Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
Marah


__ADS_3

" katakan....katakan sekali lagi" nada Pras begitu tinggi di lemparnya aku dengan kopi panas itu untung saja hanya mengenai tanganku bukan wajahku....dia marah pras marah....aku tahu dia tersinggung.Pras suamiku memiliki beberapa usaha retail dan aku istri Jaminannya ingin bekerja…bodoh aku benar - benar bodoh tapi apa mau di kata aku bosan. seharusnya aku menyabarkan diri toh hanya 1 tahun.


"kamu mau kerja…alasan saja apa aku kurang memberimu nafkah? apa uangku kurang?"

__ADS_1


tangan kekarnya sudah menjambak jibabku (otomatis rambut panjangku tidak selamat) lebih dulu sebelum aku sempat menyelamatkan diri, aku hanya bisa menggeleng


"Bilang saja kalau kamu mau menemui pacarmu itukan? apa kamu lupa dia masih di negara orang?jangan pernah coba - coba mengelabuiku

__ADS_1


"please ....Pras lepasin sakit Pras....buankah di perjanjian kita tidak boleh mengganggu privasi masing-masing? akkkkku hanya bosan Pras rumah ini terlalu sepi, aku janji ga akan menemuinya…kau boleh membayangiku dengan orang-orangmu" sebenarnya aku takut sama Pras tapi mau apa lagi harga diriku yang sudah jatuh tak u biarkan terinjak orang lain


"Aku ga mau lihat mukamu lagi di depanku....pergilah…pergi sejauh yang kau mau jangan kembali…" benarkah yang aku dengar? dia melepasku? Alhamdulillah ya Allah. tanpa banyak bicara dan drama lagi ku bereskan pakaianku kedalam koper mimpi apa aku bisa terbebas dari Pras.

__ADS_1


"Bayar hutang Ibumu dan pergilah…jika kau mampu jika tidak kau tau apa yang harus kau lakukan" sia…sial…sial. dia mempermainkanku. ku banting koperku dan ku dekati dia dengan amarahku


"Aku cukup tau diri tuk ada di sampingmu. tapi aku manusia biasa. aku tidak bisa mengubah apa yang Allah berikan. aku menerima nasibku sebagai pembayar hutang tapi jangan permainkan aku…aku masih punya hati, aku masih punya iman, otak kamu yang bermasalah mana mungkin aku menemui Dito aku masih punya harga diri untuk menemuinya jadi kamu bos arogan jangan sok tahu " jantungku berdegup kencang bahkan lebih kencang dari biasanya, dia marah akupun bisa marah…ku tinggalkan Pras yang masih dengan amarahnya, ku banting pintu kamarku, rumah tangga macam apa ini? wanita lain bebas melakuka apa saja keluar dengan teman-teman mereka, kumpul-kumpul dengan teman-teman mereka, lah aku… disekap dalam apartemen…maksudnya apa? dia bilang jijik padaku kenapa dia tidak membiarkan aku keluar saja dalam kehidupannya? apa karna hutang-hutang Ibuku? akan aku bayar angsur padanya, apakah memang aku semenjijikannya ya, sampai-sampai dia muak? but why dito tidak pernah merasa jijik padaku? bahkan Dito lebih ganteng dari pada bos diktator itu, aku udah ga sabar pergi dari hidupnya, semua yang aku lakukan selalu saja salah di mata Pras, apakah ini sudah takdirku tidak punya hak atas diri sendiri? kembali ku terisak dalam kesunyian wajah adem Nenek terbayang di pelupuk mataku bagai obat bius menenangkan membuatku terlelap dala kesedihan

__ADS_1


__ADS_2