Pernikahan Lintas

Pernikahan Lintas
Siapa Kau Pram


__ADS_3

Pukul 08:00 kulangkahkan kakiku keluar kamar, Saddam sibuk dengan mang ujang, entah apa yang mereka kerjakan. istri mang ujang terlihat sibuk di dapur sepertinya mau masak.


"Buatkan aku kopi ya" Pram sudah terlihat santai dengan celana pendek selutut dan kaos oblongnya....hampir saja kami berperang di kamar mandi. Ahamdulillah Allah masih melindungi kesucianku…tapiiiiii…tetap saja aku sudah meakukan dosa besar, astagfirullahhaadzim. aku harus bertaubat…ga boleh terjadi lagi lima hari lagi…lima hari lagi aku akan naik ke pelaminan.


"kopimu" dingin…aku berusaha sedingin mungkin…agar Pram tidak mendekatiku lagi…ternyata berhasil…dia mendekati Saddam dan mang ujang. oooh sepertinya mereka akan mancing. benar saja tidak lama Pram, Saddam dan mang ujang pergi mancing…entah di belahan mana ada kolam ikan, Pram kembali mengecup keningku.


"Jangan lakukan apapun" perintahnya…ciih mana betah aku bengang benggong


"bik ………sudah lama ikut Pram?" aku menghampiri bibi di dapur, kami asik mendeprok di lantai sambil membersihkan beras.


"ssssudah non"


"bibi… jangan panggil saya non"


"bi…ada apa? ada yang mau bibi ceritain? sok atuh cerita.


"non eh ibu terlalu baik untuk den Pram"

__ADS_1


maksudnya apa ya? mengapa hampir semua yg dekat denganku berkata demikian, hanya Ibu dan Saddam yang tidak sependapat dengan mereka.


"bi…katakan…jangan takut ga ada orangnya kok. lagi pula aku yang akan menanggung akibatnya...aku jamin bi…katakan bi…aku mohon" kali ini aku memelas pada bibi. aku berharap akan ada kebenaran lagi tentang Pram. di otakku terlalu banyak teka teki tentang Pram…benarkah Pram sepupu Pras? besok aku akan menemui Pras…apapun yang terjadi aku sudah berniat menemui Pras.


"Sebentar bu…" bibi pamit padaku, aku kira bibi akan mematikan kompor ternyata bibi datang membawa sebuah kotak usang. bibi memberikannya padaku…sepertinya ini sudah lama tersimpan, ku buka Astagfirullah haladzim banyak sekali foto-foto wanita cantik.


"Itu semua wanita-wanita den Pram, ga tau mereka semua pergi kemana… aden selalu membawa mereka ke sini, seperti ibu dan den Saddam. rata-rata mereka datang meminta pertanggung jawaban aden. apa aku ga salah denger ya...semua wanita yang fotonya ad dalam kaleng butut ini adalah kekasih Pram semua? umurnya baru berapa tahun... pelarian cintanya begitu hebat. apa sebenarnya yang di cari Pram? wanita-wanita itu pernah di ajak menginap disini dlu dia bilang pondok ini untukku dan Saddam...gila…


Otakku masih saja di penuhi teka teki tentang Pram. apakah Pram memiliki gangguan kejiwaan? dia seorang maniak? aku bergidik sendirian. hampir saja aku masuk dalam terkamannya. aku harus keluar ga bisa seperti ini terus. ga bisa selalu dalam kebuntuan.


Kembali Boyzone bernyanyi…kali ini lebih berisik. akhirnya aku angkat panggilan itu.


"Honeeeeeeey…Sayaaaaang …aku kangen" apa aku ga salah denger ya……kulihat layar ponsel tertulis nama Dita my wife……whaaaat…sumpah aku bodoh banget. seketika tubuhku kaku, seperti tak bernyawa, aku sudah sulit mengatakan semua ini…aku tertipu…lemas lututku lemas akhirnya aku terduduk di atas ranjang oval. ku kerjapkan mataku berkali kali meyakinkan hatiku…ini ga nyata…suara deritan pintu kamar terbuka membuatku sedikit tersadar…bibi membawakanku secangkir kopi pesananku tadi… ku acungkan telunjukku ke bibir , mengisyaratkan agar bibi tidak berkata apa-apa,...ku dekatkan kembali HP itu ke telingaku


"Sayaaaang………dengar ga sih? mau sampai kapan kamu terobsesi dengan janda itu? Pulanglah aku kangen……ingat ya janji kamu, setelah kamu Mendapatkan Saddam kamu akan menjauh darinya"


"sayaaaaang……iiikh kamu lagi apa siiih? bercinta? bagaimana rasanya bercinta dengan bekas sepupu sendiri? pokonya malam ini kamu harus pulang… aku kangen…layani aku sayang"

__ADS_1


Gila Pram sudah menikah…dan Istrinya tau kelakuan Pram dan mengizinkan Pram melakukan semua itu…aaaaapa artinya ini? mereka sakit…maniak yang kesakitan, wanita itu menyebut nama Saddam, apa hubungan semua ini dengan Anakku? Apakah Saddam benar anak Pram seperti dugaanku. aku harus mencari bukti…setidaknya ada foto Tina di koleksi "wanita-wanita Pram. ku buka kaleng itu lagi… ternyata tidak ada, foto Sofi ada di sana…Bajingan kataku dalam hati…apakah fotoku juga akan masuk koleksi dia? aku harus mencarinya…mungkin di kamar ini aku akan mendapat petunjuk. ku coba mencari di sekitar lemari nol ga ada apa-apa disana semua laci sudah ku bongkar tetap saja nol. oh ya aku ingat di film-film detektif sering aku lihat sesuatu yang tersembunyi sering kali di simpan di tempat terbuka dan tidak terduga.


Bingkai foto… fillingku bingkai foto Pram di atas kasur, bingkai Jumbo itu aku turunkan perlahan aku tak ingin bingkai ini pecah…ku letakkan bingkai di atas kasur,ku buka binhkainya…hampir…hampir saja aku pingsan…Tina…foto tina menempel manis di belakang foto Pram…banyak foto tina…bahkan Foto tanpa busana dengan berbagai pose, Astagfirullah Tina, ampuni Tina ya Allah. ku ambil beberapa lembar foto Tina tanpa busana akan aku jadikan bukti pada Pram, dia harus di hukum. ku rangkai lagi bingkai "********" itu.


Panas…geram…aku merutuki diriku sendiri…bodoh banget aku…karna perhatian "********" itu pada Anakku, aku menjadi luluh dan meninggalkan normaku, hampir saja dia berhasil menembus pertahananku, Allah masih sayang padaku, Jika saja semalam di jebol tidak akan jauh nasibku seperti sahabatku…aku harus bersandiwara…Pram tidak boleh tahu apa yang aku tahu. HP pram ya HP pram aku harus menghapus log panggilan. aku akan mencari tahu rencana ******** itu di HPnya.


Aku cari nama Dita di kontak WA HP Pram, aku harus lebih siap lagi.


"Aku tidak mencintainya Dita…kau tahulah aku hanya ingin bermain main dengannya"


"Jangan lama-lama bermain dengannya, atau kau mau dia bernasib sama dengan wanita-wanitamu yang lain?"


"Jangan kau sentuh dia Dita…kau akan berurusan dengan ku dan Pras"


"😆😆😆kau takut Pram…kenapa kau bermain dengannya? kau mencintainya sayang…"


"Tak ada cinta selain kau sayang, semua demi anakku "

__ADS_1


__ADS_2