Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Kedatangan tuan Albert dan istrinya


__ADS_3

Hari ini tuan Albert akan mendatangi mansion anaknya, ia ingin tahu kegiatan apa yang dilakukan sehari hari. Memang cukup salut pada Kenzo yang masih muda namun sudah sukses, Kenzo hidup sendiri tanpa campur tangan orang tuanya begitupun dengan perusahaan yang pegang oleh Kenzo semakin sukses dan bercabang.


"Pa ayo kita temui Kenzo, sudah lama mama tak menemuinya."


Setelah kepergian Aurora, Kenzo tak lagi menemui orang tuanya. Selama itu juga Kenzo hidup sendiri hanya Bram yang setia padanya.


"Ayo ma kita berangkat."


Setelah sampai di Mansion milik Kenzo, Ainda terkejut karena sangat banyak sekali penjaganya.


"Ternyata anak kita benar benar sukses pa, mama bangga sama Kenzo." Kenzo yang sedang santai tiba tiba mendengar kedatangan tuan Albert membuatnya kesal.


"Bram ngapain ayah kesini."


"Saya tidak tau tuan, ayah dan ibu anda sudah menunggu diruang tamu."


"Aku malas menemuinya Bram."


"Kalau gitu saya mau memberitahunya tuan."


"Tunggu Bram, biar saya saja yang temui mereka." Dengan langkah yang malas Kenzo langsung menuruni tangga menuju ruang tamunya.


"Sayang apa kabar, mama sangat merindukan mu." ujar Ainda.


"Aku baik baik saja ma, mama ngapain kesini?"


"Tentu saja mama kangen sama kamu." namun tuan Albert hanya diam saja dengan sikap dingin nya.


"Mana istrimu." ujar tuan Albert.


"Apa maksud ayah?"


"Kau tak perlu berbohong, ayah ingin menemui istrimu seperti apa dia."


"Sejak kapan ayah tahu?"


"Itu tak penting, ayah hanya ingin bertemu dengan nya."


Kemudian Kenzo menyuruh seorang pelayan untuk memanggilkan Alena.

__ADS_1


"Nona, anda di panggil oleh tuan diruang tamu."


"Tapi pekerjaanku masih banyak bi." Alena masih mencuci gorden kemarin yang sempat tertunda.


"Lebih baik nona temui saja, karena ada tuan besar disana."


Tuan besar? apa maksudnya tuan besar, apa perawakannya yang besar.


Alena ingin tertawa setelah mendengar penuturan pelayan nya itu.


Ya sudahlah lebih baik aku kesana dulu.


Alena berjalan menuju ruang tamu dengan pakaian yang sedikit basah karena terkena cuciannya.


"Permisi tuan."


Tuan Albert dan juga nyonya Ainda saling pandang melihat penampilan menantunya itu.


"Apa benar dia istri mu Ken." ujar Ainda.


"Iya ma, kenalkan ini istriku namanya Alena." ucap Kenzo sambil memeluk pundak Alena.


"Kenzo kenapa kamu menikahi dia, bukan kah wanita di luaran sana banyak yang menginginkan mu."


"Aku hanya mencintai Alena ma." ucapan Kenzo membuat hati Alena tersentuh.


Apa benar tuan Kenzo mencintai ku, tapi sejak kapan dia mencintaiku.


"Tapi mama gak suka dengan dia, dia gak pantas untuk kamu Ken, lihat saja dari penampilan nya saja seperti pembantu."


"Sudah ma, biarkan saja Kenzo memilih nya sendiri." Tuan Albert tak mempermasalahkan Alena dari penampilan maupun dari keluarga miskin, yang terpenting bagi tuan Albert hanya sikapnya Alena. Karena ia tak suka dengan wanita seperti Aurora.


"Gak bisa gitu dong pa, mama ga setuju sama dia pokonya mama mau cariin wanita buat Kenzo."


"Ma tolong hargai keputusan Kenzo."ujarnya, Kenzo pun tak menyangka kenapa ayahnya bisa setuju dengan Alena padahal dulu ia menentang hubungannya dengan Aurora.


Sedangkan Alena sedari tadi hanya diam saja, ia tahu tak pantas bersanding dengan Kenzo karena ia bukan wanita dari kalangan atas, hati Alena sedikit nyeri setelah mendengar ibu mertuanya ingin mencari wanita untuk Kenzo.


Kenapa aku harus sakit hati, padahal bagus kalau dia dijodohkan sama orang tuanya, aku bisa bebas dari pria arogan.

__ADS_1


"Daripada kalian bertengkar disini, lebih baik kalian pergi saja."


"Kenzo dengarkan mama, pokonya mama gak setuju sama dia. Mama ingin kamu segera bercerai lagian mama tahu kamu menikahi dia karena dia dijual oleh ayahnya kan, kalau begitu mama mau bayar saja dia biar dia bebas dari kamu."


"Lagian juga kamu kenapa harus nikahin dia Ken, kalau dia dijual oleh ayahnya kamu hanya perlu menjadikan dia sebagai pelayan juga bisa kan."


"Pokonya mama tidak setuju, apa kata temen mama nanti kalau tahu kamu menikah dengan wanita miskin seperti dia, sekarang juga mama mau nebus dia seharga 2 milyar setelah itu kamu harus meninggalkan dia."


"Ma cukup ma, mama ini apa apaan sih. Biarkan saja Kenzo bersama dia papa yakin dia anak yang baik."


"Mana tetap tidak ya tidak pa, dulu mama setuju Kenzo sana Aurora tapi papa malah menentangnya. Sekarang mama ga setuju sama Alena jadi papa harus menuruti mama."


"CUKUP,, kalian semua diam, kalian ga berhak mengatur hidupku. Kalian sudah menghancurkan hidupku jadi tolong untuk kali ini kalian jangan ikut campur urusanku." ucap Kenzo dengan tegas lalu ia menarik tangan Alena dan membawanya pergi dari hadapan orang tuannya.


"Tuan lepaskan aku, tanganku sakit."


kemudian Kenzo melepaskannya dengan kasar.


"Apa kamu senang di bela oleh ayah ku."


"Biasa aja, memangnya kenapa?"


"Ingat ya aku menikahi mu bukan karena cinta, jadi kamu jangan terlalu berharap."


"Tenang saja tuan, lagian aku juga tak mencintaimu."


"Cih,, cepet selesaikan lagi tugas myu, hari ini kau harus menyelesaikan semuanya."


"Ya tuan Kenzo yang terhormat saya mengerti." Lalu Kenzo kembali lagi ke ruang tamu untuk menemui ibunya. Ia sengaja membawa Alena menjauh dari orang tuanya supaya ia tak mendengar perkataan kedua orang tuannya.


"Papa mama masih disini, kenapa ga pulang."


"Mama masih menunggu kamu, mama ingin kamu menyetujui ucapan mama."


"Tolong mama jangan ikut campur urusan ku, mau aku bersama Alena atau tidak mama jangan ikut campur, jadi lebih baik mama dan papa sekarang pulang. Aku tak ingin mendengar keributan kalian berdua."


"Tidak bisa begitu Kenzo." akan tetapi tuan Albert malah menarik tangan istrinya itu, karena ia sangat setuju dengan ucapan kenzo, ia juga berharap Kenzo bersama Alena. Ia menyetujui Alena karena sudah tahu asal usulnya dari Bram sedangkan Ainda tetap mempermasalahkan soal kehidupan Alena.


"Papa kenapa tarik tarik mama, mama belum selesai bicara dengan Kenzo."

__ADS_1


"Sudah ma, ayo pulang." Ainda sangat kesal dengan sikap suaminya yang menyetujui Alena sebagai menantunya.


__ADS_2