
Pagi hari menyinari dua insan yang sedang tertidur nyenyak setelah melewati malam yang panjang.
Alena perlahan membuka matanya, merasakan berat di perutnya lalu ia melirik ke sampingnya, hatinya ingin menangis mengingat kejadian semalam akan tetapi semua itu memang seharusnya terjadi sejak malam pernikahan.
Aku sudah tidak suci lagi, apakah aku harus menyesalinya, apakah pria di samping ku akan mencintai ku setulus hatinya, aku takut suatu saat ia akan meninggalkan ku.
"Sayang kamu sudah bangun." tanya Kenzo yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Em i iya mas." ada rasa canggung di dekatnya setelah kejadian semalam.
"Terimakasih sudah menjaganya untuk ku ."
"Apa maksud mu mas."
Alena tak mengerti apa maksudnya mengucapkan terimakasih.
"Tidak perlu dipikirkan, aku hanya mengucapkan terimakasih."
"Tapi terimakasih untuk apa mas?"
"Sudah menjaga keperawanan mu untuk ku."
Apa maksudnya, menjaga keperawanan. Apa dia sudah merasakan punya orang lain.
"Aku minta maaf telah melakukannya pada mu, mungkin kamu juga belum siap untuk hal itu tapi semalam adik mu memasukkan obat perangsang di kopi ku sehingga aku tak bisa menahannya."
"Maksud mas adikku Karin, kenapa dia memasukan obat ke kopi mu mas?"
"Aku juga tidak tahu Alena, hampir saja aku melakukan dengannya tapi aku ingin pada mu sehingga aku hanya ingin melakukannya dengan mu."
"Tapi kenapa Karin harus berbuat seperti itu."
"Dia seperti ingin menggoda ku, kamu harus hati hati padanya. Nanti aku akan mengusirnya."
"Jangan mas, jangan usir dia. Aku tak tega karena ibu sedang sakit jadi maafkan perbuatan adikku, biarkan dia tinggal disini untuk bekerja."
Terbuat dari apa hati mu Alena, jika kamu mencintaiku maka kamu akan kecewa dengan adikmu sendiri. Kali ini aku akan menuruti keinginan mu tapi tidak untuk nanti jika dia berulah lagi, aku sangat membenci wanita penggoda seperti dia.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menuruti keinginan mu Alena."
"Terimakasih mas sudah mengizinkan nya, aku mencintai mu." Tiba tiba Alena langsung menutupi mulut nya.
"Ucapkan sekali lagi."
"Tidak mas, aku salah bicara." Ujarnya gugup.
"Aku ingin mendengar lagi Alena, atau aku akan melahap mu."
"A aku mencintai mu mas." Kenzo tersenyum senang dengan ucapan Alena membuat jantungnya berdebar.
Alena mencoba ingin menghindari Kenzo, ia ingin pergi ke kamar mandi namun ia merasakan sakit di area sensitifnya.
"Auh."
"Kenapa sayang."
"Aku tidak apa apa mas, aku ingin ke kamar mandi." Tanpa menjawabnya lagi Kenzo langsung memangku nya lalu meletakkan Alena di bathtub.
"Terimakasih mas."
Lalu Kenzo pun pergi menuju kamar pelayan untuk menemui Karin.
"Dimana Karin."
"Ada di kamarnya tuan."
Wanita sialan, aku akan memberimu pelajaran .
Karin yang melihat Kenzo mendatanginya ia tersenyum bahagia, ia pikir Kenzo merindukannya.
"Tuan."
Plak tanpa basa basi Kenzo langsung menamparnya.
"Wanita murahan beraninya semalam kau memberikan obat di kopi ku hah."
__ADS_1
"Apa maksudmu tuan?" Karin pura pura tidak tahu dan tak mengakuinya.
"Kau jangan mengelak Karin, kau melakukan itu pada ku karena kau ingin menggoda ku." kemudian Kenzo mencengkram dagunya dengan keras namun Karin bukannya takut ia malah tersenyum senang.
"Kenapa kau tersenyum hah."
"Lakukan ini padaku tuan, aku menyukai perlakuan kasar mu."
"Sialan kau." Kenzo semakan mencengkram nya, namun lagi lagi Karin tersenyum membuat Kenzo melepaskan nya dengan kasar.
Tiba tiba saja Karin mengecup bibir Kenzo.
Plak Kenzo menamparnya kembali.
"Wanita murahan beraninya kau menyentuh ku, cih." Kenzo meludahkannya pada Karin.
"Anda semakin kasar pada ku maka aku akan semakin senang menerimanya."
"Dasar wanita aneh, kali ini aku mengampuni mu karena kakak mu itu yang mengasihi mu tapi tidak untuk nanti jika kamu berulah lagi maka aku akan membunuh mu." Lalu Kenzo meninggalkan Karin yang masih mematung.
Aku akan berusaha terus untuk mendapatkan mu tuan, aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku, dan aku yakin Alena si bodoh itu akan selalu membelaku dan Alena lah kelemahan mu hahaha.
"Alena kau sudah selesai, kenapa tak memanggilku bukan nya kamu sakit untuk berjalan."
"Gimana mau manggil kamu mas, lagian kenapa mas lama sekali disana."
"Aku minta maaf, aku sedang ada perlu dengan pelayan."
"Mas tau gak, aku seperti suster ngesot untuk bisa berjalan ke tempat tidur."
"Hahaha kamu ada ada aja sayang." Kenzo mencubit pipinya dengan gemas.
"Apa sih mas, sakit tau."
"Aku akan mandi dulu, setelah ini aku akan mengambil sarapan untuk mu, kau jangan kemana mana."
"Iya iya mas."
__ADS_1
Alena tersenyum setelah kepergian Kenzo ia merasakan kehangatan di dalam rumah tangganya, apa ini artinya ia sudah saling mencintai.