Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
aku yang tak di inginkan


__ADS_3

Ga akan pernah aku lupa hari itu hari jum'at ba'da sholat jum'at pak min tetanggaku menggendongku dengan tergopoh gopoh dan air mata, sebenernya aku sudah ketakutan apa aku berbuat salah kalo aku yang salah kenapa pak min yang nangis???


sampai di rumah sudah banyak tetangga yang datang membereskan ruang tamu nenekku mereka menciumiku satu persatu ada apa ini???


"axa pinter...axa ga boleh nangis ya....axa anak kuat kan...Ibu axa sekarang sudah di surga...Ibu axa sudah pulang"celoteh bi sum adik nenekku, air matanya mengalir seperti pancuran padasan di mushola, ingusnya pun banyak,aku kecil makin ga ngerti semua ini


" kok ke surga? kan Ibu lagi di Rumah sakit, kata Ibu kemaren hari ini Ibu akan pulang, Ibu sudah janji mau pulang ke rumah bi..bukan ke surga, surga itu jauh bi, kenapa Ibu pulang ke sana? kenapa axa ga di ajak bi? axa ga nakal bi, axa ga bikin ibu marah kan bi?"

__ADS_1


tangisan bibi makin meledak dan memelukku sampai-sampai aku tida bisa bernafas sesak sekali. aku kecil masih sangat bingung akan semua itu, tak berapa lama sirine ambulan berbunyi aku lihat sosok Nenek yang ku panggil Ibu terbujur di atas keranda Rumah sakit, tersenyum tidur panjang dalam diamnya, kemarin Ibu janji padaku akan pulang hari ini. aku bangunkan Ibu tapi tetap saja Ibu diam akhirnya aku pun meledak, tangisan penyayat hati pertamaku


"Iiiiibbbbbuuuuu....bangun bu, kenapa ibu bobo aja...ibu udah janji mau temenin axa...axa janji bu....axa ga akan minta apa-apa, axa janji bu axa jadi anak pinter...


iiiiiiibbbbbbuuuuuu......."


"kita harus membawa axa, aida...dia anakmu, ga mungkin aku biarkan dia tinggal di sini siapa yang akan mengurusnya?? dia masih kecil,..tolonglah aida buka hatimu padanya..dia darahmu...."

__ADS_1


suara abah....ya suara abah kapan abah datang?? apa karena aku terlalu sedih sehingga aku tidak menlihat kedatangan abah, ibu??? ibu kandungku?? bagaimana kah wajahnya?? ingin ku buka pintu kamar Ibu tapi aku takut.


" ok ...baik..bawalah axamu itu....bawa dia tapi tidak ke rumah...aku tidak mau melihatnya...bawa axamu kemana kek...asal jangan ke rumah"


"aida....apa yang ada di hati dan otakmu...kemana akan aku bawa axa?? pada siapa aku akan menitipkannya? masa harus aku serahkan ke panti asuhan? yang benar saja aida kita masih hidup...terutama kamu ibunya yang melahirkannya..tolonglah aida hapus bencimu biarkan axa merasakan kebahagian dari kita...aku mohon aida..apa aku harus menyembahmu untuk permintaanku ini??"


"kamu perduli kan sama anak itu?? kamu sayangkan sama dia?? aku mengizinkanmu membawanya....lalu apa lagi?? kamu ingin dia hidup bersama kita?? jangan mimpi kamu kang...aku ga akan menerimanya sampai aku nyusul ambu....serahkan dia ke ambumu"

__ADS_1


__ADS_2