Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
meminta izin


__ADS_3

"Tuan aku sudah menyelesaikan semuanya."


"Bagus." ujar Kenzo dengan santai sambil memainkan ponselnya.


"Tuan apa aku boleh bekerja."


"Memangnya kau ingin kerja dimana."


"Sebenarnya aku kerja di toko bunga tuan, sudah lama kerja disana dan sekarang aku ingin kembali bekerja lagi untuk melunasi hutang ayahku pada tuan."


"Terserah kau saja, asal ingat kau tak boleh kabur. Aku tak peduli kau mau kerja dimana dan kerja sebagai apa, intinya kamu harus pulang ke Mansion ini dan harus menjadi budak ku di sini."


"Aku mengerti tuan, dan aku berjanji tidak akan kabur aku hanya ingin mencari uang untuk bayar hutang pada tuan."


"Ya silahkan saja." Alena senang sekali karena Kenzo mengizinkan nya untuk bekerja, selain mencari uang untuk bayar hutang Alena juga bisa menikmati dunia luar, ia ingin bertemu dengan teman teman waktu sekolah.


Sudah lama Alena bekerja di toko bunga semenjak ia duduk di bangku sekolah dan penghasilan dari kerja paruh waktu bisa meneruskan sekolah Alena sampai tamat, sebenarnya ia punya cita cita ingin kuliah seperti adik tirinya namun ia malah dijual sang ayah dan harus menikahi tuan Kenzo. Tapi sampai saat ini ia bersyukur karena Kenzo masih belum menyentuhnya, ia benar benar belum siap untuk mengandung anak karema usianya yang masih muda.


"Saya permisi dulu tuan."


"Enak aja langsung pergi, tolong buatkan aku kopi tanpa gula."


Apa gak pahit gitu kopi tanpa gula.


"Cepat buatkan, kenapa kamu masih bengong disitu."


"Hehe iya tuan aku permisi dulu." Bi Sumi pelayan dirumah ini melihat Alena yang sedang membuat kopi untuk tuannya, ia pun berinisiatif untuk membantunya.


"Nona biar saya bantu, kopinya hanya satu sendok tapi tambahin gula sedikit saja."


"Tapi tuan bilang kopi tanpa gula bu, berarti jangan pake gula dong."


"Memang begitu nona, tapi tambahin dikit gulanya karena bibi yang selalu membuatkan kopinya."


"Baik bi terimakasih ya." kemudian Alena membawa secangkir kopi keruang kerjanya Kenzo.


"Tuan ini kopinya."


Kenzo langsung menyeruput kopinya lalu ia menyemburkan kopinya pada Alena.


"Sialan ini panas."


"Kan ini memang masih panas tuan, kenapa langsung di minum."


"Kau jangan meledek ku Alena."

__ADS_1


Alena heran dengan sikap suaminya ini, tiap hari selalu marah marah gak jelas pada Alena, Alena sudah memberi tahu dengan lembut tapi Kenzo tetap saja marah.


"Maaf tuan." Tiba tiba saja jari tangan Alena reflek mengusap bibir Kenzo yang kepanasan membuat Kenzo terdiam dengan perlakuan Alena.


Alena meniup niup bibir Kenzo membuat Kenzo terpesona dengan bibir alena yang pink dan mungil.


Mata mereka saling bertemu, jantung pun berdebar, pada akhirnya Alena sadar dengan apa yang telah dilakukannya.


"Maaf tuan saya tidak sengaja."


"Hem ternyata kamu sangat menyukai bibir ku."


"Tidak tuan, barusan aku refleks karena melihat bibir tuan kemerahan."


Kenapa kamu ga bilang aja kalau kamu suka bibirku Alena, kau pintar menyembunyikan kebohonganmu dasar bocil.


"Kalau begitu saya permisi dulu tuan."


Kenzo tak menanggapinya ia masih melamun mengingat perlakuan Alena padanya, membuat jantungnya berdebar kembali karena selama ini Kenzo baru merasakan lagi jantung berdebar di dekat wanita, apa ini tandanya ia mulai jatuh cinta pada Alena?


Setelah keluar dari ruang kerja Kenzo, Alena langsung berlari karena ia benar benar malu sudah lancang padanya.


Bruk tiba tiba Alena menabrak seseorang.


Lalu Alena menatap orang didepannya.


"Kamu siapa?" Tanya Alena.


"Harusnya aku yang bertanya pada mu, kamu siapa?"


"Aku, aku Alena pelayan dirumah ini." Alena tak ingin mengaku sebagai istri Kenzo karena ia pun tak pernah di publikasikan oleh Kenzo.


"Jadi rupanya kamu seorang pelayan, tapu kenapa masih muda sudah bekerja disini."


"Karena saya butuh uang." kemudian Alena pergi namun Jack menahan tangan Alena.


"Perkenalkan aku Jack keponakan Kenzo."


"Ah iya salam kenal Jack, aku permisi dulu "


Cantik juga tuh cewek, walaupun penampilannya kampungan tapi wajahnya sangat cantik, ah aku harus bertanya pada Kenzo.


Jack berjalan menuju ruang kerja Kenzo, lalu ia masuk tanpa mengetuk pintu. Jack sengaja ingin mengerjai Kenzo kemudian ia menutup tangan Kenzo dengan jari jarinya.


"Lepaskan Alena kau jangan menggoda ku, ingat kau hanya istri sementara."

__ADS_1


Apa? istri? sejak kapan Kenzo menikah dengan gadis kecil.


Kenzo baru sadar dengan jari jari tangan yang besar tak seperti jari jari Alena yang mungil.


"Jack sialan kau beraninya masuk keruangan ku tanpa permisi."


"Hehe aku minta maaf, aku hanya bermain kesini sudah lama ga ketemu dengan kau."


"Cih pasti hanya ada butuhnya saja."


"Rupanya kau sudah tahu, hehe aku kesini hanya butuh uang."


"Sudah ku duga."


"Eh ngomong-ngomong kamu sudah menikah dengan Alena."


"Ya hanya sementara, biar punya mainan."


"Apa wanita tadi yang barusan menabrak ku namanya Alena , tapi ia mengaku sebagai pelayan mu."


"Ya memang dia." Ujar Kenzo dengan santainya.


"Gila kamu Kenzo, berani beraninya mempermainkan wanita. Dia cantik loh aku pun menyukainya."


"Enak saja, dia mainan ku kalau kau mau wanita seperti dia banyak tuh di luaran sana yang masih bocil."


"Aku tak suka wanita di bawah umur Ken, usia ku sudah 30 tahun mana mau sama bocil."


"Nah itu kamu sadar."


"Aku kesini mau pinjam uang 1 milyar saja, aku sedang butuh Ken."


"Hanya segitu?"


"Cih sok kaya, cepatlah aku butuh sekarang juga dan nanti lusa aku akan menggantinya."


"Hubungi Bram saja aku sedang sibuk."


"Baiklah terimakasih sebelumnya."


Yes aku mendapatkan uang sekarang juga, aku bisa bermain main dengan banyak wanita. Kenzo memang terbaik kalau soal uang.


Jack langsung meninggal kan Kenzo lalu ia menghubungi Bram.


Sekarang Alena tak mengurung diri lagi di kamarnya, ia lebih senang membantu bi Sumi di dapur. Kemarin ia masih malu dan takut namun hari ini ia sudah bisa berkomunikasi dengan pelayannya. Semua pelayan salut dengan ke gigihan Alena begitu juga dengan Bram ia sangat berharap tuannya bisa jatuh cinta pada Alena.

__ADS_1


__ADS_2