Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
Pondok lagi


__ADS_3

"Mandilah…kau bau sekali…biar Saddam aku yang urus"


"weeei....weeiiii…kamu bilang aku apa? bau? kenapa jika aku bau senjang jalan kau menggenggamku? aku yang bodoh atau kau yang kebucinan?"


"apa kita harus bertengkar di depan anak kita?"


Aku sudah sangat kesal sama Pram, selalu seenak jidatnya saja, anak kitalah....seolah - olah aku sudah jadi istrinya saja. ku banting pintu mobil. pondok ini kami kembali ke pondok ini. sekarang hari jumat berarti dua hari kedepan Pram akan menahan aku di sini, Saddam? sudah pasti saddam bahagia bersama Pram dan aku disisinya,


"selalu…selalu … seperti itu...menyebalkan katanya cinta tapi tetap saja aku yang di siksa...aku masih saja ngedumel. ku buka lemari jati itu… mencari baju…baju di lemari ini sangat banyak…entah kapan Pram membelinya hanya saja otakku ga sinkron, jemriku terus saja mencari cari padahal aku sendiri bingung mau cari baju yang mana lagi??


Kecupan hangat di bahuku membuatku terkaget dan reflek aku berbalik arah, aku hanya pakai handuk, gilaaa…aku berusaha mendorong dada Pram ga …aku nga boleh melakukannya…aku tahu Pram menginginkannya Pram memburuku dengan nafsunya… nafasnya sudah panas… aku harus melarikan diri, ku ambil baju sedapatnya tujuanku pintu ya pintu siaaal terkunci… aku yakin Pram menguncinya… bodoh banget aku kenapa harus mencari cari baju kelamaan…kamar mandi ya kamar mandi hanya itu ruang penyelamatku.


terlambaaaaaat…Pram telah memelukku erat sangat erat, ku pejamkan mataku aku berharap ini hanyalah khayalanku saja,


"Diam Axa …kita nikmati malam ini… jangan takut aku ga akan meninggalkanmu…berikan semuanya padaku…aku akan melayanimu…"nafas Pram masih memburu aku bisa merasakan debaran jantungnya berdegup dengan kencang. hatiku ikut berdesir…ternyata nyaman…nyaman sekali di peluk seperti ini ku senderkan kepalaku ke dada Pram, ku tatap mata elang itu…ada cinta di sana…Pram mundur menjauh…ku lihat dia menelan ludahnya jakunnya turun naik tak berarturan dada bidangnya begitu kekar seperti tak ada lemak yang diizinkan menempel di tubuhnya.


Alhamdulillah… batinku. slamat…slamat… hampir saja…ku tarik nafasku. batu saja aku hendak beringsut


Pram mendekatiku lagi…aku kembali diam hatiku bilang pergi badanku bilang jangan. Pram tidak memelukku dari belakang seperti tadi…kami saling berhadapan jemarinya mulai bermain di wajahku. tangannya membuka kondean rambutku…kini rambut gelombang panjangku terurai


"Kamu cantik axa…jangan berikan kecantikanmu untuk ******** lain" ucapnya


Jemarinya kini bermain di leher jenjangku…hangat, tangan ini hangat aku benar - benar terlena.entah siapa yang memulai di antara kami…aku atau dia…yang aku tahu Pram mencium bibirku dengan lembut lama-lama menjadi membara, aku pun tak menolaknya…ini rasa, rasa yang tak pernah aku dapat dari Pras. jari-jari Pram masih asik menari di leherku, aku berusaha untuk membalas ciuman Pram…aku tahu aku ga bisa berkali kali gigi kami saling beradu…akhirnya aku menyerah… kubiarkan Pram bermain di leherku, aku tahu apa yang dia lakukan, Pras dulu pernah melakukannya padaku paginya jejak itu terlihat kiss mark. kami berburu…handukku sudah entah di mana celana boxer Pram pun entah di mana… yang aku tahu ini nikmat, tubuhku menagihnya. Pram menggendongku


membawaku ke atas ranjang ovalnya.


"Pram…oh Pram jangan lakuan Pram" bibir Pram menelusuri perut datarku…nikmat hanya itu yang aku rasakan. aku melayang

__ADS_1


"Ga akan sakit sayang…nikmatilah…aku akan melakukannya sayang"


aku hanya bisa mengangguk,sudah pasrah aku dengan kenikamatan malam ini…


"Honey…akkh … honey…jangan di paksa" aku masih saja melengguh…sakit sekali …Pram sudah mencobanya berulang kali tetap saja gagal


"Sebentar sayang…sedikit lagi…aku bisa gila sayang"


malam itu kami gagal…Pram sangat kesal.… dia masuk ke kamar mandi entah apa yang di lakukannya lamaa sekali dia di sana…baru saja aku hendak memakai bajuku


"Biarkan…jangan pakai bajumu" Pram meninta dengan nada memelas. di rebahkan tubuhnya di smpingku…pelukan ini … kehangatan ini…


ada apa ini?apa dia masih penasaran, aku menelusup ke dalam dada Pram aroma tubuhnya menganggu hidungku. jari-jariku bermain di dadanya, aku mulai menyukai dada ini. selimut menutupi tubuh kami. kembali Pram mencumbuku… sepertinya dia penasaran.


"Apakah Pras belum melakukannya?"


"Oh Pras thank you…maafkan aku axa,… aku ga akan memintanya saat ini, tidurlah kamu lelah…" dekapan tanpa nafsu namun tetap hangat, kami akhirnya terlelap…


Gedoran di pintu kamar sangat keras, mengangetkanku dan Pram…


"Mamah…Papah…Saddam mau masuk" suara malaikat kecilku…namun Pram mencegahku bangun


"Biarkan saja…dia juga harus tau mamah papahnya perlu waktu" tangan pram kembali menelusup di dadaku memainkannya…sepertinya dia suka


"Honney… kamu mau?" Gila aku menawarkan surga untuknya.."sarapan pagi" dadaku sudah bergelinjang Pram asik menghisapnya


"sayang…Kamu mau mencoba lagi?" ada sesuatu yang bergerak di bawah sana.

__ADS_1


"hayolah bangun…aku mau mandi" akhirnya aku memaksa Pram menyudahi hisapannya. tubuh ini meminta hati ini menentang. mana yang harus aku ikuti tubuh atau hati?


Pram mendengus kesal…enam hari lagi Pram, enam hari lagi kau bebas melakukannya sampai kau puas, bathinku.


Saddam sudah nangis mengerung ngerung di luar kamar. HPku berdering celine dion asik bernyanyi


"Assalamualaikum"


"Kalian di mana tidak pulang…apa yang terjdi? Ibu menelfon dari semalam ga di angkat, kalian baik-baik saja kan" suara nyaring Ibu membelah telingaku. sudah sepuluh hari aku pindah ke rumah Ibu…Ibu yang meminta kata Ibu…Ibu sudh sangat kesepian alif sudah SMP sudah sibuk sendiri. Kali ini aku tidak menempati kamar belakang, kamarku di atas sepertinya itu kamar tamu.


"Ibu…kami baik- baik saja bu, ada Pram di sini, jangan khawatir lagi ya bu"


Pram meraih HPku dan mulai berbicara pada Ibu. aku bisa bergerak bangun. jemari Pram menunjuk ke pipi artinya aku harus mengecupnya…iikh males banget belum mandi…


"Hallo Ibu…maaf ya aku culik anak dan cucunya…iya ibu tenang saja…g kok bu…aku yang mau bukan mereka…baik Ibuku sayang…besok ya baru aku kembalikan…apa? aku serahkan pada Ibu saja"


"Heiiiit tunggu … sebentar lagi sayang…"


"sudah siang Pram"


"apa Pram…honeynya mana sayang"


"kamu itu ah… honey di waktu yang berbeda…aku mau mandi Pram sudah lengket semua"


"bilang Honey………aku lepaskan"


"honey…aku mau madi"

__ADS_1


Pram bangun dan menggendongku ke kamar mandi. kami mandi di bawah shower yang sama, Pram kembali menikmati tubuhku hanya menikmati tidak lebih…aku biarkan bibirnya menelusuri setiap inci tubuhku.


__ADS_2