
Ibu.....sosok yang melahirkan kami ber enam, entahlah apa yang harus aku ceritakan tentang dia. seandainya saja boleh minta ganti Ibu sama Allah aku pasti akan meminta seorang Ibu yang penuh kasih sayang, hangat selalu ada untuk kami, tidak meninggalkan kami di saat kami terpuruk karena kematian Abah.
Ibu memang berasal dari Ibu Kota Indonesia. sedangkan Abah pria kampung yang hangat, ceria penyayang selalu ada di setiap cerita kami, Abah ga pernah bosan memberi kami limpahan cinta....Abah mengajarkan pada kami cara hidup menjadi manusia. bukan separuh manusia...sayang Allah lebih memilihnya untuk cepat pulang. seandainya Allah memberikan aku penawaran akan aku ganti Abah menjadi Ibuku.....astagfirullah jahat banget ya perasaan aku ini.
__ADS_1
Ibu.....entahlah rumit aku menceritakan tentang Ibu..dia itu Ibu kandung kami tapi seperti Ibu tiri.apalagi terhadapku....dari bayi aku di asingkan di rumah nenek dari Ibuku sampai-sampai aku memanggilnya Ibu.Nenekku beda banget sama Ibu, Nenek begitu hangat, penyanyang,Ibu tidak pernah membiarkan aku menangis walaupun saat itu usiaku masih balita aku sudah bisa mengingat sepenggal kisah dalam hidupku, setiap hari Nenek akan membuat kue apaaa saja yang aku suka tapi aku ga boleh jajan, uang yang diberikan paman harus aku tabung, kaleng susu favoritku saksi aku belajar hemat.
Entah masa lalu apa yang terjadi pada Ibuku sehingga beliau tidak bisa menyayangi dan mengasihiku seperti Ibu pada umumnya, dari kecil aku sudah iri pada teman-temanku ada yang sisiri rambutnya, dicium keningnya sebelum berangkat sekolah,di pelu saat mereka sakit, disuapi, banyaklah keirianku pada teman-temanku saat itu. untung saja ada Nenek yang setia mengurusku.
__ADS_1
"Nenek cape ya urus axa??? Nek axa mau kaya teman-teman axa di sayang Ibu mereka, Ibu axa kemana nek? kenapa Ibu ga sayang axa?"
Ibu hampir tidak pernah menenggokku, hanya Abah yang datang di penghujung hari, setidaknya aku tidak kehilangan sosok Orangtua, di penghujung hari aku selalu menantikan kedatangan Abah seperti sore itu pukul empat sore aku sudah duduk manis di depan teras menunggu Abah dengan cintanya aku ga pernah mengharapkan oleh-oleh dari Abah, Abah datang memelukku saja aku sudah terasa seperti di surga,hangat....ya begitu hangat dalam dekapan Abah
__ADS_1
"Tetaplah menjadi anak kebanggaan Abah"
Seandainya aku bisa menebus dan menukar kebahagian Abah pasti akan aku tukar, biarlah aku dalam penderitaan asal aku bisa selalu bersama Abah, tapi Allah tidak pernah memberiku tawaran dalam hidupku Allah hanya memberiku duka yang entah sampai kapan duka ini akan berganti tangisan kebahagiaan, entah apa yang sedang Allah simpan untukku, entah rahasia apa yang Allah sembunyikan untukku, yang aku tahu aku harus kuat berdiri demi diriku dan adik-adikku, aku pasti mampu menghadapi ujian ini aku pasti lolos aku pasti bisa karena aku memang harus bisa
__ADS_1