pada Ainda karena hanya Ainda lah yang setuju pada Aurora. Namun kali ini Kenzo ingin hidup sendiri tanpa ada aturan dari orang tuanya.


Setelah selesai menelpon dengan ibunya, Kenzo kembali lagi kedalam dan menyuruh Alena untuk memijatnya lagi.

__ADS_1


"Pijat lagi."


***


Karin adik tiri Alena ia anak kebanggaan Bagas dan Mirna malam ini ia di tampar habis habisan oleh Bagas.


"Anak gak tahu diri kamu, harusnya kamu bisa menjaga kesucian mu Karin kenapa kau hamil dengan pria tua yang miskin itu."


"Maafkan Karin pak, Karin ga tahu kalau dia miskin."


"Kenapa kau bodoh sekali sialan, semua pria juga bisa berpura pura kaya dengan meminjam mobil dan uang asal kamu tahu pria tua itu hanya seorang petani, bisa bisanya kamu hamil dengan dia."


"Pak sudah pak kasian anak mama di hina hina kan kita bisa cari pria kaya buat tanggung jawab pada Karin."


Keluarga yang hanya mementingkan harta, padahal harta itu bukan segalanya saat kita hidup di dunia. Namun berbeda dengan keluarga Bagas yang di pikirannya hanya uang, uang, dan uang bagaimana pun caranya yang penting bisa mendapatkan uang.


"Apa mama ga berfikir hah, siapa yang mau dengan anak kita yang sudah tidak suci lagi apalagi sekarang dia mengandung, mana ada orang kaya yang mau sama dia ma, paling juga tukang kebun yang mau menerima wanita sudah ga virgin."


Padahal tukang kebun pun belum tentu mau dengan wanita murahan seperti Karin.


"Karin harus bagaimana pak, ma?"


"Gugurkan saja anak itu, mama tak sudi juga dengan anak yang ada dikandungan mu apalagi hasil hubungan gelap dengan pria tua."


Pada akhirnya ia memberikan kesuciannya pada pria tua itu lalu ia ditinggalkan, dan uang yang dijanjikan seketika hilang lenyap dengan orangnya.


"Gimana pak kalau kita bawa Karin ke dokter aja, papa masih punya uang kan."


"Mama ini gimana sih, uang papa yang kemarin di ambil semua sama mama kan. Sekarang papa ga pegang uang, enak aja mau minta sama papa."


"Terus gimana dong pa, mama juga udah ga ada uang. Kan uangnya udah mama pake makan makan sama jalan jalan pa."


"Terserah lah papa pusing, mama selalu menghabiskan uang papa. Biarkan saja si Karin melahirkan anak pria tua itu dan mama urus dia sendiri. Papa tak mau peduli."


Bukanya mencari solusi namun Bagas dan istrinya saling menyalahkan sampai akhirnya mereka ribut.


***


Ainda yang sedang menyiapkan baju untuk pertemuan besok membuat tuan Albert bertanya tanya pada pikirannya.


"Mama keliatannya lagi senang."

__ADS_1


"Iya dong pa, kan besok mama mau ajak Kenzo untuk bertemu dengan calon istrinya."


"Apa maksud mama? Kenzo sudah punya istri ngapain mama jodoh jodohkan dia."


"Ya terserah mama lah pa lagian Kenzo nya juga mau kok ma."


"Ma, papa ga setuju dengan ide mama." namun Ainda tak peduli dengan ucapan suaminya yang penting ia bisa mempertemukan dulu Kenzo dengan anak temannya.


"Pokonya mama mau punya mantu yang seperti kita bukan kaya Alena, dia dari keluarga miskin apalagi orang tuanya yang gila harta. Mama sangat tidak setuju."


Tuan Albert tak ingin berdebat dengan istrinya karena Ainda wanita yang keras kepala, namun disisi lain tuan Albert akan mencari cara untuk Kenzo tetap bersama Alena.


Alena terkejut dengan ucapan Kenzo yang menyuruhnya untuk tidur bersama dalam satu tempat tidur.


"Kau harus tidur disini."


"Aku tidak mau tuan, karena aky tidak biasa tidur di kasur seperti ini. Aku sudah biasa tidur dilantai tuan." ujarnya berbohong pada Kenzo.


"Tidak ada bantahan Alena."


"Tapi kenapa tuan, bukanya tuan tak mau tidur dengan ku apalagi aku bukan wanita yang anda cintai."


"Apa bibir mu ingin ke makan hah, kamu sangat cerewet sekali. Aku bilang tidak ada bantahan." Dengan berat hati Alena tidur disamping Kenzo, ia juga tak lupa untuk menumpuk bantal di tengah tengah supaya tak berdekatan dengan Kenzo.


Cih dasar wanita sok jual mahal, disuruh tidur bareng malah di kasih penghalang. Maunya apa ni orang, kenapa dia selalu berbeda dengan yang lain padahal di luar sana banyak wanita yang ngantri ingin mendapatkan ku. Apa jangan jangan Alena penyuka sesama jenis.


"Alena apa kau tak mencintai pria."


"Apa maksud mu tuan?"


"Sepertinya kau tak tertarik padaku." membuat mata Alena melotot dengan penuturan Kenzo.


"Untuk apa aku harus tertarik pada mu tuan, sedangkan kamu pria dingin, sombong, dan kejam. Untuk apa aku menyukai mu." Alena langsung menutup mulutnya yang sudah lantang berkata pada Kenzo.


Kenzo mulai emosi dengan ucapan Alena lalu ia mencengkram dagu Alena kuat kuat.


"Beraninya kau berkata seperti itu padaku hah, kau harus ingat bahwa yang bisa menolak itu hanya aku. Ingat itu."


"Lepas tuan."


"Lancang sekali mulut mu mengatakan ku." emosi yang sudah memuncak Kenzo merobek pakaian Alena dengan paksa membuat Alena ketakutan dan menutupi dadanya dengan selimut.

__ADS_1


"Tuan aku minta maaf, tolong jangan sakiti aku."


"Berani sekali kau sialan." dengan kasar mendorong Alena ke sisi ranjang membuat Alena mengeluarkan air matanya kemudian Kenzo keluar dari kamarnya, ia sangat tidak suka dengan air mata wanita.


__ADS_2