
Adriani Axalia itulah namaku. Aku bukanlah wanita istimewa, aku dilahirkan bukan untuk di cintai oleh siapapun.....sementara ini yang aku fikirkan....banyak rasa yang telah aku lalui sepanjang hidupku.
Semenjak aku bisa mengingat, yang aku ingat tentang diriku adalah hidupku berpindah dari satu orang nenek ke nenek yang lainnya.
Semenjak menginjak remaja aku tidak pernah berhak atas diriku sendiri, apapun yang aku lakukan hanya untuk adik-adikku, aku ga pernah tau bagaimana rasanya menjadi remaja, kumpul-kumpul bareng teman, ngobrolin tetang sekolah, cowok-cowok ganteng di sekolah atau sekedar berbagi hobi dengan teman-teman.
Aku tumbuh menjadi remaja super judes bukan tanpa alasan karena hidupku berat bahkan sangat berat, bayangkan aku harus sekolah dan menanggung ke lima adikku karena Abah sudah pergi menghadap sang khalik sementara Ibuku pergi meninggalkan kami ber enam.
Setelah empat puluh hari kepergian Abah entah kemana Ibu pergi....bisa terbayangkan bagaimana kehidupanku anak dua belas tahun tanpa Orang tua dengan lima orang adik, namun hidup harus terus berjalan setiap kesusahan pasti ada jalannya, aku yakin Allah akan selalu ada bersamaku.
"Teh...titip adik-adik jangan pernah lelah, jangan pernah tinggalin sholat,ngaji,puasa sunnahnya di tambahin dan jangan berhenti sekolah.bantu adik-adik buat sekolah" pesan terakhir Abah.
Bohong saja kalo aku ga lelah dengan semua ini.
Kepergian Abah membuat aku terpukul…akhirnya kami tinggal bersama Ambu…Ibunya Abah… perjalanan kami tidaklah mudah.
Tahun demi Tahun aku lalui sampai akhirnya Aku melarikan diri bersama Herlina sahabat koplakku bukan tanpa sebab, Ambu menjodohkan aku dengan Kang Juna, saat itu Kang Juna masih menjadi Taruna. Kang Juna jodoh pertamaku … yang aku tinggalkan karna aku ingin mengejar cita-citaku… maklum saja saat itu usiaku masih sangat muda, jalan fikiranku masih sempit.
__ADS_1
Sebenarnya Kang Juna adalah laki-laki baik, tulus bukan hanya kepadaku tapi pada adik-adikku juga. Keluarganyapun sangat baik, karna kami memang punya kekerabatan yang baik.
Aku masih ingat di pagi buta itu, Herlina membantuku melarikan diri, Aku tahu Ambu pasti kecewa, sedih, bercampur semua rasa, sesungguhnya aku tidaklah ingin menyakiti ambu hanya saja aku tidak bisa berfikir jernih, yang ada hanyalah ketakutan.
Selayaknya remaja seusiaku di Kampung mereka menikah muda dan terjebak dalam keadaan pasrah tak bisa menjadi diri sendiri, dan nanti akan terus terulangnpada generasi penerus mereka, dan Aku ga mau masa depanku hanya di depan tungku saja.
Ku tinggalkan sepucuk surat untuk Kang Juna aku meminta maaf padanya atas semua yang aku lakukan aku tidak berharap dia memaafkan aku, aku tau aku salah,setidaknya aku berani meminta maaf padanya.
"Untuk Kang Juna
Terminal Cianjur udara begitu menusuk tulang. Aku duduk di bangku terminal. seketika Aku gamang apakah Aku akan meneruskan perjalanan ini atau berbalik pulang. Bismillah aku akan tetap maju walaupun aku tidak bisa meraba akan bagaimana jalan ceritaku.
Aku berani meninggalkan Ambu … dan harapannya karna Adik-adikku sudah tidak tinggal di Cianjur lagi Ibu menjemput mereka satu bulan lalu. Jika mereka masih berada di Cianjur mungkin Aku ga akan senekad ini juga.
" Ini bawalah… ini hakmu…aku menjual semua karya-karyamu …" Herlina menyentakkan lamunanku
"Mmmaksudnya apa ya? "
__ADS_1
"Aku menjual hasil karyamu…cerpen-cerpenmu…dan itu uangnya buat modal kamu hidup" Aku tahu Herlina sedang menahan air matanya agar tidak jatuh.
"Terimakasih lina …thanks for alot off" ku peluk tubuh sahabat koplakku
"Kabari aku Axa, akan aku bantu jaga Ambu…Pergilah jangan tengok ke belakang lagi....Kau akan tetap menjadi sahabatku.
Bandung…Kota masa kecilku...sebelum Nenek pergi meninggalkan Aku tuk selamanya karena Cancer Payudara. kini Omku satu-satunya yang mengurus rumah peninggalan Nenek.
**
Hari sudah lumayan sangat siang ketika Aku sampai di Bandung…Bangunan yang sama rumah masa kecilku, Dejavu...pohon - pohon cemara mungil masih tertata rapih kolam ikan itupun masih sama.
Nenek… Axa pulang nek… air mataku tumpah sendirinya kenangan akan Nenekku yang super women...akan kebaikan budinya, kesabarannya, perlindungannya, keramahannya pada semua orang, banyaklah kebaikan yang Nenekku punya.
Aku bener-bener kangen Nenek… juga Abah
"Jadilah diri sendiri, jadilalah pribadi yang bermanfaat untuk orang lain, jangan sombong, karna kesombongan hanya akan membawamu pada kesulitan, tetaplah rendah hati, badan ini hanyalah alat untuk beribadah suatu hari nanti raga kita akan kembali padaNya, jangan penuhi keranjang kita dengan keburukan, tapi maksimalkanlah dengan kebaikan"
__ADS_1