
"Assalamualaikum akang...akang maafin axa , axa ga bisa melanjutkan perjodohan ini, axa merasa tertekan, maafkan axa kang, jangan cari axa, jangan temui axa,carilah jodoh yang sepadan dengan akang" kubaca dan kubaca lagi pesanku untuk kang Juna, akhirnya kulipat kertas biru itu dan kumasukkan dalam amplop biru.
aku berjalan jinjit di malam buta itu.....ya aku kabur, kabur dari rumah, aku tau benar karakter ambu, jika beliau sudah maunya apapun harus aku turuti, dan aku ga siap, seminggu sebelumnya ibu membawa adik-adik pulang ke rumah ibu.kini aku akan menyusul pergi meninggalkan ambu di masa tuanya dengan kesendirian dan kesepian.
"maafin axa ambu....axa terpaksa harus pergi" lirihku kupandangi rumah ambu sekali lagi. dengan rasa yang nano-nano
"hayoo....buruan pegel nih kaki gw" suara mendesis herlina di atas motornya.
ya terpaksa aku melibatkan herlina dalam hal ini, hanya dia yang bisa mengerti aku. gadis somplak yang fikirannya sudah melewati batas normal, tapi dia sahabat terbaikku
"antarkan aku ke rumah kang Juna dulu"bisikku pada lina
__ADS_1
"eits....dah gila lo ya...lo mo kabur bukannya mo piknik sama dia"
"iya lin....aku harus melakukan sesuatu untuknya"
"ga waras lo......"
aku tau kamar kang Juna ada di samping walaupun aku belum pernah masuk tapi aku tau karna tanpa sengaja aku melihat kang juna masuk ke kamar itu,,,aku berjinjit mendekati jendela kamarnya ku selipkan sepucuk surat yang sudah aku siapkan tadi di sela-sela jendelanya."maafin aku kang"
"nih buat lo di bis" suara lina membuyarkan lamunanku
"makasih lin....entah kalo ga ada kamu mungkin aku ga akan bisa menentukan masa depanku" kupeluk lina. herlina sahabat juga penghiburku. herlina tempatku bercerita tentang hidupku termasuk perjodohanku, sebenarnya lina tidak mengusulkan aku kabur, dia hanya memberi pilihan bertahan berarti menurut atau pergi berarti kabur. aku memilih pergi...dia memang sahabat gilaku selalu ada di saat apapun
__ADS_1
"santuy ae lah....jangan lupa terus beri kabar ya"
"baiklah....aku janji akan terus mengabarimu, kamu jangan lupa ibadah ya lina, bantu aku dalam doamu"
operator terminal mengumunkan keberangkatan bis menuju Bandung
"Selamat jalan axa...hati-hati ya, jangan lupa kabarin aku" pelukan herliana begitu kuat aku tau dia menahan tangisnya, ku pandangi wajah sahabatku, wajah penuh ketulusan
air mataku sudah banjir,aku sudah bertekad..aku ga mungkin mundur lagi...aku harus perang melawan nuraniku...aku harus pergi....pergi dan mungkin tak akan kembali.
MAAFIN AXA AMBU, Abah maafin axa ga bisa berbakti lagi sama ambu. pagi ini kumulai hari baru lembaran baru dan episode baru dalam hidupku.
__ADS_1