Pernikahan Dengan Tuan Kenzo

Pernikahan Dengan Tuan Kenzo
Bab 30


__ADS_3

Alena dan Kenzo pun sudah sampai di rumah orang tuanya, mereka di sambut hangat oleh bagas dan juga Karin tapi tidak dengan Mirna ibu tirinya, ia tidak suka melihat Alena yang turun dari mobil mewah.


"Assalamu'alaikum pa, ma."


"Waalaikumsalam Karin anak papah apa kabar." Ujar bagas.


"Karin baik kok pah." Kenzo tersenyum sinis dengan sikap bagas yang tiba tiba saja berubah baik pada Alena.


Cih sudah ku duga pria tua ini pasti berubah, jika saja aku tak ikut dengan Alena pasti mereka akan melakukan hal yang tidak tidak pada Alena.


"Kak Alena apa kabar ."


"Kakak baik kok, kakak kesini juga ingin bertemu dengan mu Karin, kenapa kamu pergi dari rumah kakak." Karin sebaik mungkin ia melakukan aktingnya, apa yang sudah ia janjikan pada Kenzo untuk berbuat baik pada Alena.


"Karin nyaman di rumah temen kak, jadi karin ikut kerja sama temen."


"Kenapa kamu gak bilang sama kakak."


"Maafkan Karin kak." Mirna terus saja mencubit tangan Karin menandakan ia tak suka sikap Karin yang berubah pada Alena, Mirna pun menarik tangan Karin menuju ruang belakang. Kenzo tahu apa yang akan dibicarakan oleh ibu tirinya Alena, ia tersenyum sinis dengan kelakuan keluarga Alena.


"Duduklah dulu, papah akan ambilkan minum buat kalian."


"Terimakasih pah."


Mirna pun marah pada Karin, namun ia memelankan suaranya agar tidak terdengar ke ruang depan.


"Ma plis turuti apa kata aku."


"Kamu ini apa apaan sih Karin sok sopan sama si bodoh itu, mau di taro dimana harga dirimu Karin."


"Cukup ma cukup, hanya kali ini saja izinkan Karin berpura pura baik padanya, mama tahu disana ada tuan Kenzo." Mirna pun mengalah apa yang sudah Karin katakan padanya walaupun hatinya tak terima melihat sikap Karin yang berubah.


"Kalian berdua kenapa disini, cepat buatkan minum buat tuan Kenzo, kita harus menghormati kedatangan nya."


"Baik pah, biar Karin saja yang buat."


Karin pun membuatkan minuman juice jeruk untuk Alena dan juga Kenzo.


Ini kesempatan ku untuk membuatnya kesakitan, aku akan memberikan racun di minuman ini untuk mereka biar mereka merasakan sakit diperutnya hahaha.


Lalu ia pun membawanya ke ruang depan kemudian ia menyimpannya di meja.


"Silahkan diminum kak."


"Terimakasih Karin," Ujar Alena.

__ADS_1


"Kamu gak naro racun di minuman ini kan." Kata Kenzo pada Karin, membuat Alena menatap Kenzo dalam dalam, begitu pun dengan Karin yang tiba tiba jadi ketakutan dengan ucapan Kenzo.


"Tidak tuan, tentu saja tidak. Kalau tuan tidak percaya biar saya yang minum."


"Silahkan."


"Mas kamu ini kenapa sih, Karin sudah baik loh dia buatkan minum untuk kita."


"Aku ingin dia yang meminum nya terlebih dahulu, baru aku akan meminumnya."


"Mas kenapa begitu, kamu ini suka aneh. Sejak kapan sikap mu seperti ini mas,"


"Aku juga tak tahu sayang, pokonya aku ingin dia minum dulu."


"Cepat Karin, katanya kau mau meminumnya terlebih dahulu." Sambungnya.


"I iya tuan, baik."


Mampus aku, kenapa aku bisa sebodoh ini, harusnya aku jangan ceroboh pada dia.


Karin pun mengambil gelas yang berisi minuman itu, dengan hati berat ia harus melakukannya.


Kenzo melihat Karin mengambil gelas itu dengan tangan yang bergetar dan juga keringat di dahinya.


"Kenapa lama sekali."


"Tolong secepatnya diminum dan habiskan."


Alena yang melihat tingkah Kenzo yang berbeda dari biasanya membuat ia bertanya tanya.


"Mas biar aku saja yang minum." Kata Alena.


"Tidak bisa, biarkan dia dulu Alena, yang punya tamu harus meminum dulu setelah itu baru boleh kita."


"Kamu punya peraturan seperti itu sejak kapan mas?"


Alena cepatlah tolong aku, tolong hentikan minuman ini bodoh, ah sial kenapa aku bisa jadi se sial ini.


"Cepat minum, kenapa kau melihat ku seperti itu." Dengan berat hati Karin meminumnya sampai habis.


"Sudah saya habiskan tuan."


"Tolong minum lagi yang ini." Tunjuk ya pada gelas Alena.


"Maaf tuan saya tidak mau, cukup ini saja." Karin pun langsung berlari ke kamarnya lalu ia mengambil tas dan ponselnya.

__ADS_1


Bagas dan Mirna melihat bingung Karin yang terburu buru pergi keluar.


"Karin kau mau kemana?"


"Aku ada perlu dulu ma, Karin pinjam mobil papah sebentar ya."


Hahaha bagus kau meminumnya juga, aku tahu apa yang akan kau lakukan padaku dan juga Alena, kau pantas mendapatkan semua ini.


Karin mengendarai mobil Bagas dengan kecepatan tinggi, ia akan pergi ke sebuah rumah sakit yang tak jauh dari rumahnya.


"Tolong aku tuhan," Karin sudah mulai merasakan perutnya kesakitan, ia sudah tak kuat lagi untuk mengendarai mobilnya, namun ia memaksakan kuat karena tinggal sedikit lagi ia akan sampai.


Karin pun sudah sampai di tempat tujuan nya, ia sudah mulai lemas dan tak bisa menahannya lagi.


"Dokter tolong aku doook," Perutnya merasakan sakit seperti di sayat sayat, setelah memanggil dokter Karin pun jatuh pingsan, ia sudah tak bisa melihat dan mendengar lagi.


"Cepat bawa keruangan sepertinya wanita ini keracunan." Ujar seorang perawat lalu membawanya dengan cepat.


"Mas aku haus, aku mau minum." Alena hampir saja meminum minuman yang di buatkan Karin, namun dengan sigap Kenzo mengambilnya lalu ia menumpahkan nya di lantai.


"mas apa apaan kamu ini!" Karin mulai marah pada Kenzo karena ia sangat kesal padanya.


"Minuman itu beracun Alena,"


"Apa maksud tuan." Ujar Bagas.


"Anak mu yang memasukkan racun pada minuman kami, barusan Karin juga sudah meminumnya jadi ku pastikan dia berada di rumah sakit."


"Apa!" Mirna syok mendengar penuturan Kenzo.


Lalu Kenzo pun menarik tangan Alena dengan paksa menuju mobilnya tanpa berpamitan pada bagas.


"Mas apa maksud mu."


"Alena kita pulang, aku tak suka dengan keluarga mu yang jahat itu, kau tahu Karin sekarang sedang merasakan kesakitan di rumah sakit, jika tak tertolong oleh dokter maka ia akan mati. Aku sengaja ingin ikut dengan mu karena aku ingin melindungi mu Alena, tolong percaya pada ku jangan pernah datang lagi kerumah orang tua mu."


Alena pun menitikkan air matanya, ia tak tahu harus percaya pada siapa.


"Sudah lah jangan kau pikirkan, aku jamin Karin tak akan kenapa napa karena ia langsung pergi ke dokter, tapi aku mohon pada mu jangan pernah datang lagi kesana."


Alena tak menjawabnya, ia benar benar tak tahu apa yang harus ia lakukan jika memang ucapan Kenzo benar maka ia akan sakit hati dan kecewa.


"Sebentar lagi juga keluarga mu pasti akan menghubungi mu."


Kenapa dia tahu, apa benar Karin memasukkan racun kedalam minuman ku, apa salah aku pada mereka semua, aku benar benar kecewa."

__ADS_1


Benar saja dengan ucapan Kenzo bagas menelponnya dan memberitahu Alena bahwa Karin sedang kritis di ruang ICU.


__ADS_2