Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bab 26


__ADS_3

"Katakan Karin ada dimana?" Teriak Mirna yang sudah mulai emosi pada Alena.


"Aku juga tak tahu bu, aku kesini mencari dia."


"Kau yang membawa dia tapi kau tak tahu dia ada dimana!"


Sindy pun sangat kesal dengan sikap ibu tirinya Alena ia juga ikut berbicara membantu Alena.


"Suruh siapa Karin ikut sama Alena, gak malu apa tinggal sama Alena, sekarang dia menghilang malah nyalahin Alena bukannya nyalahin diri sendiri." Sambung Sindy tak kalah teriak nya pada Mirna.


"Saya tak punya urusan dengan mu Sindy, saya tak mau tahu kalian harus mencari Karin, kalau tidak maka aku akan melaporkan mu pada polisi Alena." Dengan emosinya Mirna langsung mengusir Alena lalu ia membanting pintunya dengan keras membuat Sindy dan Alena mengelus dadanya.


"Sabar ya Alena, ibu mu memang tak tahu diri padahal ini bukan salah kamu, dia sendiri yang salah suruh siapa menyuruh Sindy tinggal dirumah mu jadi kabur kan dia nya." Alena juga bingung tak tahu Sindy kemana, tapi ia melihat Sindy sangat senang tinggal bersamanya, kemarin juga Sindy sempat datang ke kamarnya dengan wajah ceria tapi sekarang kenapa ia tiba tiba menghilang bagai ditelan bumi.


"Sin antar aku pulang saja, aku ingin menanyakan pada pelayan yang di sana."


"Ya sudah ayok ku antar, kamu tunggu disini dulu ya, aku mau ambil motor ku dulu."


"Iya Sin." Kemudian mereka Sindy mengantar Alena dengan sepeda motor nya.


"Kamu jangan khawatir Alena, pasti si Karin sedang ngerjain kamu, kamu juga tau sendiri kan tadi ibu tiri mu pura pura sakit tapi nyatanya sehat sehat saja."


"Tetap saja aku mengkhawatirkan Karin kalau aku belum bertemu dengan nya."


"Huh kamu ini terlalu baik, kalau aku jadi kamu maka akan ku biarkan saja tuh di Karin kalau bisa mending mati saja."


"Hust kamu ga boleh gitu Sin, bagaimana pun Karin saudara ku."


Sindy yang baru pertama kali datang ke Mansion, ia sangat terkagum dengan kemewahan nya.


"Alena kau serius tinggal disini?" dengan mulut yang masih menganga karena tak percaya dengan penglihatannya.


"Apa aku tidak bermimpi Alena."


"Aku memang tinggal disini Sin."


"Waw keren sekali kamu Alena, sekaya apa suami mu itu."


"Sudahlah ayok masuk kedalam, aku ingin menemui pelayan dulu."


"Ayok," dengan hati bahagia Sindy menginjakkan kakinya masuk kedalam bersama Alena, ia sangat takjub di sambut oleh pelayan seperti bak bidadari yang baru saja turun dari langit.

__ADS_1


"Waw ini seperti negri dongeng Alena, hebat sekali suami mu." Sindy terus saja memujinya.


Lalu Alena mendatangi bi Sumi bagian pelayan, karena bi Sumi kamarnya berdekatan dengan Karin jadi Alena berfikir bi Sumi pasti tahu soal Karin.


"Bibi."


"Eh nona Alena anda sudah pulang."


"Iya bi, em bibi aku mau bertanya."


"Silahkan nona, ada apa?"


"Apa bibi tahu Karin dimana, sudah 3 hari aku tak bertemu dengan nya, apa bibi tahu?"


"Bibi juga tidak tahu nona, waktu pas nona sakit bibi melihat dia pergi keruang kerja tuan muda, lalu paginya bibi melihat dia bawa buah untuk nona tapi setelah itu bibi tidak melihat dia lagi."


"Kemana ya dia, kenapa tiba tiba menghilang."


"Tapi non, baju bajunya masih ada kok di lemari."


"Apa jadi dia tidak kabur bi? lalu dia kemana?"


Mata Sindy terus saja menatap sekeliling Mansion, yang menurutnya sangat indah dan mewah. Karena baru kali ini ia menginjakkan kakinya.


Alena terus saja berbicara tentang Karin, namun Sindy mengacuhkan nya karena ia tidak terlalu suka dengan keluarga tirinya Alena.


Alena juga memberitahu kan soal ini pada Kenzo lewat pesan nya.


Kening Kenzo berkerut, jari tangannya mengepal serta matanya yang tajam ke depan membuat ia marah pada Alena yang masih menanyakan keadaan Karin. Kenzo mencoba memberitahu Alena untuk tidak mencari Karin lagi. Karena ia tidak akan mengeluarkan Karin dari bawah sana.


Namanya Kenzo Alfaro, ia pria yang di takuti semua orang. Jika sudah bermain main dengannya maka jangan harap ia akan mengampuninya.


Lalu Kenzo menghubungi Bram agar ia tak memberi tahu Alena.


"Bram jangan sampai mencurigakan, kamu harus bisa menutupi nya dari Alena."


"Baik tuan saya mengerti, tapi bagaimana kalau kita kirim saja keluar negri dan tuan muda bisa memberinya uang pada dia untuk jaminan agar tidak datang lagi ke hadapan tuan.


"Bram kau ingin mengajari ku hah."


"Aku tidak akan melepaskan Karin, apa lagi menyuruhnya pergi ke luar negri. Itu tak seberapa dengan sakitnya Alena yang sudah di siksa olehnya."

__ADS_1


"Saya minta maaf tuan."


Kenzo pun langsung menutup telpon nya. Ia akan segera pulang untuk menjemput Alena namun baru saja ia berdiri dari tempat duduknya ia terkejut dengan wanita yang selama ini ia cari sekarang sedang berdiri dihadapannya.


"Aurora." Ucapnya, Aurora pun tersenyum manis padanya.


"Kenzo apa kabar." Namun hati dan perasaan Kenzo sudah tidak seperti dulu lagi, hatinya sudah mati tak merasakan apa apa saat melihat Aurora di hadapannya.


"Ken ini aku Aurora, kenapa kau diam saja."


"Ah iya apa kabar mu." ujar Kenzo.


"Aku baik baik saja Ken." Namun tak sesuai ekspektasinya, ia kira Kenzo akan memeluknya dan akan mengatakan rindu padanya setelah dua tahun ia tak bertemu dengannya.


"Syukurlah, kalau begitu aku mau pergi dulu."


"Mau kemana Ken, apa kamu tak merindukanku. Selama ini aku menunggu mu Ken. Apa cinta mu masih ada untuk ku."


"Maaf Aurora lain kali saja bahas ini, aku sedang ada urusan." Aurora tidak menyangka dengan perubahan sikap Kenzo yang begitu cepat melupakannya.


Ini semua gara gara tuan Albert yang menyuruhku untuk menjauh, sekarang aku malah di campakkan olehnya. Aku harus mendapatkan Kenzo lagi, dulu ia berjanji akan menikahi ku dan ia juga sangat mencintaiku, aku harus mengambil hatinya lagi.


Aurora kehilangan Kenzo, ia mematung di depan meja kerja Kenzo, karena ia penasaran dengan pekerjaan nya lalu ia membaca laporan yang ada disana, akan tetapi ia tidak sengaja melihat foto seorang wanita yang cantik.


"Foto siapa ini, apa Kenzo sudah punya pengganti ku." Foto yang baru saja Kenzo pajang tadi pagi untuk mengobati rasa rindunya, foto siapa lagi kalau bukan Alena. Sekarang Alena lah yang ada di hatinya saat ini.


Aurora pun keluar dari gedung itu dengan perasaan kecewanya, ia memang bersalah sudah meninggalkan Kenzo karena uang yang di berikan oleh tuan Albert untuk menjauhi Kenzo. Ia memilih uang itu karena memang ia sangat membutuhkannya. Tuan Albert lah yang memisahkan Kenzo dengan aurora karema ia tidak menyukai Aurora sebagai pendamping Kenzo.


Hai guys jangan lupa Like & Komentarnya ya, beri masukan untuk karya ini.


Kunjungi juga karya ku yang lain.


*MEMBALAS PENGHINAAN (tamat)


*DIJODOHKAN (tamat)


*MY HUSBAND REMARRIAGE(tamat)


*MENIKAHI ARUMI PEMBANTUKU(tamat)


TERIMAkASIH READERS

__ADS_1


__ADS_2