Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Perubahan sikapnya


__ADS_3

"Alena." panggilnya yang baru saja pulang.


"Tu tuan ada apa?" Alena sedang menikmati makanan nya ia dikejutkan dengan Kenzo yang datang tiba tiba.


"Em kau sedang makan, ya sudah lanjutkan saja."


"Iya tuan." ujarnya sambil menunduk, ia masih takut membayang kemarahan Kenzo.


Setelah selesai makan malam, Alena langsung membawa piring kosong nya ke dapur lalu ia mencucinya.


Dengan berat hati ia melangkah lagi menuju kamarnya.


"Kau sudah selesai makannya."


"Sudah tuan."


"Aku ingin bicara pada mu, bisa kah kau mendekat kesini."


"Ada apa tuan?"


"Aku mau minta maaf sama kamu, aku sudah menuduh mu yang tidak baik."


"Aku sudah memaafkan mu tuan, tapi tolong jangan berbicara soal itu lagi.


"Baiklah, kalau gitu ayok kita tidur."


"Aku akan tidur dibawah saja?"


"Jangan, kau tidur di sini saja biar aku yang tidur di bawah." Mereka berdua terus saja membahas posisi tidur padahal tidur bersama pun tidak dosa tapi mereka berdua masih belum ingin tidur satu ranjang.


Selangkanganku masih sakit, bagaimana besok aku harus bekerja ke toko. Aku harus mencari alasan apa? ga mungkin kan kalau aku bilang di perkosa suami ku.


"Alena kau sedang memikirkan apa?"


"Ah tidak apa apa kok tuan, kalau gitu saya mau tidur duluan."


"Selamat mimpi indah." gumamnya namun masih terdengar oleh Alena.


Pagi hari ini Alena memaksakan untuk berjalan normal agar tak ada yang mencurigainya.


"Em apa kau sakit karena senjata ku." Alena melotot tak habis pikir dengan ucapan suaminya itu.


"Ah tidak." ujarnya dengan gugup.


"Apa kau ingin ku gendong biar tidak sakit, kenapa kamu bisa kesakitan seperti ini padahal senjata ku belum masuk semua."


"Tuan tolong hentikan ucapan mu, kau membuat ku malu." Kenzo tersenyum geli mendengar ucapan Alena, entah kenapa hari ini Kenzo agak sedikit lembut dan tidak mengerjai Alena lagi, apa mungkin karena kemarin ia sudah merenggut kesucian nya walaupun baru separuh.


Kenzo mengambilkan roti untuk sarapan Alena ia juga memberikan kacang selai di atasnya lalu ia menyodorkan pada Alena, membuat Alena bengong melihat perlakuan Kenzo yang tak biasanya.


"Tuan apa yang kau lakukan, aku bisa sendiri."


"Sudah lah kau diam saja, ini tanda minta maaf ku padamu."

__ADS_1


"Hem terimakasih tuan."


"Hari ini kau harus naik mobil ku dan mulai hari ini juga kau akan di antar jemput sama pak Ahong."


"Apakah ini bener."


"Tentu saja." Alena pun langsung duduk di kursi belakang begitu juga dengan Kenzo duduk bersama Alena.


"Tuan kau bisa duduk di depan saja."


"Aku ingin duduk bersebelahan dengan mu Alena."


Alena tak menjawab lagi, karena ia tau kalau membantahnya bisa saja dihukum.


Setelah sampai di toko bunga, Sindy yang melihat pria membuka pintu mobil dan tampaklah Alena yang keluar dari mobilnya membuat Sindy tak berkedip karena ia tidak menyangka Alena bisa diperlakukan seperti ratu.


"Alena." panggil Sindy.


"Hai Sin maaf ya aku telat datang."


"Gak apa apa kok, kan ini belum waktunya masuk." Kenzo yang berada di samping Alena ia sengaja memeluk pinggang Alena dengan mesra membuat Alena tak nyaman dengan perlakuannya, begitu juga dengan Sindy yang syok melihat pria tampan didepan nya.


"Sayang aku kerja dulu ya, nanti pulang aku akan menjemputmu." tanpa aba aba Kenzo langsung mengecup pipi Alena membuat Sindy menutupi mulutnya dengan tangan.


"Em a i iya." Alena gugup sekali, ia harus bagaimana caranya memberi tau Sindy.


Setelah kepergian Kenzo, Sindy terus bertanya pada Alena.


"Alena dia siapa?"


"Kenapa dia memeluk pinggang ku."


"Apa dia pacar mu Alena."


"Tolong satu satu Sindy, aku harus menjawab yang mana dulu."


"Sebenarnya dia siapa kamu Alena."


"Dia suamiku." ujarnya.


"Apa maksud mu, sejak kapan kau menikah. Dari mana kau mendapat pria tampan seperti dia." Alena menarik nafas nya dengan kasar pertanyaan dari pertanyaan ia harus menjawabnya.


"Ayah ku yang menjodohkan ku padanya, lebih tepatnya dia menjual ku."


"Kamu serius, kalau begitu kamu beruntung Alena kalau aku jadi kamu pastinya aku akan selalu nempel padanya." Alena menggelengkan kepalanya, temen yang satu ini memang sangat gampang tergoda dengan pria tampan, sedangkan Alena tak pernah terpesona dengan pria tampan walaupun itu seorang Kenzo namun Alena merasa biasa biasa saja.


"Dia tak mencintaiku Sin, aku hanya di jadikan pelayan olehnya. Pria tampan seperti dia mana mau mencintai ku sedangkan di luar sana banyak wanita cantik yang menginginkan nya."


"Tapi aku tadi melihatnya memelukmu terus mencium mu."


"Itu hanya akting saja."


"Apa kamu sudah malam pertama dengan nya." Tangan Alena yang sedang merangkai bunga seketika ia menghentikannya, ia mengingat kejadian malam kemarin membuatnya takut jika harus berhadapan dengan suaminya.

__ADS_1


"Apa rasanya nikmat."


"Sindy apa maksud mu."


"Kata orang malam pertama itu nikmat, ceritain dong Alena."


Apa maksudnya nikmat, Sindy memang ada ada saja. Jujur saja aku tak menikmatinya rasanya itu sakit luar biasa sekarang juga aku berusaha menahan sakit di ************ ku.


"Aku juga tidak tau rasanya."


"Apa jadi kamu belum pernah berhubungan."


"Ya begitulah." Rendi yang sedari tadi mendengarkan obrolan mereka berdua membuatnya penasaran.


"Kalian sedang ngobrolin apa?"


"Ah anu pak." Alena langsung mencubit lengan Sindy membuat Sindy berteriak kesakitan.


"Kami hanya mengobrol tentang pekerjaan kok pak."


"Em gitu ya, kok aku mendengar kalian berbicara intim."


"Bapak salah dengar kali." ujar Sindy.


"Ya sudah kalau gitu kalian lanjut kerja lagi, hari ini ada pesanan ke kantor lagi, jadi rangkaian bunganya harus benar benar rapih ya."


"Siap pak."


***


"Karin apa maksudmu datang ke Mansionnya, kamu jangan sembarangan datang kesana Karin." ucap Mirna ibu tiri Alena.


"Mama tau gak, Alena disana itu hidup serba mewah dan ini gak adil ma bagaimanapun Alena tak boleh bahagia."


"Tapi kamu jangan gegabah datang kesana Karin, kau ingin mati di sana hah."


"Karin ingin mendapatkan suami Alena ma, dia sangat tampan dan masih muda."


"Mana mungkin ia menikah dengan yang masih muda. Alena itu menikah dengan kakek tua."


"Kenapa mama gak percaya padaku, justru dia menikah dengan ceo yang bekerja sama dengan perusahaan ayah."


"Apa! kamu serius."


"Iya ma, ayo kita hancurkan Alena jangan sampai ia hidup bahagia."


"Tenang saja mama akan cari cara untuk menghancurkan rumah tangga Alena, kamu harus mendapatkan kebahagiaan Alena kalau begitu kamu harus minta pada ayah untuk menggantikan Alena."


"Wah ide mama bagus juga."


"Iya dong mama yakin suami Alena akan tertarik pada mu apalagi kamu sexy dan juga cantik sangat jauh di bandingkan dengan Alena."


"Tapi bagaimana dengan kandunganku ma, mana mau pria yang menerima dengan perut yang begini."

__ADS_1


"Besok kita aborsi saja, bagaimana."


"Aku mau ma." Demi harta mereka rela melakukan apapun yang penting mereka bisa mendapatkan uang.


__ADS_2